---
id: qWLR6c292V8S
cluster_id: 1t9lGZAnptZO
title: Ketua BEM DIBUROKI Polisi Rp 70 Juta Demi Pindah Lokasi Demo
slug: ketua-bem-diburoki-polisi-rp-70-juta-demi-pindah-lokasi-demo
excerpt: Gila bener! Tiga polisi diduga nekat banget nawarin puluhan juta rupiah ke
  Ketua BEM FH UBK nonaktif, Muhammad Abdimaludin, cuma demi pindahin lokasi demo.
  Tawaran fantastis ini terkuak dari hasil investigasi rektorat UBK, Kompas.com.
category: rupiah
tags:
- penyuapan
- polisi
- demo
- BEM
- UBK
- rupiah
source_urls:
- https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/30/17233091/investigasi-ubk-3-polisi-diduga-tawarkan-puluhan-juta-rupiah-dalam-2-hari
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/5oF7ZQsgjcGuzrwgI7UKYq5cLms=/0x0:1280x853/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/23/6a3a74c54d794.jpeg
meta_title: Ketua BEM UBK Diduga Ditawari 70 Juta Rupiah oleh 3 Polisi untuk Pindahkan
  Lokasi Demo
meta_description: Investigasi UBK ungkap 3 polisi diduga tawarkan puluhan juta rupiah
  ke Ketua BEM FH UBK nonaktif demi ubah lokasi demo dari Istana ke DPR. Simak kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/ketua-bem-diburoki-polisi-rp-70-juta-demi-pindah-lokasi-demo
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-02T05:01:46Z'
published_at: '2026-07-02T05:01:46Z'
---

Parahnya, cerita macam ini beneran kejadian di ibukota! Tiga oknum polisi diduga berani nawarin duit haram, puluhan juta rupiah, ke Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin, cuma dalam rentang waktu dua hari! Alhasil, Rektorat UBK nggak tinggal diam dan langsung melakukan investigasi, dan temuan mereka bikin geleng-geleng kepala. Uang itu kabarnya ditawarkan agar Abdi, begitu dia disapa, mau "mengatur" rekan-rekan mahasiswanya di UBK untuk mengalihkan titik demo dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, ke Gedung DPR. Ampun dah, mainan politis beginian pakai "sogokan" segala! Kompas.com.

Nah ini dia permulaannya, bro. Tawaran pertama ini diduga kuat datang dari Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Prasetyo Purbo Nurcahyo. Waktu itu, Minggu (14/6/2026), Prasetyo nyebut nominal Rp 50 juta, katanya sih sebagai "kompensasi" buat Abdi kalau mau mindahin lokasi aksi. "Memang Abdi tanggal 14 Juni (2026) siang itu dihubungi oleh aparat kepolisian dari Jakarta Pusat, Polres. Namanya itu menurut Abdi adalah Pak Prasetyo, itu Kasat Intel," ujar Ketua Tim Investigasi Demo 15 Juni UBK, Eko Suryo S, dalam sesi wawancara khusus dengan Kompas.com di Kampus UBK, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026). Abdi ini cerdas, diajak ketemu sama Prasetyo di Jakarta Pusat, tapi ya jelas langsung nolak mentah-mentah tawaran menggiurkan itu. Tapi polisi nggak kehabisan akal, malah makin menjadi-jadi! Kompas.com.

Celakanya, cerita nggak berhenti di situ, sob. Masih di hari yang sama, sorenya, Abdi kembali "digoda" buat ketemu sama oknum polisi lain di Jalan Surabaya, Jakarta Pusat. Kali ini, Abdi cuma tahu namanya Egi, tapi motifnya sama persis: pindahin lokasi demo ke Gedung DPR. Gilanya, tawaran yang diajukan Egi malah lebih gede, Rp 70 juta! Tapi dasar Abdi ini punya pendirian, sama kayak tawaran pertama, dia juga tetap menolak keras tawaran "kedua" ini. Mana ada cerita demo yang dibayar begini bisa berujung baik, kan? Tapi tunggu dulu, drama ini masih belum kelar. Kompas.com.

Yang bikin geram, pada hari H pelaksanaan demo, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, Abdi lagi-lagi "diundang" buat ketemu sama aparat kepolisian. Kali ini, lokasi pertemuannya masih di Jakarta Pusat, dan yang bikin beda, dua orang senior Abdi dari organisasi luar kampus yang juga alumni UBK turut mendampingi. "Ya sama intinya, yaitu pindahin dong demonya ke DPR. Karena yang minta itu seniornya, maka Abdi tidak bisa menolak. Tapi anggarannya enggak gede Rp 20 juta," jelas Eko. Nah, di sini ceritanya sedikit beda. Kali ini, Abdi menyanggupi permintaan itu, tapi bukan karena duitnya yang kecil Rp 20 juta, melainkan karena yang meminta adalah seniornya. Entah bagaimana kelanjutannya, tapi tawaran sogokan macam ini jelas mencoreng institusi kepolisian. Kompas.com.

Ujung-ujungnya, kasus dugaan penyuapan buat menggeser lokasi demo ini sudah sampai ke meja rektorat UBK dan lagi diinvestigasi. Tiga polisi yang diduga terlibat ini bakal berhadapan sama sanksi berat kalau terbukti. Kredibilitas aparat negara dipertanyakan gara-gara ulah segelintir oknum yang tega main "main mata" demi kepentingan sempit. Ini bukan contoh aparat pelindung rakyat, tapi justru menunggangi aspirasi rakyat demi agenda sendiri. Miris sekali! Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/30/17233091/investigasi-ubk-3-polisi-diduga-tawarkan-puluhan-juta-rupiah-dalam-2-hari)
