---
id: DzMMifw5lCGk
cluster_id: ZrxsZSgdzVvF
title: Ketua DPD Dukung Anggaran Makan Bergizi Gratis Dipangkas Habis-habisan!
slug: ketua-dpd-dukung-anggaran-makan-bergizi-gratis-dipangkas-habis-habisan
excerpt: Gilanya, demi ekonomi daerah, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin malah mendukung
  rencana pemerintah memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG)! Ini jelas
  jadi tamparan keras bagi jutaan anak-anak yang butuh gizi.
category: MBG
tags:
- MBG
- Stunting
- DPD
- Anggaran
- Pemerintah
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8530373/ketua-dpd-dukung-rencana-pemerintah-kurangi-anggaran-mbg
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/13/ketua-dewan-perwakilan-daerah-dpd-ri-sultan-bachtiar-najamudin-1781326498033_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Ketua DPD Dukung Anggaran MBG Dipangkas, Ini Alasannya!
meta_description: Gila! Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin malah dukung pemerintah
  kurangi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Simak alasan pedasnya di sini!
canonical_url: https://berita.media/ketua-dpd-dukung-anggaran-makan-bergizi-gratis-dipangkas-habis-habisan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-13T11:01:13Z'
published_at: '2026-06-13T11:01:13Z'
---

Gila bener, bro! Dengerin nih kabar terbaru yang bikin gempar! Si Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, ternyata malah DUKUNG PEMERINTAH buat KURANGI anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi andalan buat anak-anak stunting. Anggaran penting ini mau diutak-atik, alasannya biar lebih efektif dan efisien. Alhasil, anak-anak di daerah harus gigit jari melihat program gizi mereka terancam dipangkas! DetikNews

Menurut Sultan, program MBG itu memang penting banget buat ngelawan stunting. Tapi nah ini dia, alokasi anggarannya katanya perlu dihitung ulang. "Kami menyambut baik dan mendukung penuh upaya pemerintah menghitung ulang alokasi anggaran dan mengevaluasi program MBG agar lebih efektif dan efisien," katanya pongah di depan media. Gilanya lagi, di tengah ketidakpastian ekonomi global ini, Sultan malah ngarep pemerintah perkuat ekonomi daerah lewat sektor riil kayak manufaktur dan hilirisasi pertanian. Jadi, urusan perut anak-anak nomor sekian, yang penting ekonomi meroket? Parahnya lagi, dia dorong pemerintah naikin lagi Transfer Pusat ke Daerah (TKD). Wah, ngalihin isu nih namanya! DetikNews

Bukan cuma itu, dia ngomongin soal insentif fiskal lewat DAK dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang katanya bisa bantuin daerah. Terus, ujung-ujungnya, dia juga ngomongin soal pentingnya APBN buat ngangkat kinerja ekonomi. Ini kok jadi ngalor-ngidul begini ceritanya, bro? Yang jelas, rencana pemangkasan anggaran MBG ini udah dipastikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. "Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari Program MBG ini," ujar Prasetyo. Kelihatan banget kan, bohongnya? Bilangnya bukan pemangkasan, tapi kenyataannya anggaran bakal susut! DetikNews

Nah, ini dia yang bikin rakyat kecil geram! Program yang jelas-jelas nyangkut di perut anak-anak bangsa, kok malah dibahas pakai kacamata ekonomi global yang abstrak? Memang sih, ekonomi daerah perlu diperkuat, tapi apa harus mengorbankan gizi anak-anak yang masih lugu? Mana ada cerita begini berakhir baik, bro. Yang ada, anak-anak makin rentan kena stunting, sementara para pejabatnya sibuk ngobrolin angka dan kebijakan yang jauh dari realita di lapangan. Ini nih, contoh nyata kenapa rakyat sering dongkol sama kebijakan pemerintah yang nggak berpihak! DetikNews

Jadi kesimpulannya, bro, saatnya kita buka mata lebar-lebar. Jangan sampai program penting kayak MBG ini jadi korban ego sektoral atau kepentingan yang lebih besar. Anak-anak kita butuh perhatian serius, bukan cuma janji manis dan hitung-hitungan anggaran yang nggak masuk akal. Habis sudah harapan anak bangsa untuk tumbuh sehat kalau program sekelas ini saja berani dipangkas! Selesai sudah!

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8530373/ketua-dpd-dukung-rencana-pemerintah-kurangi-anggaran-mbg)
