---
id: OX4OT92OOqB-
cluster_id: VrUrQiy6rsps
title: 'KPK: Tidak Ada Tekanan Politik, Tapi Siap Gebuk Anggota DPR!'
slug: kpk-tidak-ada-tekanan-politik-tapi-siap-gebuk-anggota-dpr
excerpt: Gilanya, KPK sesumbar tak ada tekanan politik usut kasus CSR BI-OJK yang
  seret dua anggota DPR, Heri Gunawan dan Satori. Tapi ujung-ujungnya, siap diringkus
  kalau bandel. Uang triliunan raib, rakyat gigit jari!
category: politik
tags:
- KPK
- DPR RI
- Korupsi
- CSR
- BI
- OJK
- Politik
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/01/11590081/kpk-tegaskan-tak-ada-tekanan-politik-tangani-kasus-csr-bi-ojk
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/Xz7eKxcTxbHBUnbqEVaXWQ7phaQ=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/01/6a1d034cc0fea.jpeg
meta_title: 'KPK: Tak Ada Tekanan Politik Usut Korupsi CSR BI-OJK, Siap Gebuk Anggota
  DPR!'
meta_description: Dua anggota DPR RI jadi tersangka kasus korupsi CSR BI-OJK. KPK
  sesumbar tak ada tekanan politik, tapi siap lakukan upaya paksa. Uang triliunan
  raib!
canonical_url: https://berita.media/kpk-tidak-ada-tekanan-politik-tapi-siap-gebuk-anggota-dpr
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-01T20:01:37Z'
published_at: '2026-06-01T20:01:37Z'
---

Ceritanya begini. KPK bilang, jangan khawatir, urusan dana CSR BI-OJK yang diduga dikorupsi ini tidak ada muatan politiknya. Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, dengan lantang menegaskan di depan wartawan: “Tidak ada sih kalau terkait politik.” Pernyataan ini keluar setelah menetapkan dua anggota DPR RI, Heri Gunawan dan Satori, sebagai tersangka. Tapi jangan senang dulu, pernyataan itu dibarengi ancaman: "mungkin dalam waktu dekat kita akan melakukan pemanggilan dan lakukan upaya paksa." Siap-siap saja digebuk, kalau tidak kooperatif.

Nah ini dia yang bikin geram. Penanganan kasus ini disebut Asep jadi agak lama gara-gara urusan teknis. Apa itu? Memastikan aliran uang haram triliunan rupiah itu larinya ke mana saja. Bayangkan, Heri Gunawan diduga menggasak Rp 15,86 miliar. Rinciannya, Rp 6,26 miliar dari BI, Rp 7,64 miliar dari OJK, dan sisanya dari mitra kerja Komisi XI DPR. Gilanya lagi, duit itu diduga dicuci lewat yayasannya, lalu ditransfer ke rekening pribadi. Asep sampai harus ngecek satu per satu. Kasihan sekali, kok bisa uang sebanyak itu lenyap tanpa jejak? Kompas.com

Bukan cuma Heri, Satori juga tidak kalah ganas. Dia diduga menyikat Rp 12,52 miliar. Rinciannya, Rp 6,30 miliar dari BI, Rp 5,14 miliar dari OJK, dan Rp 1,04 miliar dari mitra kerja. Parahnya, kedua anggota dewan ini diduga menerima dana bantuan sosial dari BI dan OJK untuk yayasan mereka, tapi malah tidak melaksanakan kegiatan sosialnya. Dana itu amblas entah ke mana. Alhasil, rakyat kecil yang seharusnya menikmati dana CSR itu harus gigit jari. Sementara para pejabat ini malah sibuk memindahkan uang haram ke kantong pribadi. Kompas.com

KPK bilang, kedua tersangka akan segera dipanggil lagi. Dan bukan main, kalau mereka masih main-cucian, KPK tak ragu melakukan upaya paksa, termasuk penahanan. Yang bikin heran, kenapa baru sekarang KPK mau bertindak tegas? Sudah setahun lebih kasus ini diusut, kok baru sekarang mau diteriakkan upaya paksa? Jangan-jangan ini cuma gertakan sambal saja? Rakyat sudah menanti keadilan, bukan sekadar janji manis dari lembaga antirasuah. Kompas.com

Jadi, meskipun KPK bilang tidak ada tekanan politik, rakyat tetap waspada. Soalnya, kalau sudah menyangkut wakil rakyat, seringkali kasusnya berlarut-larut atau malah amnes. Semoga kali ini KPK benar-benar bisa menggulung dua anggota DPR ini tanpa pandang bulu, dan mengembalikan uang negara yang sudah digasak habis. Kalau tidak, habislah sudah kepercayaan rakyat pada lembaga ini. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/01/11590081/kpk-tegaskan-tak-ada-tekanan-politik-tangani-kasus-csr-bi-ojk)
