---
id: ACoOTeRA66GL
cluster_id: 18RP8MenJwM4
title: Jaksa Agung Ganteng Lenyap Saat Berantas Mafia Korupsi!
slug: jaksa-agung-ganteng-lenyap-saat-berantas-mafia-korupsi
excerpt: Gila bro, pejabat tinggi negara mendadak amblas pas lagi bongkar kasus korupsi
  kakap! Namanya Baharuddin Lopa, Jaksa Agung yang karirnya meledak-ledak tapi berakhir
  tragis. Ujung-ujungnya bikin spekulasi liar merajalela!
category: korupsi
tags:
- Baharuddin Lopa
- Korupsi
- Jaksa Agung
- Indonesia
- Sejarah
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260709103244-25-749381/pejabat-ri-meninggal-mendadak-saat-bongkar-kasus-korupsi-besar
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2025/11/05/mantan-jaksa-agung-baharuddin-lopa-1762312796776_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: 'Meninggal Mendadak: Jaksa Agung Lopa Amblas Saat Lawan Korupsi'
meta_description: Kisah tragis Baharuddin Lopa, Jaksa Agung yang lenyap mendadak saat
  bongkar kasus korupsi kakap. Keberaniannya mengungkap sejarah kelam Indonesia.
canonical_url: https://berita.media/jaksa-agung-ganteng-lenyap-saat-berantas-mafia-korupsi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-13T05:02:06Z'
published_at: '2026-07-13T05:02:06Z'
---

Waduh, dengerin nih cerita horor soal pemberantasan korupsi yang bikin merinding disko! Di era Presiden Abdurrahman Wahid, Indonesia punya Jaksa Agung yang gregetnya ngalahin macan. Namanya Baharuddin Lopa, sosok yang ditunjuk Juni 2001 itu langsung jadi momok menakutkan bagi para koruptor kelas kakap dan pejabat licik. Bayangin aja, baru nyampe meja kerja, udah segambreng berkas kasus korupsi besar menanti! Menurut Suara Pembaruan (4 Juli 2001), meja kerjanya langsung kebanjiran laporan, bikin Lopa sadar betul bakal ada banyak yang kebakaran jenggot.

Baharuddin Lopa sadar betul, "Terlalu banyak orang yang ketakutan jika saya diangkat menjadi Jaksa Agung, sehingga logis jika orang ramai-ramai memotongi saya agar tidak menjadi Jaksa Agung," ungkapnya dalam buku Kejahatan Korupsi dan Penegakan Hukum (2001). Nah, tapi sayang sekali, perjuangan sang Jaksa Agung yang gagah berani itu cuma sebentar, bro! Tanggal 2 Juli 2001, saat dia lagi enak-enak umrah di Arab Saudi setelah serah terima jabatan Duta Besar RI, badannya ambruk. Mual, muntah, terus nggak sadar diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, Baharuddin Lopa dinyatakan meninggal dunia. Selesai sudah riwayatnya! Parahnya, kepergiannya yang mendadak itu langsung memicu gosip liar kemana-mana, padahal tim dokter bilang gara-gara serangan jantung efek capek kerja. Presdien Gus Dur aja sampai nangis sesenggukan dengernya, saking kehilangan sosok tangguh ini.

Memang sih, keberanian Lopa melawan tikus-tikus negara bukan barang baru. Kariernya sudah panjang membara sejak jadi jaksa di Kejaksaan Negeri Kelas I Makassar tahun 1958. Dia udah dikenal nggak takut basah demi nyelametin duit rakyat. Kenaikannya kariernya ini jadi puncak dari segalanya. Menurut laporan Kompas (17 April 1983), dia pernah dipindah tugas ke Aceh gara-gara ngotot mau nyiduk kepala kantor wilayah yang main serong. Tapi Lopa santai aja, yang penting lurus. Selama tiga setengah tahun di Aceh, dia berhasil bikin geger gegara kasus penyelundupan kayu dan beras yang ngabisin duit negara miliaran rupiah! Heboh banget pokoknya!

Bagi Lopa, prinsipnya jelas: di mana pun ditempatkan, wajib nolong rakyat dan tegakkan keadilan sekuat tenaga. Nggak peduli siapa lawannya, bandit kelas teri atau pejabat berdasi, dihajar terus! "Bila saya akan bertindak sesuatu, selalu saya berpegang bahwa nasib saya di tangan Tuhan. Yang penting kebenaran harus ditegakkan," begitu katanya. Nah, tapi sayang sekali, pemberani sekelas dia harus tumbang mendadak. Celakanya, dia lenyap pas lagi di puncak penegakan hukum. Habis sudah! Rakyat cuma bisa melongo, kasus-kasus besar yang ditanganinya jadi terbengkalai begitu saja. Tragis, bro!

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260709103244-25-749381/pejabat-ri-meninggal-mendadak-saat-bongkar-kasus-korupsi-besar)
