---
id: 8qP-ikWvv4vU
cluster_id: Olbt77lI190J
title: 'KERATON SOLO DILANDA PERANG TAHTA: Kanjeng Dany Tegaskan Tak Ada Raja Kembar!'
slug: keraton-solo-dilanda-perang-tahta-kanjeng-dany-tegaskan-tak-ada-raja-kembar
excerpt: Gila, bro! Ternyata isu dualisme raja di Keraton Solo itu cuma isu doang!
  KPAAd Dany Nur Wijaya Adiningrat meluruskan, cuma ada satu raja sah yang bertakhta,
  SISKS Pakubuwono XIV. Ormas mana pun nggak bisa angkat raja, lho!
category: ormas
tags:
- keraton solo
- dualism raja
- ormas
- adat
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/06/17/104735578/kpaad-dany-tidak-ada-dualisme-kekuasaan-di-keraton-solo-ormas-tidak-bisa
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/8UmBh-v2-13a_DKhz9ZZhyyau8E=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/17/6a321156ead98.jpg
meta_title: 'Keraton Solo: Tak Ada Dualisme Raja, Cuma Satu Penguasa Sah'
meta_description: KPAAd Dany Nur Wijaya Adiningrat tegaskan tak ada dualisme kekuasaan
  di Keraton Solo. Cuma ada satu raja sah, SISKS Pakubuwono XIV. Ormas tidak punya
  hak angkat raja.
canonical_url: https://berita.media/keraton-solo-dilanda-perang-tahta-kanjeng-dany-tegaskan-tak-ada-raja-kembar
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-17T05:01:33Z'
published_at: '2026-06-17T05:01:33Z'
---

GILA, bro, dengerin dulu nih gosip terpanas dari tanah Solo! Ternyata isu dualisme raja di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu cuma isapan jempol belaka! Pangageng Paran Parakarsa PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat atau yang akrab disapa Kanjeng Dany, langsung pasang badan. Beliau dengan tegas membantah keras adanya matahari kembar yang katanya terbit di keraton. Ini bukan main-main, Bro! Pernyataan ini keluar tepat di tengah upacara sakral Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Rabu dini hari, waktu yang paling pas buat nyebar info penting!,

Menurut Kanjeng Dany yang blak-blakan abis, takhta tertinggi Raja Keraton Solo saat ini cuma sah dipegang satu penguasa tunggal yang diakui, baik lewat hukum adat maupun aturan resmi keraton. "Dan kita di keraton, sekali lagi, tidak ada dualisme raja. Hanya ada satu raja yang bertakhta, yaitu SISKS Pakubuwono XIV yang dulu Adipati Anom atau Putra Mahkota," tegasnya kayak memaku paku bumi, seperti dilaporkan Kompas.com. Habis sudah narasi soal dua raja yang bikin gaduh!,

Nah ini dia nih, kronologinya makin jelas! Kanjeng Dany membeberkan tuntas kalau seluruh prosesi jumenengan alias naik takhtanya SISKS PB XIV itu sudah sesuai banget dengan tatanan hukum adat yang tak pernah putus dari zaman baheula. PB XIV Purbaya ini dulunya Adipati Anom alias Putra Mahkota yang sah, makanya pengangkatannya jadi raja pun sudah seharusnya mengalir begitu saja tanpa hambatan. "Yang beliau dari Putra Mahkota langsung menjadi raja, mengangkat sumpah menjadi raja, dan memang sudah seharusnya seperti itu. Cuma ada satu raja," imbuhnya lagi, makin mengunci fakta ini biar nggak goyah. Lupakan deh cerita lain, Kompas.com melaporkan, semua mengalir lurus!,

Parahnya lagi nih, Kanjeng Dany juga sekaligus ngasih peringatan keras buat lembaga-lembaga di luar keraton. Organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun, sekecil atau sebesar apa pun, nggak punya hak dan nggak bisa apa-apa soal takhta raja. Legalitas dan tata aturan keraton itu sangat rigid, Bro! Mulai dari upacara adatnya sampai aturan tertulisnya, semuanya jelas dan nggak bisa ditawar. "Jadi berita dualisme dan lain sebagainya itu tidak mendasar. Karena ormas tidak bisa mengangkat seseorang menjadi raja. Legal standing-nya jelas. Semua rigid, upacara-upacara adatnya jelas, tata aturannya jelas," tegasnya lagi menepis mentah-mentah klaim sepihak dari kubu sebelah. Kompas.com mencatat, ancaman ini serius!,

Biar makin yakin, Kanjeng Dany pun mempersilakan siapa pun yang penasaran buat ngintip langsung bukti-bukti fisik sejarah di dalam Keraton Solo. Bukti paling gampang dilihat pun ada, kok. Gila kan? Gini lho, masalah takhta keraton itu bukan barang mainan ormas, melainkan pusaka sakral yang dipegang teguh tradisinya. Jadi, jelas sudah, cuma ada satu raja, nggak ada dualisme apa pun. Selesai perkara, Kompas.com melaporkan.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/06/17/104735578/kpaad-dany-tidak-ada-dualisme-kekuasaan-di-keraton-solo-ormas-tidak-bisa)
