---
id: s0TAd6-FGHZ8
cluster_id: hPmTIJ_SrTkq
title: KPK Hajar Mafia Kampus Unsoed, 73 Kursi Mahasiswa Dijual, Enam Dicokok
slug: kpk-hajar-mafia-kampus-unsoed-73-kursi-mahasiswa-dijual-enam-dicokok
excerpt: KPK menggerebek praktik jual beli kursi mahasiswa di Unsoed. Rektor Akhmad
  Sodiq dan lima orang diringkus. Gilanya, 73 dari 245 kuota diduga dijual dan uang
  Rp665 juta diamankan.
category: korupsi
tags:
- KPK
- Unsoed
- Korupsi Pendidikan
- Penerimaan Mahasiswa
- OTT
source_urls:
- https://achmadnurhidayat.id/kpk-tegaskan-korupsi-pendidikan-ancaman-masa-depan
source_names:
- achmadnurhidayat.id
image_url: https://cdn.achmadnurhidayat.id/media/images/2026/08/iEaBmiVwUU.jpeg?location=1&width=1200&height=674&quality=80&watermark=1
meta_title: KPK Hajar Mafia Unsoed, Enam Tersangka Dicokok
meta_description: KPK gasak Rektor Unsoed dan 5 orang lainnya dalam OTT. 73 kursi
  mahasiswa diduga dijual. Uang Rp665 juta diamankan.
canonical_url: https://berita.media/kpk-hajar-mafia-kampus-unsoed-73-kursi-mahasiswa-dijual-enam-dicokok
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T17:13:43Z'
published_at: '2026-08-24T17:13:43Z'
---

Gila bro, dengerin ini! KPK akhirnya menghajar mafia kampus yang tega memperjualbelikan kursi mahasiswa. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang selama ini tampil sebagai menara gading, kini porak-poranda digerebek penyidik KPK. Bukan main, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq ikut dicokok di tengah praktik culas penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Fakta ini diungkap juru bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan dan dilansir achmadnurhidayat.id.

Alhasil, enam orang langsung ditetapkan sebagai tersangka. Selain Rektor Akhmad Sodiq, ada Wakil Rektor III Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, lalu tiga orang dari pihak swasta bernama Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono. Parahnya, Mulyono ini ternyata keponakan rektor sendiri. Jadi, orang dalam betul-betul main di kandang sendiri. Yang bikin geram, komersialisasi kuota penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri periode 2025-2026 sudah diatur sedemikian rupa. Dari total 245 kuota yang tersedia, sebanyak 73 kursi diduga disiapkan untuk dijual dengan modus meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa, demikian diungkap dalam laporan achmadnurhidayat.id.

Gilanya, saat operasi tangkap tangan, KPK mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp665 juta dan saldo rekening mencapai Rp99 juta. Belum lagi dokumen pendukung dan percakapan aplikasi pesan singkat ikut disita. Jadi, ini bukan isapan jempol, melainkan aksi nyata yang sudah berjalan nyaris sempurna. KPK juga menyita bukti percakapan yang menguatkan dugaan pemerasan dan gratifikasi. Mana ada cerita begini berakhir baik, para tersangka kini harus angkat koper dari kampus impian, demikian diberitakan achmadnurhidayat.id.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dengan tegas menyatakan bahwa korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman serius terhadap tradisi akademik dan masa depan Indonesia. Budi menekankan pentingnya pemberantasan korupsi di lingkungan perguruan tinggi karena kampus punya peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pencetak pemimpin masa depan. Dalam pernyataannya, Budi menegaskan bahwa penindakan saja tidak cukup. "Perguruan tinggi adalah benteng integritas bangsa. Karena itu, pemberantasan korupsi di kampus tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus diperkuat dengan pencegahan, pendidikan antikorupsi, dan partisipasi aktif masyarakat," sebut Budi seperti dikutip achmadnurhidayat.id.

Celakanya, para tersangka belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, Kemdiktisaintek pun angkat bicara, tetapi ujungnya masih menggantung. Yang jelas, KPK berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi bagi semua instansi pendidikan tinggi. Budi menyebut peristiwa tertangkap tangan di Unsoed ini menjadi cambuk bagi semua untuk melihat kembali komitmen dalam memberantas korupsi. Katanya, harus ada langkah perbaikan yang nyata, menyeluruh, dan lebih serius. Nah ini dia, biasanya kampus jadi tempat paling lantang menyuarakan integritas, tapi di balik itu ada yang jual beli kursi.

Jadi, buat para calon mahasiswa dan orang tua, jangan cuma berkaca pada gedung megah. Dosen boleh hebat, namun jika pimpinannya terlibat makelar kursi, habis sudah kepercayaan. KPK sudah membuktikan tidak pandang bulu, mulai dari rektor hingga keponakannya. Sekarang tinggal pengadilan yang menentukan nasib mereka. Sementara itu, dunia pendidikan menantikan putusan pengadilan. Jangan sampai sikat dilakukan, tapi ujungnya hanya gertakan. Yang jelas, mafia kampus berjaya sedikit demi sedikit digulung.

---
**Sumber:** [achmadnurhidayat.id](https://achmadnurhidayat.id/kpk-tegaskan-korupsi-pendidikan-ancaman-masa-depan)
