---
id: bXlJR0rqkpau
cluster_id: 21WlbXUzXykZ
title: Intimidasi Massal Jelang PHK Ratusan Buruh PT Victory Apparel Diselidiki!
slug: intimidasi-massal-jelang-phk-ratusan-buruh-pt-victory-apparel-diselidiki
excerpt: Dugaan intimidasi mencuat jelang PHK 846 buruh PT Victory Apparel di Semarang.
  Said Iqbal mendesak Kemnaker segera mengusut tuntas semua laporan pelanggaran hak
  pekerja, termasuk soal pesangon minimal sesuai putusan MK. Gilanya, ada 207 pekerja
  yang diduga tertekan menandatangani kesepakatan pesangon cuma setengah kali!
category: phk
tags:
- PT Victory Apparel
- PHK massal
- Said Iqbal
- Intimidasi Buruh
- Pesangon
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/07/27/193331778/mencuat-dugaan-intimidasi-jelang-phk-846-buruh-pt-victory-apparel-said
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/PAt2FLgsi0YjI7UERRE6pO2d0vU=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/27/6a6738ce3599c.jpg
meta_title: PT Victory Apparel Diduga Intimidasi Buruh Jelang PHK Massal
meta_description: Puluhan buruh PT Victory Apparel Semarang diduga diintimidasi jelang
  PHK 846 pekerja. Said Iqbal minta Kemnaker usut dugaan pelanggaran hak pesangon.
canonical_url: https://berita.media/intimidasi-massal-jelang-phk-ratusan-buruh-pt-victory-apparel-diselidiki
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-27T17:03:21Z'
published_at: '2026-07-27T17:03:21Z'
---

Gila bro, dengarkan ini! PT Victory Apparel di Semarang lagi bikin heboh jagat perburuhan. Ratusan pekerjanya, tepatnya 846 orang, terancam nganggur. Tapi yang bikin merinding, menjelang pemutusan hubungan kerja (PHK) ini, muncul dugaan intimidasi yang bikin bulu kuduk berdiri. Penasihat Khusus Presiden yang kawal buruh, Said Iqbal, langsung berang dan minta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turun tangan! Kompas.com.

Parahnya lagi, proses penandatanganan kesepakatan pesangon ini kabarnya diwarnai tekanan. Iqbal punya laporan kalau ada sekitar 207 pekerja yang terpaksa tanda tangan terima pesangon cuma setengah kali lipat dari hak mereka. Lah gimana tidak geram, mereka menandatangani perjanjian yang jelas-jelas di bawah aturan Undang-Undang, itu batal demi hukum! Said Iqbal sampai menegaskan, kesepakatan itu perlu diteliti mendalam, terutama jika dibuat tanpa pemahaman penuh dari pekerja atau jelas-jelas ada aroma intimidasi. Kompas.com.

Ujung-ujungnya, perusahaan tidak bisa lagi berkilah soal efisiensi untuk membayar pesangon secuil. Iqbal mengingatkan soal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 Tahun 2024 yang sudah jelas mengatur ketentuan hak pekerja yang kena PHK. "Tidak ada lagi alasan efisiensi membayar pesangon 0,5 kali. Minimal satu kali, itu yang harus dipenuhi pengusaha," gertak Iqbal usai mengunjungi pabrik itu. Ini bukan soal basa-basi, ini soal hak buruh yang harus ditegakkan! Kompas.com.

Dan bukan main, persoalan pesangon ini cuma satu dari sekian banyak laporan miring. Iqbal juga minta Kemnaker mengusut tuntas dugaan pelanggaran hak pekerja lainnya. Kabarnya, ada pekerja perempuan hamil yang diduga tidak dapat hak cuti, aduhai! Said Iqbal tidak tinggal diam, dia mendesak Kemnaker, bersama Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kota, untuk memeriksa semua temuan ini. Negara harus hadir! Kompas.com.

Pokoknya, negara harus hadir memastikan hak-hak buruh tetap aman dalam pusaran PHK ini. Yang lemah harus dilindungi, dan jelas itu adalah para buruh. Walaupun begitu, Iqbal juga membuka pintu negosiasi, katanya pemerintah masih terus membuka peluang untuk menyelamatkan operasional perusahaan kalau memang masalah utamanya adalah kondisi keuangan. Tapi sekali lagi, hak buruh nomor satu! Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/07/27/193331778/mencuat-dugaan-intimidasi-jelang-phk-846-buruh-pt-victory-apparel-said)
