---
id: fexyOJ0xq1jR
cluster_id: rKSXJY_4KhHA
title: IPO BUMN Batal Laku? Dulu Dicari, Kini Bikin Rugi
slug: ipo-bumn-batal-laku-dulu-dicari-kini-bikin-rugi
excerpt: Duo BUMN kakap siap-siap ke bursa, tapi kok investor malah ketar-ketir? Track
  record IPO BUMN yang memble bikin euforia padam sebelum padam sebelum meredup, sisa
  harapan investor pada rapor merah. KONTAN
category: BUMN
tags:
- IPO BUMN
- Saham BUMN
- Bursa Efek Indonesia
- KONTAN
source_urls:
- https://insight.kontan.co.id/news/mengobati-jeri-ipo-bumn
source_names:
- KONTAN
image_url: https://foto.kontan.co.id/2Uc_--BLYa3OAgc6RU8LxlE_30Y=/smart/2024/05/21/2086577056p.jpg
meta_title: 'IPO BUMN Terbaru: Antara Harapan dan Kenyataan Pahit'
meta_description: Perusahaan BUMN besar siap IPO, namun investor waspada. Mengapa
  banyak IPO BUMN berujung kerugian? Cek alasannya di sini!
canonical_url: https://berita.media/ipo-bumn-batal-laku-dulu-dicari-kini-bikin-rugi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-13T05:02:04Z'
published_at: '2026-08-13T05:02:04Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Kabarnya, perusahaan pelat merah segede gaban mau gempur Bursa Efek Indonesia, alias IPO! Ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Angkasa Pura, sampai Pelindo digadang-gadang bakal menggelar pesta saham dalam 6 sampai 12 bulan ke depan. Cihui, kan? Tentu saja, di tengah paceklik hajatan IPO yang lagi lesu ini, kabar burung semacam ini disambut hangat, apalagi kalau calon emitennya udah punya nama beken, bukan kacangan. KONTAN

Nah ini dia, tapi euforianya kok ya langsung dipasangi rem tangan. Para investor jeli pada berbisik pesimistis, lho. Bukan tanpa sebab, bro! Kenapa coba? Coba lihat saja rapor merah IPO BUMN dalam beberapa tahun terakhir ini. Dari 13 BUMN non-bank yang berani IPO sejak 2010, cuma PGEO yang sahamnya masih nangkring di atas harga perdana. Sisanya? Ambyar, ludes, nggak bersisa! KONTAN

Parahnya, masalahnya bukan cuma soal fundamental emiten yang emang dari sononya apes, atau salah kelola kayak yang sering kejadian di BUMN Karya sampai terlilit utang. Jangankan yang bisnisnya lagi pincang, yang neraca keuangannya sehat, bisnisnya juga joss punya, ikut-ikutan kena tulah alias bernasib sial pasca-IPO. Astaga, mana ada cerita begini berakhir baik.

Kalau mau dikuliti satu-satu, ya pasti bakal ketemu aja seribu alasan yang bisa disalahin. Tapi ada satu gejala umum yang kayak wabah menular di semua hajatan IPO BUMN: niat maksa buat ngumpulin duit sebanyak-banyaknya! Alhasil, ruang buat harga sahamnya meroket pasca-IPO jadi sempit, malah kadang nggak ada sama sekali. Lah gimana tidak, investor yang beli saham IPO juga kan ngarep untung, bukan cuma emiten atau pemegang saham lama.

Udah gitu, celakanya lagi, investor ritel juga harus beradu kuat nyalinya ngadepin persaingan yang nggak sehat buat rebutan saham perdana. Jadi gosip klasik di kalangan pemain pasar nih, walau nggak pernah ada bukti otentik, kalau IPO BUMN itu sering ada "titipan" dari politisi yang minta jatah. Hadeh, drama macam apa lagi ini?

Yang bikin geram, praktik ini bukan cuma nempel di BUMN doang. Denger-denger sih, korporasi swasta yang lagi nge-hits juga nggak lepas dari praktik serupa, bahkan waktu hajatan IPO konglomerat gede kemarin pun sempat terdengar bisik-bisik permintaan "jatah". Gilanya, siapa yang bisa ngelawan kalau udah ditodong begini?

Jadi jelas, Danantara punya pekerjaan rumah segede gunung buat balikin lagi minat dan kepercayaan investor yang udah kadung tipis. Kalau nggak hati-hati, siap-siap saja calon emitennya bakal jadi tontonan doang, nggak ada yang mau nyentuh. Habis sudah. KONTAN

---
**Sumber:** [KONTAN](https://insight.kontan.co.id/news/mengobati-jeri-ipo-bumn)
