---
id: J3WQp0fkopKH
cluster_id: DrbYWnT6b-SI
title: Kapolda Sulsel Perintah Gebuk Ormas Bermuatan Politik!
slug: kapolda-sulsel-perintah-gebuk-ormas-bermuatan-politik
excerpt: Bermodal info intelijen, Kapolda Sulsel Irjen Djauhandhani Rahardjo Puro
  memerintahkan jajarannya untuk 'menggebuk' ormas yang dianggap punya tujuan politik
  tak kondusif. Belum jelas siapa mereka, tapi warning keras sudah dikeluarkan. Celakanya,
  ini barengan sama maraknya begal!
category: politik
tags:
- Kapolda Sulsel
- Ormas Politik
- Penegakan Hukum
- Begal
- Kejahatan Jalanan
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/kapolda-sulsel-curigai-gerakan-politik-tertentu-perintahkan-gebuk
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/B5B6NcltIfLoZNW8oZ1i7fQ7ZgQ=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/26/575e05cf4785386f107c1af31c672085-DSC02410.jpeg
meta_title: 'Kapolda Sulsel Perintah ''Gebuk'' Ormas Politik: Ada Apa di Balik Layar?'
meta_description: Kapolda Sulsel Irjen Djauhandhani Rahardjo Puro perintahkan jajarannya
  'gebuk' ormas bermuatan politik. Tapi siapa targetnya? Penjelasan terkesan samar
  di tengah maraknya begal.
canonical_url: https://berita.media/kapolda-sulsel-perintah-gebuk-ormas-bermuatan-politik
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T08:01:26Z'
published_at: '2026-05-26T08:01:26Z'
---

Ceritanya begini. Di Makassar, Sulawesi Selatan, Kapolda Irjen Djauhandhani Rahardjo Puro mendadak angkat bicara. Beliau punya info intelijen, katanya ada pergerakan politik yang bisa bikin situasi jadi panas dingin. Nah, atas dasar info itulah, beliau langsung kasih perintah tegas ke anak buahnya: "Manakala itu didapatkan untuk membuat situasi yang tidak kondusif, saya perintahnya cuma satu, gebuk!" Gilanya, perintah gebuk ini bukan cuma omong kosong. Kapolda menegaskan bahwa ini soal penegakan hukum, dan kalau ada aktivitas yang ganggu ketertiban, siap-siap saja digulung. Kompas.id

Dan siapa targetnya? Kapolda menyebut ada "beberapa kelompok dan organisasi masyarakat (ormas) yang punya kepentingan politik tertentu". Tapi jangan harap Bapak Kapolda mau buka mulut lebih lebar. Katanya, ini masih "informasi intelijen". Alhasil, seluruh Sulsel bisa jadi was-was. Siapa yang dimaksud? Ormas apa? Belum jelas. Yang pasti, ini sebuah warning keras, "Kami tidak akan segan-segan melaksanakan upaya-upaya penegakan hukum." Kata-kata yang bikin bulu kuduk berdiri, bukan? Kompas.id

Yang bikin geram, Kapolda buru-buru bilang kalau masalah ormas politik ini beda sama maraknya kejahatan jalanan alias begal yang lagi merajalela. Beliau nyebut kalau para begal ini cuma "anak muda yang mencari jati diri" dan "tindakan spontanitas" saat kumpul-kumpul, kebut-kebutan, lalu kebablasan. Kalau menurut analisis sementara polisi, ini bukan dikendalikan kelompok tertentu. Wah, penjelasannya kok gampang banget ya? Kompas.id

Faktanya, Polda Sulsel mencatat ada 148 kasus kejahatan jalanan selama 2026 dengan 176 tersangka. Kota Makassar jadi sarang begal nomor satu. Barang bukti yang disita juga bukan main: 123 motor, puluhan senjata tajam, dan 2.091 anak panah serta ketapel. Parahnya lagi, 80 persen pelaku itu masih anak di bawah umur. Lah gimana tidak geram, urusan begal yang korbannya rakyat kecil kok dibilang cuma "spontanitas anak muda", tapi urusan "politik tak kondusif" langsung sigap "digebuk"? Kompas.id

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, pun mempertegas lagi soal "warning" Kapolda tadi. Katanya, ini laporan intelijen buat "memetakan kemungkinan masalah". Ada kelompok yang "diduga punya agenda politik tertentu", "keberadaan mereka sudah terdeteksi", "potensinya mengganggu keamanan". Tapi lagi-lagi, "gerakan politik yang dimaksud seperti apa"? Tetap misteri. Yang jelas, ada potensi masalah serius yang sudah diendus, tapi detailnya ditelan sendiri. Selesai. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/kapolda-sulsel-curigai-gerakan-politik-tertentu-perintahkan-gebuk)
