---
id: 8fLis7JEx8V9
cluster_id: Wqvp8TbMHr2E
title: Jaktamansari Rawan Bocah! Anak Dibisniskan di Lokasari, Pemprov Baru Bergerak
  Panik
slug: jaktamansari-rawan-bocah-anak-dibisniskan-di-lokasari-pemprov-baru-bergerak-panik
excerpt: Gila bro, kabarnya Lokasari, Jakarta Barat, jadi sarang prostitusi anak di
  bawah umur! Video viral pria Jepang ditawari belasan tahun bikin geram. Pemprov
  DKI baru kebakaran jenggot, langsung koordinasi sana-sini.
category: viral
tags:
- prostitusi anak
- lokasari
- jakarta barat
- pemprov dki
- viral
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8505008/pemprov-dki-telusuri-viral-dugaan-prostitusi-anak-di-lokasari-jakbar
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/06/24/staf-khusus-gubernur-jakarta-chico-hakim-taufiqdetikcom-1750766788694_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Lokasari Diduga Prostitusi Anak: Pemprov DKI & Polisi Dalami Video Viral'
meta_description: Kawasan Lokasari Jakarta Barat viral diduga jadi tempat prostitusi
  anak di bawah umur. Pemprov DKI dan polisi sedang menelusuri kebenaran kabar meresahkan
  ini.
canonical_url: https://berita.media/jaktamansari-rawan-bocah-anak-dibisniskan-di-lokasari-pemprov-baru-bergerak-panik
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T02:01:39Z'
published_at: '2026-05-26T02:01:39Z'
---

Ceritanya begini. Lokasari, jantungnya Jakarta Barat, tiba-tiba heboh viral diduga jadi pasar gelap anak-anak. Remaja belum genap 17 tahun diduga jadi komoditas bisnis seks. Pemandangan miris ini terekam jelas dalam video yang beredar luas, direkam oleh seorang Warga Negara Jepang yang konon ditawari jasa 'murah meriah' dengan teriakan "seventeen" dan "perawan".

Yang bikin geram, informasi miring ini baru ditanggapi serius oleh Pemprov DKI setelah viral dan bikin malu. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mendadak kebakaran jenggot, bilang "memandang sangat serius" dugaan eksploitasi ini. Alhasil, koordinasi PONTIANAK pun digelar. Pemkot Jakarta Barat, Sudin PPAPP, Sudin Sosial, bahkan Polsek Tamansari, semuanya diperintah turun tangan mendalami informasi yang sudah telanjur menyebar kemana-mana. Parahnya, baru sekarang bergerak.

Chico sesumbar Pemprov DKI tidak akan mentolerir segala bentuk eksploitasi seksual anak. Instruksi patroli intensif dan monitoring ketat dikeluarkan, seolah-olah selama ini mereka tidur pulas. Penguatan koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Jakbar juga dijanjikan, demi penindakan tegas jika bukti ditemukan. Tapi ingat, itu kalau terbukti. Nah, kalau tidak ada bukti? Apakah kasus ini akan menguap begitu saja seperti banyak kasus lain?

Kapolsek Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, membenarkan adanya video viral tersebut dan menegaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan. "Ini masih dalam tahap pendalaman ataupun proses lidik (penyelidikan)," ujarnya. Namun, mendengar kata "pendalaman" dan "penyelidikan" ini, rakyat sudah hapal artinya: entah sampai kapan. Sudah banyak cerita begini berakhir tanpa kejelasan.

Celakanya, jika kabar ini benar adanya, Pemprov DKI siap "memberikan perlindungan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi korban anak". Ini adalah kalimat standar yang selalu diucapkan saat krisis. Tapi yang lebih penting, mengapa penegakan hukum dan pencegahan tidak dilakukan jauh sebelum viral? Kenapa anak-anak kita harus jadi bisnis menjijikkan di tempat yang katanya pusat hiburan? Gilanya, anak-anak belasan tahun yang seharusnya belajar dan bermain, malah diisukan ditawarkan "perawan" di keramaian. Sungguh negeri yang entah mau dibawa ke mana arahnya. detikNews, detikNews, detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8505008/pemprov-dki-telusuri-viral-dugaan-prostitusi-anak-di-lokasari-jakbar)
