---
id: CK4p5ygcaXhG
cluster_id: Xa-Chqm0ik7-
title: Induk Orang Utan Kelaparan, Anak Bayinya Nyaris Ikut Mati di Kalimantan!
slug: induk-orang-utan-kelaparan-anak-bayinya-nyaris-ikut-mati-di-kalimantan
excerpt: Gila bro, di Kalimantan sana, induk orang utan kurus kering sampai tulang
  terlihat! Nyaris mati kelaparan di tengah hutan yang jadi tambang batu bara. Anaknya
  yang masih balita ikut menderita. Parah!
category: viral
tags:
- orang utan
- Kalimantan
- konservasi
- malnutrisi
- tambang
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260526113029-37-738066/viral-kondisi-orang-utan-di-kalimantan-memprihatinkan-ini-penyebabnya
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/05/26/kondisi-induk-orang-utan-yang-viral-melintas-jalan-hauling-dan-sudah-dievakuasi-pada-2023foto-istimewa-dok-bksda-kaltim-1779770236041_169.png?w=650&q=90
meta_title: Orang Utan Kelaparan di Tambang Batu Bara
meta_description: Kondisi memprihatinkan induk orang utan dan anaknya yang kelaparan
  di Kalimantan Timur akibat alih fungsi lahan jadi tambang.
canonical_url: https://berita.media/induk-orang-utan-kelaparan-anak-bayinya-nyaris-ikut-mati-di-kalimantan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T11:01:57Z'
published_at: '2026-05-26T11:01:57Z'
---

Ceritanya begini. Baru-baru ini jagat maya heboh sama video induk orang utan bareng anaknya yang kurus banget di Kalimantan Timur. Mereka ditemukan di pinggir jalan hauling tambang batu bara di Kutai Timur, tepatnya di Kecamatan Kaubun. Si induk, namanya Mauliyan, sampai tulangnya kelihatan jelas, kulitnya kering kerontang. Widi Nursanti dari Orangutan Centre for Orangutan Protection (COP) yang nemuin mereka aja bilang kondisinya 'cukup memprihatinkan'. CNBC Indonesia

Lah gimana tidak prihatin? Hutan tempat mereka hidup itu sekarang dikepung sama aktivitas tambang, kebun sawit, sama Hutan Tanaman Industri (HTI). Alhasil, habitatnya jadi kantong-kantong kecil yang putus asa, nggak saling terhubung. Pakan buat Mauliyan dan anaknya, Ariandi, jadi langka banget. Jangankan buat induknya, buat anak yang masih nyusu aja susah. Mauliyan itu malnutrisi berat, bahkan dehidrasi parah waktu masih aktif nyusuin Ariandi yang usianya baru sekitar 3 tahun. Mana ada cerita begini berakhir baik.

Yang bikin geram, tim rescue terpaksa evakuasi mereka ke pusat rehabilitasi di Berau. Soalnya, ASI Mauliyan aja udah sedikit banget. Bayangin, induknya sendiri hampir nggak punya tenaga buat nyusuin anaknya. Pas diperiksa, *body score* Mauliyan cuma di bawah dua dari nilai maksimal lima. Kelihatan banget tulang rusuknya! Dia lagi nyusuin anaknya, tapi tenaganya udah habis-habisan. Detikcom

Celakanya lagi, setelah dibawa ke klinik, kondisi Mauliyan malah sempat drop. Dia didiagnosis kena hipoglikemia atau gula darah rendah. Ini gara-gara malnutrisi parah dan efek menyusui yang bikin tenaganya terkuras habis. Selama enam bulan rehabilitasi, fokusnya ya buat naikin berat badannya lagi, pulihin kulit sama rambutnya yang rusak. Untungnya, insting liarnya masih kuat. CNBC Indonesia

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260526113029-37-738066/viral-kondisi-orang-utan-di-kalimantan-memprihatinkan-ini-penyebabnya)
