---
id: X8gnfOEULhJa
cluster_id: QMs7_-udK0oW
title: Insentif Makan Bergizi Rata Kena Sikat Habis, Dapur MBG Bakal Dievaluasi!
slug: insentif-makan-bergizi-rata-kena-sikat-habis-dapur-mbg-bakal-dievaluasi
excerpt: Habis sudah masa kejayaan insentif dapur MBG yang dipukul rata Rp 6 juta
  per hari! Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya sadar keuangan negara 'amblas' dan
  bakal segera membenahi skema pemberian dana ini agar lebih sesuai sasaran, tidak
  lagi tebang pilih seperti dulu. Ujung-ujungnya, dapur yang malas-malasan terancam
  'ngos-ngosan'!
category: MBG
tags:
- MBG
- Badan Gizi Nasional
- Insentif
- Dapur MBG
- Keuangan Negara
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8533389/insentif-dapur-mbg-tak-lagi-dipukul-rata-rp-6-juta-hari
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260615185925-92-1369466/bgn-bakal-ubah-skema-insentif-dapur-mbg-rp6-juta-per-hari
source_names:
- detikFinance
- CNN Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/15/wakil-kepala-badan-gizi-nasional-bgn-agustina-arumsari-1781525512852_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Insentif Dapur MBG Kena Sikat Habis, Skema Baru Siap Diterapkan!
meta_description: Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya sadar borok insentif dapur MBG
  Rp 6 juta/hari. Skema baru bakal segera diterapkan, SPPG harus siap dievaluasi ketat
  demi keuangan negara!
canonical_url: https://berita.media/insentif-makan-bergizi-rata-kena-sikat-habis-dapur-mbg-bakal-dievaluasi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-15T23:02:51Z'
published_at: '2026-06-15T23:02:51Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Program makan bergizi gratis (MBG) yang digembar-gemborkan ternyata menyimpan borok di keuangannya. Selama ini, para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur-dapur penyedia makanan itu dapat "angpao" gede-gedean Rp 6 juta per hari, mau melayani 1.500 orang kek, 500 orang kek, pokoknya rata! Nah, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya "keblinger" dan sadar kalau cara ini bikin duit negara 'amblas' tak bersisa. "Yang bikin geram, dana segitu besar kok malah ada kecenderungan boros. Ini tidak bisa dibiarkan!" seru Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, sebagaimana dikutip detikFinance.

Alhasil, BGN tak tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat menata ulang program yang terkesan "asal ada" ini. Langkah pertamanya jelas, "refocusing" penerima manfaat, alias memvalidasi betul siapa saja yang berhak dapat jatah makanan bergizi. Setelah data "beres", baru deh SPPG-SPPG ini bakal "digebuk" dengan sistem insentif baru. "Nah ini dia, insentifnya nggak bisa lagi Rp 6 juta semua, harus disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani," tegas Arumsari kepada CNN Indonesia. Jadi, dapur yang kerjanya giat melayani banyak orang, ya dapatnya lebih banyak. Kalau yang "malas-malasan" alias cuma melayani sedikit, ya siap-siap "nangis bombay"!

Parahnya lagi nih, tidak menutup kemungkinan beberapa SPPG bakal "dikepruk" jadi satu jika jumlah penerima manfaat di suatu daerah terlalu sedikit untuk dilayani banyak dapur. "Bisa jadi kita akan gabungkan SPPG ini dengan SPPG ini, dan seterusnya," ujar Arumsari seperti diwartakan CNN Indonesia. Ini sih biar lebih efisien, bro! Nggak ada lagi cerita dapur "siluman" yang cuma numpang dapat duit tapi kerjanya "ngos-ngosan". Dan bukan main, BGN juga bakal menyoroti kualitas makanan yang disajikan. Nggak bisa lagi cuma asal "jeplak" sup sayur, tapi harus benar-benar terjamin mutu dan keamanannya. "Bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar makanannya, keamanannya pangan terpenuhi," jelas Arumsari kepada detikFinance. Habis sudah drama "malapetaka" anggaran tuntas!

Yang bikin gregetan, BGN bakal memanfaatkan momentum libur sekolah untuk "mengaudit" semua dapur yang ada. "Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur," ungkap Arumsari kepada detikFinance, menandakan keseriusan mereka membenahi program MBG ini. Tujuannya jelas, agar saat anak-anak kembali ke sekolah, program makan bergizi ini berjalan lebih "kinclong" dan tidak lagi jadi "lubang tikus" penyerapan anggaran negara. Jadi, siap-siap deh para pemilik dapur MBG, "revolusi" insentif sudah di depan mata! Jangan sampai "terlambat" dan "keok" karena tidak mampu bersaing!

Selesai sudah era "ongkang-ongkang kaki" dapat duit tebal dari program MBG. Kini saatnya para SPPG membuktikan kerja nyata dan kualitas makanan yang mereka sajikan. Jika tidak, siap-siap saja "diangkut" atau "dipreteli" satu per satu oleh BGN. Gilanya, insentif Rp 6 juta per hari yang dipukul rata itu terbukti memboroskan keuangan negara dan kini harus "menguap" demi efisiensi dan ketepatan sasaran. Mana ada cerita begini berakhir baik tanpa ada "getaran"?

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8533389/insentif-dapur-mbg-tak-lagi-dipukul-rata-rp-6-juta-hari) · [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260615185925-92-1369466/bgn-bakal-ubah-skema-insentif-dapur-mbg-rp6-juta-per-hari)
