---
id: ubUdxdPEivy8
cluster_id: HLGqlgQfAMAG
title: Ketum Partai Meleng, Potensi Korupsi Menganga Lebar!
slug: ketum-partai-meleng-potensi-korupsi-menganga-lebar
excerpt: Dua mahasiswa nekat gugat UU Parpol ke MK demi mencegah ketua partai merangkap
  jabatan menteri hingga kepala daerah. Ini bukan soal boleh tidak boleh, tapi kualitas
  institusi kita yang bobrok! Kompas.com
category: politik
tags:
- rangkap jabatan
- UU Parpol
- Mahkamah Konstitusi
- konflik kepentingan
- penyalahgunaan kekuasaan
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/13/10513721/rangkap-jabatan-ketum-parpol-antara-praktik-politik-dan-kekuatan-institusi
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/P3oGoW_PiR5p2nPQBn5elQ131Fk=/0x0:1280x853/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2021/09/16/61434f8da922a.jpg
meta_title: 'Gugat UU Parpol: Ketum Partai Dilarang Rangkap Jabatan Menteri!'
meta_description: Dua mahasiswa gugat UU Parpol ke MK, menuntut larangan rangkap jabatan
  bagi ketua umum partai demi cegah konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan.
  Kualitas institusi kita jadi sorotan!
canonical_url: https://berita.media/ketum-partai-meleng-potensi-korupsi-menganga-lebar
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-13T05:00:59Z'
published_at: '2026-07-13T05:00:59Z'
---

Gila bro, ada yang berani nendang tengkorak dari dalam! Dua mahasiswa Fakultas Hukum, saking geramnya melihat para "zamrud di kaldron", akhirnya memberanikan diri mengajukan uji materi UU Partai Politik ke Mahkamah Konstitusi. Mereka ini bukan main-main, langsung minta MK pasang plang larangan bagi ketua umum partai untuk merangkap jabatan basah lainnya: presiden, wapres, menteri, wakil menteri, kepala lembaga negara, sampai komisaris BUMN/BUMD. Alhasil, niat mulia ini muncul karena mereka melihat potensi konflik kepentingan dan bukaan pintu lebar buat penyalahgunaan kekuasaan, karena pimpinan partai itu duduknya di singgasana pemerintahan juga. Tapi ya sudahlah, faktanya praktik "main dua kaki" begini bukan hal tabu di negara lain, bahkan jadi lumrah di Inggris, Jerman, Australia, sampai Jepang. Kompas.com

Yang bikin gempar, ini bukan cuma soal boleh atau tidak boleh rangkap jabatan, tapi soal mental institusi kita yang kayak kerupuk kena hujan! Pengamat politik kawakan, Jojo Rohi, blak-blakan bilang kalau isu utama itu bukan di "rangkap jabatan" semata, melainkan bagaimana sistem kita ini busuk, nggak becus ngawasin kalau ada yang doyan "menjabat dua kali". Mana mungkin kita bisa mencegah korupsi kalau titah rakyat dijabat sekalian sama ketua partai yang notabene punya agenda sendiri? Ini udah bukan soal etika, tapi soal integritas yang udah amblas tak bersisa. Ujung-ujungnya, yang rakyat kecil cuma bisa gigit jari melihat kekuasaan disalahgunakan. Kompas.com

Dia bilang, di negara-negara maju kayak Jerman atau Inggris itu, rangkap jabatan bisa berjalan lancar bukan karena mereka "malaikat", tapi karena institusinya kuat banget! Ada yang namanya "checks and balances" yang kerjanya efektif, partai politiknya matang, birokrasinya profesional, dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Lah, di sini? Jangankan "checks and balances", birokrasi kita aja kadang jadi sapi perah buat para politikus. Parahnya lagi, Jojo mengingatkan, larangan rangkap jabatan saja tidak cukup untuk menghentikan potensi konflik kepentingan. Konflik kepentingan bisa saja mengintai meski ketua umum partai nggak jadi menteri, misalnya lewat "tangan-tangan tak terlihat" yang mengatur kebijakan dari belakang. Makanya, jangan mimpi deh kalau cuma larangan doang bisa bikin negara ini bersih dari "pemain serakah". Kompas.com

Jadi, intinya, gugatan mahasiswa ini memang penting, tapi jangan berharap banyak kalau sistem kelembagaan kita masih kayak bangkai. Kalau udah dari sononya bobrok, mau dilipat-lipat kayak gimana pun tetap nggak akan bener. Ini bukan cuma soal hukum, tapi soal kesadaran diri para pejabat dan kekuatan pengawasan publik yang harus lebih garang. Habis sudah! Kita cuma bisa nunggu "drama" selanjutnya terungkap. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/13/10513721/rangkap-jabatan-ketum-parpol-antara-praktik-politik-dan-kekuatan-institusi)
