---
id: 7ewk_71riS7p
cluster_id: 6lzoZig7i-zV
title: 'Kepala BGN Ngide! PDIP Semprot: Beresin Dulu yang Amburadul!'
slug: kepala-bgn-ngide-pdip-semprot-beresin-dulu-yang-amburadul
excerpt: Wacana program Makan Bergizi Gratis (MBG) melintasi batas negara, tapi PDIP
  tak tinggal diam. Charles Honoris menyemprot Kepala BGN Dadan Hindayana, 'Nggak
  usah aneh-aneh! Beresin dulu urusan di dalam negeri yang masih amburadul!'
category: MBG
tags:
- MBG
- PDIP
- BGN
- Charles Honoris
- Dadan Hindayana
- Pendidikan
- Sosial
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8514686/pdip-semprot-kepala-bgn-soal-wacana-mbg-masuk-saudi-nggak-usah-aneh-aneh
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/01/16582281/kepala-bgn-tunggu-restu-prabowo-untuk-realisasikan-mbg-di-jeddah
source_names:
- detikNews
- Kompas.com
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/03/17/charles-honoris-1773735436714_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'PDIP Semprot Kepala BGN: Beresin Dulu MBG di Dalam Negeri!'
meta_description: PDIP kritik keras wacana program MBG di Arab Saudi. Charles Honoris
  minta Kepala BGN fokus benahi tata kelola di dalam negeri yang masih amburadul.
canonical_url: https://berita.media/kepala-bgn-ngide-pdip-semprot-beresin-dulu-yang-amburadul
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T11:01:34Z'
published_at: '2026-06-02T11:01:34Z'
---

Ceritanya begini. Baru juga mau ngomongin program Makan Bergizi Gratis (MBG) buat anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah, Arab Saudi — eh, sudah disemprot duluan sama PDIP. Charles Honoris, politisi PDIP yang duduk di Komisi IX DPR, langsung 'gas' Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Katanya, Dadan ini hobi 'ngide' yang nggak penting.

Gilanya, Dadan ini kan udah ke sekolah Indonesia di Jeddah, ketemu sama sekitar 1.081 anak-anak PMI. Nah, anak-anak ini spontan minta fasilitas MBG yang sama kayak di Indonesia. Dadan pun semangat, 'Wah, bagus nih, ini bisa bikin anak-anak punya harapan masa depan!' Saking semangatnya, dia langsung kepikiran mau lapor ke Presiden Prabowo Subianto buat bikin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di sana. Kompas.com, detikNews

Nah ini dia yang bikin geram Charles. Menurut dia, Dadan ini terlalu banyak wacana. 'Ukuran keberhasilan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak klaim penerima manfaat,' kata Charles. Yang penting itu kualitas makanan dan gizinya, jaminan pelaksanaannya benar. Tapi di dalam negeri, katanya, pengawasannya masih buruk, koordinasinya kacau, kontrol kualitasnya juga bermasalah. Parahnya, energi kita malah habis buat bikin wacana baru, sementara urusan di dalam negeri masih berantakan. Yang bikin miris, anak-anak muda usia 25-26 tahun jadi korban hambatan ini.

'Sudahlah, nggak usah ngide yang aneh-aneh,' tegas Charles. Jangan dulu bicara ekspansi ke luar negeri kalau tata kelola di dalam negeri masih amburadul. 'Yang perlu dibenahi sekarang itu bukan memperluas wilayah program, tapi membereskan manajemen pelaksanaannya,' serunya. Ia tidak ingin energi habis buat rencana yang belum pasti, sementara masalah di depan mata belum terselesaikan. Ia menyindir, 'Kalau tata kelola di dalam negeri saja masih amburadul, bagaimana mau mengawasi program yang dijalankan ribuan kilometer dari Indonesia?' Yang ditakutkan, malah yang diekspor masalahnya. detikNews, Kompas.com

Dadan memang sudah kadung bilang kalau usulan ini akan dilaporkan ke Presiden Prabowo. Rencananya sih jadi percontohan buat tempat lain yang ada PMI-nya. 'Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG,' ujar Dadan, menjelaskan kenapa anak-anak di sana antusias meminta program serupa. Ia juga menambahkan, sebagai WNI, mereka punya hak yang sama. Namun, sebelum mimpi itu jadi kenyataan, tampaknya Dadan harus berjuang dulu melawan omelan Charles dan PDIP. Habis sudah mimpi indah anak-anak PMI, setidaknya sampai masalah domestik dibereskan. Kompas.com

Jadi begini deh. Ada niat baik mau bantu anak bangsa di luar negeri, tapi kok ya pengawasannya masih belepotan di negeri sendiri. Mau ekspor program, apa mau ekspor masalah? Semoga saja tidak jadi mimpi buruk. Terutama bagi para staf muda yang usianya belum genap 30 tahun.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8514686/pdip-semprot-kepala-bgn-soal-wacana-mbg-masuk-saudi-nggak-usah-aneh-aneh) · [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/01/16582281/kepala-bgn-tunggu-restu-prabowo-untuk-realisasikan-mbg-di-jeddah)
