---
id: MnWzmjyua4nW
cluster_id: _HCxXfi6V1nn
title: Jokowi Tinggalkan Istana Tapi Pengaruh Politiknya Masih Ganas!
slug: jokowi-tinggalkan-istana-tapi-pengaruh-politiknya-masih-ganas
excerpt: Gila, bro! Meski sudah lengser dari Istana Negara, jejak politik Joko Widodo
  ternyata masih membekas kuat, bahkan ia nekat safari politik dengan PSI ke pelosok
  negeri. Penghormatan adat pun ia terima bak raja, padahal kekuasaan formalnya sudah
  lenyap! Kompas.com
category: politik
tags:
- Jokowi
- Politik
- PSI
- Pengaruh Politik
- Presiden
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/08/05/09290001/pengaruh-politik-jokowi-masih-besar?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/t7YT9gwrldsaAdH_b9qHJv1aBYw=/311x90:996x547/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/02/6a6f1955bc8cd.jpg
meta_title: Pengaruh Politik Jokowi Masih Membara Meski Tak Lagi Presiden
meta_description: Tak lagi di Istana, pengaruh politik Joko Widodo justru kian membara.
  Safari politik bersama PSI ke Lampung dan NTT buktikan karisma mantan presiden masih
  sangat kuat, bahkan disambut gelar adat raja!
canonical_url: https://berita.media/jokowi-tinggalkan-istana-tapi-pengaruh-politiknya-masih-ganas
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-06T05:01:35Z'
published_at: '2026-08-06T05:01:35Z'
---

Gimana nggak bikin geleng-geleng kepala, Bung? Joko Widodo, sang mantan presiden, resmi lepas dari Istana Negara sejak Oktober 2024 lalu. Kekuasaan formalnya sudah tamat riwayatnya, tapi jangan kira pengaruh politiknya ikut amblas! Nah ini dia, safari politiknya bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini membuktikan kalau pengaruhnya masih nendang abis.

Di Lampung, Jokowi nongol pakai atribut PSI, sesekali ngasih motivasi ke pengurus partai, bahas target Pemilu 2029, sampai-sampai dapat gelar adat keren "Baginda Pemuka Bangsa". Eh, selang sebulan, di NTT, dia nongol lagi di acara PSI, kali ini dipuji sebagai "Saudara Raja Raja Timor" oleh para petinggi kerajaan adat di sana. Yang bikin gempar, dua acara ini digelar hampir dua tahun setelah dia nggak pegang jabatan presiden lagi! Dia datang bukan sebagai kepala negara, nggak bawa perintah menteri, apalagi kewenangan administratif ke kepala daerah. Tapi kok ya massa tetap ngumpul, berita nasional jadi gegap gempita, penghormatan adat mengalir deras, dan lawan politiknya langsung sewot merespons? Keblinger, nggak sih?

Alhasil, pengaruh politik Jokowi jelas nggak bisa diukur cuma dari elektabilitas PSI doang, sob. Kekuasaan formal sama pengaruh itu dua hal yang beda bingits. Kekuasaan bisa lenyap barengan masa jabatan habis, tapi pengaruh bisa bertahan jauh lebih lama. Setidaknya ada lima kunci kenapa modal politik Jokowi masih layak dilirik serius, kata Kompas.com. Pertama, modal politik personal alias personal political capital. Nama besar, popularitas gila-gilaan, rekam jejak sepuluh tahun mimpin bangsa, plus jaringan relawan yang dibangun dari nol sampai level kepresidenan, semua dibawa. Modal beginian nggak gampang luntur cuma karena ganti status jadi mantan. Masyarakat mungkin punya penilaian macem-macem soal warisan pemerintahannya, tapi namanya tetap eksis dan tindakannya selalu jadi sorotan tajam. Dalam pertarungan elektoral, tingkat pengenalan, ingatan rekam jejak, dan jaringan lama itu aset yang luar biasa.

Belum lagi, safari ke Lampung dan NTT itu bukan jalan-jalan tanpa kalkulasi. Keduanya daerah yang dulunya ngasih dukungan jos ke Jokowi. Jadi, perjalanan itu bisa diartikan sebagai upaya merawat kembali benang merah politik yang udah terjalin kuat bertahun-tahun. Kedua, symbolic capital alias modal simbolik. Penganugerahan gelar adat di Lampung dan sambutan hangat dari para raja di Timor itu menarik banget kalau dilihat dari kacamata modal simbolik. Gelar adat emang nggak sama persis sama dukungan suara di TPS. Penghormatan dari masyarakat adat juga nggak otomatis bikin mereka milih partai atau calon yang didukung Jokowi. Tapi, simbol itu punya fungsi politik tersendiri yang bikin lawan politik klepek-klepek. Ia memperlihatkan penerimaan yang bikin panas kuping lawan politiknya, kata Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/08/05/09290001/pengaruh-politik-jokowi-masih-besar?page=all)
