---
id: 8VgQ7Wh-qzPS
cluster_id: zcQPj_eri-ir
title: Jakarta Disamakan Gotham City, Rupiah Anjlok Malah Bikin Wisatawan Singapura
  Serbu Belanja!
slug: jakarta-disamakan-gotham-city-rupiah-anjlok-malah-bikin-wisatawan-singapura-serbu-belanja
excerpt: Siang bolong-bolong, jalanan Jakarta berubah jadi arena kejahatan jalanan
  yang bikin merinding! Media asing sampai bilang Jakarta mirip Gotham City. Eh, tapi
  malah jadi berkah buat turis Singapura yang doyan belanja gara-gara rupiah melemah.
category: rupiah
tags:
- kejahatan jalanan
- Jakarta
- rupiah
- wisatawan Singapura
- Gotham City
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260601155527-4-739184/media-asing-sorot-kasus-kejahatan-di-jakarta-rupiah-lemah-jadi-berkah
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2024/02/22/ilustrasi-perkantoran-jakarta_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Jakarta Seperti Gotham City, Rupiah Lemah Bikin Turis Singapura Serbu
  Belanja!
meta_description: Kasus kejahatan jalanan marak di Jakarta, media asing samakan dengan
  Gotham City. Tapi ini jadi berkah bagi turis Singapura yang doyan belanja karena
  rupiah melemah.
canonical_url: https://berita.media/jakarta-disamakan-gotham-city-rupiah-anjlok-malah-bikin-wisatawan-singapura-serbu-belanja
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T23:00:58Z'
published_at: '2026-06-02T23:00:58Z'
---

Ceritanya begini. Jalanan Jakarta belakangan ini lagi panas-panasnya. Bukan karena cuaca, tapi gara-gara kasus kejahatan jalanan yang makin marak dan viral di media sosial. Sampai-sampai ada yang berani menyamakan ibu kota kita ini dengan Gotham City, kota fiksi yang terkenal sarangnya kriminalitas dalam komik Batman. Tapi siapa sangka, justru kondisi yang bikin miris ini malah tidak menyurutkan minat wisatawan Singapura untuk datang ke ibu kota kita tercinta. Aneh bin ajaib, bukan? CNBC Indonesia.

Melansir The Straits Times, dalam beberapa bulan terakhir beredar bertubi-tubi video yang memperlihatkan aksi penjambretan dan perampokan sadis yang dilakukan oleh para pengendara motor di berbagai titik strategis Jakarta. Yang bikin geram, korbannya bukan cuma warga lokal yang lagi apes, tapi juga turis asing yang lagi asyik jalan-jalan. Bayangkan saja, pada 8 Mei 2026, seorang warga negara Polandia harus rela tasnya disikat habis di kawasan Kebon Sirih, Menteng. Belum juga selesai kaget, pada 14 Mei, turis asal Italia giliran kehilangan ponselnya karena dijambret saat sedang menunggu ojek online di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Dan puncaknya, turis Jerman juga ikut-ikutan apes kemalingan ponsel di kawasan Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru. Sungguh memalukan! The Straits Times.

Merespons kegaduhan yang terjadi, Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara. Mereka mengklaim telah menyelesaikan 171 kasus kejahatan jalanan dan berhasil mencokok 103 tersangka dalam lima bulan pertama tahun 2026. Lumayan lah, walau rasanya masih jauh dari kata aman. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun tak tinggal diam. Ia mendorong agar penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan jalanan ini semakin digalakkan. Bahkan, ia punya ide brilian untuk mengintegrasikan semua kamera pengawas — mulai dari milik pemerintah, kepolisian, sampai gedung-gedung swasta — ke dalam satu sistem pemantauan terpadu. "Jika ini bisa diimplementasikan, ini akan menjadi sistem pemantauan dini untuk mencegah orang melakukan kejahatan di Jakarta," ucap Pramono, seperti dilansir The Straits Times. Ini bukan cuma soal keamanan, tapi soal marwah ibu kota! The Straits Times.

Parahnya, di tengah ramainya pemberitaan kejahatan jalanan yang bikin ngeri itu, justru ada fenomena unik yang terjadi. Sejumlah wisatawan Singapura yang ditemui The Straits Times justru mengaku tetap nyaman dan santai berkunjung ke Jakarta. Loh kok bisa? Ternyata, bagi mereka, nilai tukar rupiah yang sedang melemah parah justru menjadi berkah tersendiri. Kota ini jadi semakin menarik untuk dijadikan surga belanja dan kuliner dengan harga miring. "Tidak ada waktu untuk takut, terlalu banyak belanjaan yang harus dibeli," canda Noraini Rahmat, seorang turis Singapura berusia 52 tahun, yang datang ke Jakarta bersama dua saudaranya pada 22-25 Mei khusus untuk berburu barang-barang diskon. The Straits Times.

Menurut Noraini, kewaspadaan memang tetap perlu, tapi situasinya tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar lainnya di dunia. "Tentu saja, ketika video seperti itu menjadi viral, orang-orang akan membicarakannya. Tapi jujur saja, kami hanya mencoba berhati-hati seperti yang kami lakukan di Singapura atau kota besar lainnya," ujarnya sambil tersenyum. Lah gimana tidak, dengan rupiah yang segitu-gitunya, belanja baju, tas, atau sekadar jajan makanan lokal jadi jauh lebih hemat. Ujung-ujungnya, meski Jakarta disamakan dengan Gotham City, urusan perut dan dompet para turis Singapura tetap jadi prioritas utama. Selesai sudah, Jakarta jadi tujuan belanja idaman, walau harus diwarnai insiden kejahatan yang bikin geleng-geleng kepala.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news/20260601155527-4-739184/media-asing-sorot-kasus-kejahatan-di-jakarta-rupiah-lemah-jadi-berkah)
