---
id: X8lxChTfrYvB
cluster_id: vRtaNJGIpARk
title: Iran Terbunuh Tapi Kematian Pemimpinnya Bikin Gelombang Baru
slug: iran-terbunuh-tapi-kematian-pemimpinnya-bikin-gelombang-baru
excerpt: Gara-gara nekat gabung Dewan Perdamaian Trump, Indonesia nyaris bikin friksi
  sama Iran. Tapi, kematian Ayatollah Khamenei justru jadi momentum jitu buat Bang
  Jago kembali luruskan frekuensi politik luar negeri kita, bro!
category: politik
tags:
- politik luar negeri
- Indonesia-Iran
- Timur Tengah
- Donald Trump
- Ayatollah Ali Khamenei
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/momentum-menyelaraskan-kembali-frekuensi-politik-luar-negeri
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/-7hLo1aU7lJZtrbWEuvobfr4XbI=/1024x598/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/03/02/450e5f103c36cbc47a71bd2135da1cf0-20260302ron22.jpg
meta_title: Momentum Indonesia-Iran Bangun Frekuensi Politik Luar Negeri
meta_description: Dramatis! Kematian pemimpin Iran jadi peluang emas Indonesia menyelaraskan
  kembali frekuensi politik luar negeri bebas aktif setelah terganjal BoP Trump.
canonical_url: https://berita.media/iran-terbunuh-tapi-kematian-pemimpinnya-bikin-gelombang-baru
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-10T05:02:33Z'
published_at: '2026-07-10T05:02:33Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih kabar politik internasional yang bikin kepala puyeng tapi ngena banget ke urusan kita. Indonesia kan, punya sejarah panjang sama Iran, udah lebih dari seribu tahun nyambung lewat jalur rempah. Tapi ya gitu deh, namanya juga hubungan negara, kadang ada aja drama.

Nah, celakanya, belakangan ini hubungan adem ayem kita sama Iran digoyang. Pemicunya apa? Jelas, gara-gara kita kepincut gabung Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump, medio Januari lalu. Gilanya, belum juga sebulan kita ikutan, eh, Amerika Serikat bareng Israel malah langsung hajar Iran! Yang bikin ngeri, serangan brutal itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran waktu itu, Ayatollah Ali Khamenei. Langsung deh, Timur Tengah makin panas membara, bro! Kompas.id

Parahnya lagi, akibat perang yang masih bergolak hebat, pemakaman Khamenei pun molor! Harusnya sih udah kelar, tapi baru bisa digelar Sabtu (4/7/2026). Jenazahnya dimakamkan di kampung halaman beliau di Mashhad, Kamis (9/7/2026), dan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai negara. Yang bikin menarik, menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Ali Munhanif, acara pemakaman akbar ini ngasih sinyal macem-macem. Salah satunya, Iran ini nggak letoy digebuk AS dan Israel. Mereka mau nunjukin kalau pemerintahannya masih utuh meski terus digempur sejak 28 Februari lalu. Kompas.id

Nah ini dia yang penting! Ali Munhanif bilang, kalau ada pejabat tinggi Indonesia, minimal setingkat menteri, yang nekat hadir di pemakaman Ali Khamenei, wah, itu bisa jadi momentum emas buat nyamain lagi irama kebijakan luar negeri kita sama Iran. "Ini juga nunjukkin komitmen kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang udah diuji habis-habisan belakangan ini, salah satunya karena keanggotaan kita (Indonesia) dalam BoP bentukan Trump," katanya, Rabu (8/7/2026). Kompas.id

Alhasil, mempererat hubungan sama Iran itu bukan cuma soal gengsi, tapi peluang gede buat jaga solidaritas negara-negara Islam. Toh kita sama-sama di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Terus, Ali juga ngingetin, zaman sekarang AS itu lagi sok-sokan jadi "single veto player" di dunia. Mereka ngerasa paling berkuasa bangun tatanan dunia baru. Nah, Indonesia bareng negara Islam lain harusnya bikin kekuatan penyeimbang, biar dunia nggak cuma dikontrol satu poros doang. Kompas.id

"Ini kesempatan buat nunjukin kita satu frekuensi sama Iran dalam politik luar negeri. Bukan berarti langsung nantangin AS. Tapi, menampilkan satu kekuatan buat ngelurusin politik internasional yang udah anarki ini," tegasnya. Dan bukan main, pererat hubungan sama Iran juga bakal buka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari dagang sampai ilmu pengetahuan, bahkan teknologi pertahanan. Maklum, Iran itu jagoan yang mandiri meski diembargo bertahun-tahun. Keren kan? Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/momentum-menyelaraskan-kembali-frekuensi-politik-luar-negeri)
