Kisah Indra Sjafri: Menemukan Takdir Dalam Cobaan dan Cinta Sejati

Indra Sjafri kembali membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara. Filosofi "amor fati" yang dianutnya, yaitu mencintai takdir, menjadi kunci keberhasilannya. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, seperti dualisme PSSI dan "Tur Nusantara" yang menghambat performa tim, Indra tetap berjuang dan tak menyerah. Setelah meraih gelar juara Piala AFF U-19 dan U-22, Indra sempat "tersisihkan" saat Shin Tae Yong melatih Timnas. Namun, ia tetap setia dan menerima jabatan Direktur Teknik PSSI. Ketika Erick Thohir memintanya melatih Timnas untuk SEA Games 2023, Indra dipandang sebelah mata. Namun, ia berhasil membuktikan diri dengan meraih medali emas setelah 32 tahun, menunjukkan cintanya pada sepak bola Indonesia yang terbelakang.