---
id: TjI0wjCB5_k2
cluster_id: 3Q17KLs1Riy6
title: 'Jenderal Korupsi Babak Belur: Negeri Ini Kian Terjepit Duit Haram!'
slug: jenderal-korupsi-babak-belur-negeri-ini-kian-terjepit-duit-haram
excerpt: Gila, bro! Kasus korupsi makin merajalela, nyaris menyikat semua lini, dari
  DPR sampai jaksa agung! Begini terus negeri ini mau maju kayak gimana, coba?
category: korupsi
tags:
- korupsi
- ekonomi politik
- penegakan hukum
- tikus berdasi
- Reformasi
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/korupsi-bahan-bakar-ekonomi-politik-indonesia
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/54Bmz8j-rLYkj04n7LfwC5OrrQw=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/08/10/adcf6f2e2d262130b839a7bd20ad9e2e-20260810_Opini_Digital_2.jpg
meta_title: 'Korupsi Sikat Habis Ekonomi: Pejabat Tinggi Hingga Jaksa Agung Terlibat!'
meta_description: NEGERI DARURAT KORUPSI! Jaksa Agung Muda ikut terseret. Sistem busuk
  reproduksi duit haram, pejabat dicokok, ekonomi terancam amblas. Ini bukan sekadar
  moral, ini akar masalahnya!
canonical_url: https://berita.media/jenderal-korupsi-babak-belur-negeri-ini-kian-terjepit-duit-haram
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-11T17:02:28Z'
published_at: '2026-08-11T17:02:28Z'
---

Buset, gila benar! Ini negeri kagak ada habisnya digerogoti tikus-tikus berdasi! Udah mau tiga dekade pasca-Reformasi, korupsi ini masih aja jadi momok paling ngeri, bikin ekonomi ambruk lebur.

Buktinya? Daftar pejabat yang dicokok makin panjang aja nih: anggota dewan, hakim pengadil, sampai kepala daerah satu per satu meringkuk di balik jeruji besi, bahkan yang pernah jadi menteri pun ikut kena gebuk!

Nah, yang bikin gempar belakangan ini adalah kasus oknum Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Dia ikut kecipratan kasus bareng sama kepala daerah yang balik dicokok. Gilanya, ini tuh bukan cuma soal satu dua orang, tapi ngungkit lagi pertanyaan usang yang bikin greget: kok bisa ya korupsi terus direproduksi, padahal lembaga antikorupsi udah dibikin, dan ratusan pejabat udah jadi pesakitan?

Yang bikin ngeri, kasus ini bukan sekadar masalah penyalahgunaan kekuasaan segelintir oknum. Ini nampol kita semua, kalau nggak ada institusi yang kebal sama permainan kekuasaan yang ngebentuk ekonomi politik negeri ini. Malah, institusi yang seharusnya jadi benteng pengawas justru kebawa arus. Jadi, persoalannya bukan cuma soal siapa yang nyolong, tapi bagaimana sistemnya udah busuk dari akar!

Orang bilang, korupsi marak gara-gara moral individu lemah atau penegakan hukum nggak taring. Ya, nggak sepenuhnya salah sih. Tapi, penjelasan gitu doang nggak cukup buat ngerti kenapa korupsi terus nongol secara sistematis, melintasi ganti presiden, perubahan undang-undang, bahkan ganti generasi politisi. Sungguh bikin geleng-geleng kepala!

Celakanya, akar masalahnya bukan cuma soal moralitas individu yang amoral itu, betapapun banyaknya mereka yang telibat. Masalah sebenarnya tuh ada di jalinan sosial dan politik yang jadi pondasi tumpukan duit haram dan perebutan kekuasaan. Di situ, korupsi dicetak berulang kali kayak pabrik.

Sejak zaman Orde Baru, pengumpulan duit di Indonesia tuh erat banget kaitannya sama birokrasi, elite politik, dan para cukong bisnis. Akses proyek negara, izin usaha, sumber daya alam, pinjaman, semua itu nggak pernah ngikutin aturan main yang bener. Melulu soal koneksi dan siapa main siapa. Ini yang bikin makin panas Kompas.id.

Alhasil, dalam sistem kayak begini, korupsi bukan lagi sekadar penyimpangan. Malah, itu jadi jurus jitu buat ngumpulin duit kampanye, bagi-bagi hasil rampokan, ngebentuk koalisi elite, dan ngumpulin modal. Pokoknya, korupsi sudah jadi bumbu penyedap cara ekonomi politik negeri ini jalan. Sampai kapan mau begini terus?! Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/korupsi-bahan-bakar-ekonomi-politik-indonesia)
