---
id: dDiLKqcl4HvI
cluster_id: QvhJtAi65jCW
title: Kasus Bullying SMPN 1 Blora Berakhir Damai, Laporan Polisi Dicabut!
slug: kasus-bullying-smpn-1-blora-berakhir-damai-laporan-polisi-dicabut
excerpt: Gila bro, kasus dugaan bullying di SMPN 1 Blora ini malah berujung damai!
  Korban berinisial APW malah minta laporan polisi dicabut demi kembali berteman,
  bikin geleng-geleng kepala.
category: bullying
tags:
- bullying
- SMPN 1 Blora
- perdamaian
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/08/16/113347178/korban-bullying-smpn-1-blora-pilih-berdamai-laporan-polisi-segera-dicabut
source_names:
- regional.kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/LplodmMqDOiSFl8Ni3EM7l_MOIE=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/13/6a7d4d1577100.jpg
meta_title: Bullying SMPN 1 Blora Berakhir Damai, Laporan Polisi Dicabut
meta_description: Kasus bullying SMPN 1 Blora gegerkan publik, namun korban memilih
  berdamai dan cabut laporan polisi. Apa sanksi pelaku?
canonical_url: https://berita.media/kasus-bullying-smpn-1-blora-berakhir-damai-laporan-polisi-dicabut
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-16T05:02:05Z'
published_at: '2026-08-16T05:02:05Z'
---

Alhasil, kasus perundungan yang bikin gempar SMPN 1 Blora, Jawa Tengah, kini dimentahkan begitu saja! Korban yang tadinya ngotot ngelaporin kasusnya ke polisi, eh, malah minta damai. Gilanya lagi, dia mau nyabut laporan polisi biar bisa balikan temenan sama para pelaku. Sungguh keputusan yang bikin kita tercengang, mana ada korban mau balik berteman sama yang udah nge-bully? Ini semua murni permintaan korban berinisial APW, kok, katanya mau fokus sekolah dan gak mau ada keributan lagi. Sang kuasa hukum korban, Adhi Aprianto, langsung membeberkan kesepakatan ini usai pertemuan keluarga korban dan pelaku di Blora. Sungguh nasib korban yang malang harusnya tak berujung begini, ya kan? Regional.kompas.com

Nah ini dia yang bikin makin runyam, kesepakatan damai ini kabarnya bukan karena ada tekanan dari pihak manapun. Adhi Aprianto dengan tegas bilang kalau ini murni dari kesadaran korban dan keluarganya, gak ada paksaan sama sekali. Keluarga pelaku pun udah berulang kali minta maaf, tapi ya namanya luka akibat bullying itu gak semudah itu sembuh, kan? Yang bikin dongkol, sebagai ganti kelakuan bejatnya, pelaku cuma dihukum shalat Dhuha 40 hari plus disuruh bersihin kamar mandi sekolah di luar jam pelajaran. Habis sudah harapan kita para pelaku jera, cuma segitu doang sanksinya? Regional.kompas.com

Dan bukan main, soal pengawasan sekolah, korban pun gak mau kecolongan lagi. Minta sekolah pasang CCTV lebih banyak biar kejadian serupa gak terulang. Sekolah sih katanya setuju buat nambah 16 unit CCTV baru, termasuk di area yang sering jadi tempat tindak kejahatan macam kamar mandi. Tapi, apakah penambahan CCTV ini bakal ampuh bikin sekolah aman dari ulah bocah-bocah brutal? Atau cuma jadi hiasan baru aja? Warga perlu waspada terus, jangan sampai ada korban lagi karena ulah generasi penerus bangsa yang kelakuannya malah makin jadi. Regional.kompas.com

Yang bikin makin gregetan, keputusan damai ini justru lahir dari kesadaran penuh korban untuk tetap bersekolah dan berinteraksi kembali dengan teman-temannya. "Yang terpenting ini adalah permintaan dari korban," ujar Adhi Aprianto, kuasa hukum korban, seusai pertemuan antara keluarga korban dan keluarga siswa yang diduga terlibat di Blora, Sabtu (15/8/2026), dilansir dari Antara. Pihaknya pun akan segera menyampaikan surat kepada sekolah sebagai bukti kesungguhan dalam proses pencabutan laporan. Parahnya, sekolah menyetujui penambahan 16 kamera pengawas atau CCTV, termasuk peningkatan pengawasan di area kamar mandi. Regional.kompas.com

---
**Sumber:** [regional.kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/08/16/113347178/korban-bullying-smpn-1-blora-pilih-berdamai-laporan-polisi-segera-dicabut)
