---
id: qgTv0DAUILjk
cluster_id: SCh9wbNJrwEO
title: Kapal BUMN Pailit, Aset Dok Kapal Surabaya Lenyap Diborong Danantara
slug: kapal-bumn-pailit-aset-dok-kapal-surabaya-lenyap-diborong-danantara
excerpt: Gila bro, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) yang sudah berumur 116 tahun
  dinyatakan pailit! Alhasil, asetnya yang berharga bakal disikat bersih oleh PT Danantara
  untuk dikonsolidasikan ke PT PAL, bikin para pengusaha kapal nelangsa.
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Pailit
- Dok Kapal Surabaya
- Danantara
- PT PAL
- Industri Perkapalan
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8575923/bumn-dok-perkapalan-indonesia-pailit-danantara-ungkap-ambil-alih-aset
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2020/07/02/logo-baru-kementerian-bumn-1_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: BUMN Dok Kapal Indonesia Pailit, Asetnya Lenyap Diborong Danantara
meta_description: Gila! PT Dok dan Perkapalan Surabaya dinyatakan pailit. Asetnya
  kini siap diambil alih Danantara. Pengusaha keluhkan minimnya dukungan kebijakan.
canonical_url: https://berita.media/kapal-bumn-pailit-aset-dok-kapal-surabaya-lenyap-diborong-danantara
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-15T17:04:04Z'
published_at: '2026-07-15T17:04:04Z'
---

Gila, bro! Kapal pelat merah kebanggaan bangsa, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), yang sudah berdiri 116 tahun, kini tinggal nama! Perusahaan legendaris ini dinyatakan pailit sejak awal Juli 2026, bikin heboh jagat perkapalan nasional. Parahnya lagi, COO Danantara, si Om Dony, malah berkoar bakal ngambil alih aset-asetnya untuk dikonsolidasikan ke PT PAL. Ini bukan gosip, ini fakta pahit yang terungkap! detikFinance

“Eh nanti saya cek ya, kita kan mau konsolidasikan itu kan, semua dok kapal kita kan,” ujar Dony dengan entengnya. Tapi jangan salah, omongan santai itu menyimpan drama besar. “Asetnya kan kita ambil. Jadi mekanismenya, mekanisme itu. Tetapi asetnya akan dikonsolidasikan ke PT PAL,” sambungnya, seolah aset berharga ini barang cucian. Nah ini dia, yang bikin geram, skema pengambilan aset setelah perusahaan bangkrut ternyata jauh lebih murah buat pemerintah. Jadi, DPS yang sudah payah-payahan berdarah-darah membangun nama, kini asetnya mau disikat habis dengan harga miring. Mana ada cerita begini berakhir baik? detikFinance

Kabar duka ini pertama kali datang dari para pengusaha pelayaran yang kian resah. Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA), Carmelita Hartoto, sampai berdecak pinggang. Pailitnya galangan kapal BUMN sekelas DPS ini bukan sekadar berita bangkrut biasa, tapi alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pelaku industri kapal. Ini jadi bukti nyata betapa industri strategis ini butuh dukungan kebijakan yang nyata dan berkelanjutan, bukan cuma omong kosong belaka. detikFinance

Carmelita menambahkan, penguatan industri galangan kapal nasional adalah kunci utama agar Indonesia benar-benar jadi negara maritim yang berdaulat. Dinamika pahit DPS ini seharusnya jadi momentum untuk memperkuat kebijakan yang ada, agar industri galangan kapal kita bisa sehat, kompetitif, dan terus berkelanjutan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, industri yang padat modal, padat karya, dan butuh investasi jangka panjang ini dibiarkan terpuruk. Yang ada hanya janji manis dan implementasi kebijakan yang mandek. detikFinance

Yang bikin makin ngelus dada, Carmelita menyoroti perbedaan karakter industri galangan kapal dengan industri lain. Industri ini butuh investasi super besar dengan balik modal yang bisa memakan waktu lama, belum lagi harus memenuhi standar internasional yang ketat. Makanya, pengembangan galangan kapal nasional memerlukan dukungan kebijakan yang tak terputus agar bisa bersaing dengan raksasa seperti China dan Korea Selatan yang jelas-jelas memberikan keberpihakan kuat. “Political will pemerintah sudah terlihat. Tantangannya sekarang adalah implementasi komitmen tersebut menjadi kebijakan yang mampu menjawab persoalan riil yang dihadapi industri galangan, mulai dari bahan baku hingga pembiayaan,” keluhnya. Entah sampai kapan nasib industri vital ini akan terus digantung, hanya Tuhan yang tahu. detikFinance

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8575923/bumn-dok-perkapalan-indonesia-pailit-danantara-ungkap-ambil-alih-aset)
