Jaringan Starlink: Analisis Mendalam oleh CEO Telkom Mengenai Kekuatan dan Keterbatasannya

Jaringan Starlink: Analisis Mendalam oleh CEO Telkom Mengenai Kekuatan dan Keterbatasannya

Direktur Utama Telkom Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan satelit orbit rendah seperti Starlink efektif di daerah terpencil (3T), tetapi tidak cocok di daerah padat penduduk karena gangguan. Indonesia membutuhkan tiga teknologi untuk telekomunikasi: fiber optik (daerah perkotaan), seluler (daerah kepadatan rendah), dan satelit (daerah 3T). Satelit memiliki kelemahan, seperti sensitif terhadap penghalang dan membutuhkan receiver khusus di atap rumah tanpa penghalang. Meski Starlink dapat membantu masyarakat di daerah 3T, namun masih dibutuhkan teknologi lain untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi secara keseluruhan.