---
id: 73Du9rBpgZYG
cluster_id: 6zdSwghvHL-8
title: 'Keanehan Talaud: Uang Logam Rupiah Ditolak Mentah-mentah!'
slug: keanehan-talaud-uang-logam-rupiah-ditolak-mentah-mentah
excerpt: Di ujung utara Indonesia, tepatnya di Kepulauan Talaud, ada kebiasaan aneh
  yang bikin geleng-geleng. Warga di sana tak mau menerima uang logam rupiah, mereka
  cuma mau kertas! Alasan di baliknya bikin kaget.
category: uang
tags:
- Talaud
- uang logam
- uang kertas
- transaksi
- digital payment
source_urls:
- https://travel.detik.com/travel-news/d-8510284/cerita-warga-kepulauan-talaud-yang-tidak-menerima-uang-logam-rupiah
source_names:
- detikTravel
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/29/pantai-pasir-putih-melonguane-talaud-1780068325290_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Keunikan Talaud: Uang Koin Ditolak, Warga Pilih Uang Kertas'
meta_description: Jauh di ujung utara Indonesia, Kepulauan Talaud punya kebiasaan
  unik. Warga menolak uang logam rupiah, lebih memilih transaksi pakai uang kertas
  atau digital. Kok bisa?
canonical_url: https://berita.media/keanehan-talaud-uang-logam-rupiah-ditolak-mentah-mentah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T02:02:58Z'
published_at: '2026-05-30T02:02:58Z'
---

Ceritanya begini. Bayangkan sebuah kepulauan yang berada di paling ujung utara negeri kita, namanya Talaud. Berbatasan langsung sama Filipina, cuma seluas mata memandang, eh kok ada kebiasaan yang bikin dahi berkerut. Warga di sana, katanya, ogah terima duit receh logam. Mau beli apa saja, harus pakai uang kertas!

Nah ini dia, kalau kamu berniat jalan-jalan ke sana, siap-siap saja bawa uang rupiah kertas. Mulai dari seribu sampai seratus ribu, semua aman. Tapi kalau bawa koin? Lupakan saja. Soalnya, masyarakat Talaud katanya tidak terbiasa transaksi pakai koin. Jangankan buat bayar, punya pun jarang.

Kenapa bisa begitu? Kata sumber detikTravel, jarak mereka yang lumayan jauh dari Manado membuat harga barang kebutuhan pokok jadi melambung tinggi. Belum lagi, Talaud ini kan dikenal sebagai penghasil pala yang harganya lumayan menggiurkan. Jadi, kebiasaan mereka berbelanja itu unik. Misal, mau beli barang seharga Rp2.500, mereka akan ambil dua item, jadilah total Rp5.000, pas dibayar pakai uang kertas. Praktis, tanpa perlu pusingin recehan.

Parahnya lagi, padahal katanya sudah banyak menara internet dan Starlink yang menjangkau pulau-pulau kecil di sana, tapi kebiasaan ini masih melekat. Gilanya, meskipun tidak biasa pakai koin, mereka justru sangat familiar dengan pembayaran digital atau mobile banking. Jadi, kalau seporsi mie goreng plus telur harganya Rp7.500, traveler tidak perlu repot beli dua porsi seharga Rp15.000. Cukup keluarkan smartphone, bayar pakai mobile banking atau e-wallet. Praktis, kan?

Jadi, kesimpulannya, kalau kamu ke Talaud, bawa saja uang kertas dan pastikan punya aplikasi pembayaran digital. Jangan sampai niat mau beli oleh-oleh pala malah repot gara-gara tidak ada kembalian receh. Uang kertas jadi primadona, koin jadi tamu tak diundang. Entah sampai kapan kebiasaan unik ini bertahan.

---
**Sumber:** [detikTravel](https://travel.detik.com/travel-news/d-8510284/cerita-warga-kepulauan-talaud-yang-tidak-menerima-uang-logam-rupiah)
