---
id: 5QgnOn2xDF3L
cluster_id: dCaw1AGJmm57
title: Jaksa Sebut Nadiem Punya Niat Jahat, Google Cuma Investasi
slug: jaksa-sebut-nadiem-punya-niat-jahat-google-cuma-investasi
excerpt: Gilanya, jaksa bilang Nadiem punya niat jahat korupsi, tapi Google cuma sebatas
  investor? Lah, kok bisa perusahaan sebesar Google lepas tangan gitu aja dalam kasus
  Chromebook ini?
category: investasi
tags:
- Nadiem Makarim
- Korupsi
- Google
- Investasi
- Hukum
source_urls:
- https://video.kompas.com/watch/1933648/jaksa-jawab-pleidoi-nadiem-google-sebatas-investasi
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://assets-studiohub.kompas.com/video2019/73f614858444241bddf143/410c80f87b3d90934bc5414008d2a019/p_410c80f87b3d90934bc5414008d2a019.JPEG
meta_title: Jaksa Sebut Nadiem Punya Niat Korupsi, Google Cuma Investor
meta_description: Jaksa akui Nadiem punya niat jahat kasus Chromebook, tapi Google
  cuma dianggap investor. Kok bisa?
canonical_url: https://berita.media/jaksa-sebut-nadiem-punya-niat-jahat-google-cuma-investasi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T20:01:35Z'
published_at: '2026-06-02T20:01:35Z'
---

Ceritanya begini. Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, makin panas! Jaksa Penuntut Umum (JPU), Parade Hutasoit, baru saja buka suara soal kenapa Google tidak ikut didakwa. Katanya sih, dalam hukum pidana itu yang paling penting niat jahat atau 'mens rea'. Nah, menurut jaksa, niat jahat itu adanya di Nadiem sendiri, bukan di perusahaan raksasa sekelas Google. Parade Hutasoit bilang begini di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026): "Kalau kita lihat kenapa nggak didakwa, kan kita harus melihat yang paling punya niat di sini kan dari saudara Nadiem sendiri." Aneh bin ajaib, kan? Kompas.com

Parade melanjutkan, keterlibatan Google dalam urusan bisnis yang berkaitan dengan perkara ini cuma dianggap sebagai hubungan investasi profesional biasa ke perusahaan-perusahaan yang lagi berkembang. "Kalau dari Google-nya kan dia hanya sebatas dia punya investasi ke perusahaan, baik perusahaan yang dianggap berkembang," ungkap Parade. Jadi, menurut jaksa, Google itu cuma numpang modal doang, nggak ikut campur lebih jauh soal niat korupsi Nadiem dalam pengadaan Chromebook. Lah, terus gimana ceritanya Nadiem bisa punya niat jahat sementara mitranya, yang jelas-jelas ngasih duit gede, malah dianggap bersih? Ini logika yang bikin geleng-geleng kepala, bro! Kompas.com

Yang bikin gemas, di satu sisi jaksa menyebut Nadiem punya niat jahat, tapi di sisi lain Google yang notabene pemain utama dalam ekosistem digital, cuma dianggap sebagai 'investor'. Bukankah ini preseden buruk? Bayangkan saja, perusahaan multinasional bisa bebas dari jeratan hukum hanya karena statusnya 'investor', sementara pejabat yang diduga terlibat malah diseret habis-habisan. Celakanya, keputusan ini bisa jadi celah buat korporasi lain untuk melakukan hal serupa di masa depan. Mereka bisa aja bikin skema investasi yang rumit untuk menutupi jejak kriminal mereka, dan akhirnya cuma pejabat level Nadiem yang menanggung beban. Ini bukan soal Nadiem saja, ini soal bagaimana hukum kita bekerja untuk siapa. Kompas.com

Parahnya lagi, publik yang sudah terlanjur geram melihat dugaan korupsi di dunia pendidikan, jadi makin bertanya-tanya. Kalau Google cuma investasi, lalu siapa yang bertanggung jawab penuh atas dugaan aliran dana fantastis itu? Apakah Nadiem sendiri yang memutar uang miliaran rupiah untuk kepentingan pribadi, tanpa ada pengaruh dari pihak Google yang notabene penyedia utama teknologi? Pertanyaan ini menggantung, dan jawaban jaksa barusan justru terasa seperti mengambinghitamkan Nadiem semata. Habis sudah, rakyat cuma bisa gigit jari melihat drama hukum ini. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://video.kompas.com/watch/1933648/jaksa-jawab-pleidoi-nadiem-google-sebatas-investasi)
