Keputusan Mengejutkan Universitas Nasional Indonesia atas Pertemuan Rektor dengan Presiden Israel

Seorang dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) bernama Zainul Maarif menjalani sidang etik karena bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog. Mahkamah Etik Unusia memutuskan Zainul bersalah atas pelanggaran etik dan memerintahkannya mundur. Zainul mengakui bahwa pertemuannya adalah undangan pribadi, bukan atas nama Unusia. Namun ia menggunakan atribut Unusia tanpa izin. Sikapnya dianggap bertentangan dengan pendirian Nahdlatul Ulama yang mendukung Palestina. Mahkamah Etik menilai tindakan Zainul tidak menunjukkan kepekaan terhadap penderitaan warga Palestina, dan dapat dianggap melegitimasi tindakan Israel. Akibatnya, Zainul pun mundur dari Unusia dan diberhentikan dari Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU).