---
id: sQOMkbRA1E7h
cluster_id: CSJCBdcIniCX
title: Kepala BGN Dicopot! Program Makan Bergizi Gratis Kini Kena Moratorium
slug: kepala-bgn-dicopot-program-makan-bergizi-gratis-kini-kena-moratorium
excerpt: Habis sudah era Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional. Baru juga diganti
  Nanik S. Deyang, program makan bergizi gratis (MBG) langsung kena moratorium pembangunan
  dapur baru. Gilanya, puluhan ribu dapur yang sudah ada pun mau ditata ulang!
category: MBG
tags:
- MBG
- Badan Gizi Nasional
- Nanik S. Deyang
- Dadan Hindayana
- Moratorium
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/20010561/ini-yang-berubah-dari-mbg-pasca-dadan-hindayana-dicopot
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/qCpQl5i4Mq6EMqOvRf_WBGw8RV4=/0x0:4999x3333/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/09/26/68d61b1c5b9ff.jpg
meta_title: 'Gebrakan Kepala BGN Baru: MBG Kena Moratorium & Cari Dana CSR'
meta_description: Baru dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang langsung moratorium pembangunan
  dapur MBG. Puluhan ribu dapur yang ada mau ditata ulang, dan siap cari dana non-APBN.
  Ada apa?
canonical_url: https://berita.media/kepala-bgn-dicopot-program-makan-bergizi-gratis-kini-kena-moratorium
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T17:02:01Z'
published_at: '2026-06-05T17:02:01Z'
---

Ceritanya begini. Siapa sangka, Dadan Hindayana yang tadinya memegang kendali Badan Gizi Nasional (BGN) harus angkat koper mendadak! Baru saja tanggal 2 Juni 2026, posisinya langsung diserobot Nanik S. Deyang. Dan jangan main-main, gebrakan pertama Nanik sungguh bikin geleng-geleng kepala.

Nah ini dia yang bikin heboh. Dalam jumpa persnya di Kantor BGN, Kamis (4/6/2026), Nanik langsung membeberkan sejumlah perubahan kebijakan terkait program makan bergizi gratis (MBG) yang jadi primadona itu. Yang paling mencolok? Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur penyedia makanan, sekarang kena moratorium alias ditunda total. Kompas.com

Parahnya, Nanik mengaku ada puluhan ribu dapur yang sudah beroperasi tapi belum tuntas ditata ulang. "Kami akan beresin dulu ini ya. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja. Jadi moratorium," ujar Nanik dengan tegas. Bayangkan, 27.000 lebih dapur yang sudah siap tempur malah mau dirombak satu-satu. Ini bukan soal menambah, tapi merapikan yang sudah ada. Kompas.com

Yang bikin geram, fokus penataan ulang ini bukan buat nambah jumlah penerima, tapi justru mau ngejar daerah-daerah terpencil yang katanya belum terjamah. "Jadi pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," katanya. Jadi, dapur-dapur yang sudah ada, terutama yang menumpuk di daerah padat penduduk, akan dievaluasi ketat. Apakah ini demi efisiensi, atau ada udang di balik rempeyek, kita tunggu saja. Kompas.com

Dan gilanya lagi, Nanik membuka keran lebar-lebar untuk sumber pendanaan non-APBN. Dulu MBG harus pakai duit negara. Sekarang? Jangan kaget kalau nanti ada sumbangan CSR dari BUMN atau bahkan hibah dari negara lain. "Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain misalnya, misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain itu banyak lho hibah-hibah ini," ungkapnya. Lah gimana tidak, anggaran negara kan terbatas. Tapi bukankah ini jadi celah buat para 'pemain' baru masuk? Kompas.com

Alhasil, nasib program makan bergizi gratis ini jadi tanda tanya besar. Antara penataan ulang yang serius atau sekadar ganti nakhoda dengan kebijakan yang bikin bingung. Kita lihat saja nanti apakah gebrakan ini akan membawa angin segar atau justru membuat program ini semakin rumit. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/20010561/ini-yang-berubah-dari-mbg-pasca-dadan-hindayana-dicopot)
