---
id: 25rWe17aqeBg
cluster_id: QpVusOdTyS9W
title: Kepala BGN Geram! Blokir Mitra MBG di Ruangannya Biar Tak Difitnah
slug: kepala-bgn-geram-blokir-mitra-mbg-di-ruangannya-biar-tak-difitnah
excerpt: Gila bro! Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono geram bukan kepalang.
  Demi memberantas fitnah soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), ia kini membentengi
  diri di ruangannya. Para mitra MBG? Disuruh minggir ke Pusat Pelayanan Terpadu!
  Ini jelas bikin orang bertanya-tanya ada apa gerangan di balik layar MBG yang katanya
  mau terang benderang ini.
category: MBG
tags:
- MBG
- Badan Gizi Nasional
- Sudaryono
- Korupsi
- Fitnah
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8595625/sudaryono-batasi-bertemu-mitra-mbg-di-ruangannya-kalau-saya-terima-jadi-fitnah
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/07/29/kepala-badan-gizi-nasional-bgn-sudaryono-1785316504445_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Kepala BGN Blokir Mitra MBG, Akui Takut Difitnah
meta_description: Kepala BGN Sudaryono tak mau ketemu mitra MBG di ruangannya demi
  hindari fitnah. Program MBG disebut harus terang benderang, tapi kok malah ditutup-tutupi?
canonical_url: https://berita.media/kepala-bgn-geram-blokir-mitra-mbg-di-ruangannya-biar-tak-difitnah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-29T17:01:48Z'
published_at: '2026-07-29T17:01:48Z'
---

PARAHNYA, baru juga seumur jagung program Makan Bergizi Gratis (MBG) digembar-gemborkan, eh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono malah pasang kuda-kuda. Katanya sih biar program ini 'terang benderang', tapi kelakuannya kok malah bikin curiga? Alhasil, Sudaryono menutup rapat pintu ruangannya buat para mitra MBG, apalagi yang punya kepentingan bisnis! Semuanya dipaksa minggir ke Pusat Pelayanan Terpadu. Boro-boro mau dengar keluhan, mau sekadar basa-basi pun, kalau ketemunya bukan di zona yang ditentukan, bisa-bisa langsung dicap negatif, aduh!

Yang bikin gempar, Sudaryono sendiri yang nyerocos soal komitmen 'terang benderang' ini di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). "Kita ini maunya terang benderang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap, semuanya harus terang benderang," katanya dengan semangat yang entah asli atau dibuat-buat. Tapi tunggu dulu, kalau semua mau terang, kenapa mitra harus dijauhkan dari ruangannya? Bukankah itu justru bikin pertanyaan makin panjang, Bro?

Nah ini dia yang bikin ngelus dada! Sudaryono mengklaim kalau Pusat Pelayanan Terpadu itu 'zona hijau', tempat siapa saja boleh ketemu siapa saja. Tapi ada juga 'zona merah', katanya, yaitu tempat pejabat ketemu orang berkepentingan khusus. Lah gimana tidak bikin dongkol, Pak! Kenapa orang yang mau berbisnis program ini malah harus di-'zona hijau' yang kesannya seperti ruang tunggu terminal, bukannya di ruang pejabat yang mestinya jadi tempat diskusi serius? Yang namanya aduan dan hal penting lainnya, semua harus lewat jalur resmi yang katanya 'baik'.

Celakanya, alasan utama Sudaryono membentengi diri ini sungguh menggelitik. "Saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier-lah, dia entah apalah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya. Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis. Tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga, jadilah yang namanya fitnah gitu," bebernya panjang lebar. Jadi, bukannya orang lain yang punya niat jelek, tapi justru kedatangan mitra itu sendiri yang bisa memicu fitnah? Logika macam apa ini?

Gilanya lagi, Sudaryono malah merasa lebih baik menghindari segala dugaan negatif dari publik, netizen, hingga masyarakat. "Jadi saya daripada menjadi diduga-duga oleh orang, apalagi diduga-duga oleh publik, diduga-duga oleh netizen, diduga-duga oleh masyarakat dan itu diduga-duganya adalah diduga-duga yang negatif, lebih baik itu kita hindarkan," ujarnya lagi. Tentu saja, prinsip 'hindari dugaan' ini juga diwajibkan kepada seluruh jajaran BGN. Pihak yang tidak berkepentingan dilarang keras berkomunikasi diam-diam dengan pejabat BGN, semuanya harus lewat cara yang proper. "Saya ingin, saya bersama dua waka saya berkomitmen dan kami membawa budaya ini sampai ke level bawah," imbuhnya. Sungguh sebuah langkah 'preventif' yang sangat dramatis dari Kepala BGN, meninggalkan banyak tanda tanya tentang program MBG yang digadang-gadang bakal sukses ini. detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8595625/sudaryono-batasi-bertemu-mitra-mbg-di-ruangannya-kalau-saya-terima-jadi-fitnah)
