KSPSI Serukan Tinjauan Ulang Kontribusi Tapera yang Menguras Gaji Pekerja

KSPSI Serukan Tinjauan Ulang Kontribusi Tapera yang Menguras Gaji Pekerja

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan pemotongan gaji 3% untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) karena memberatkan buruh. Pemotongan ini menambah beban iuran wajib yang sudah ada, seperti BPJS, menjadi sekitar 6-7%. Buruh juga keberatan karena awalnya diajak bicara namun tidak dilibatkan saat pembentukan Tapera. Andi Gani mengusulkan agar iuran Tapera bersifat opsional, bukan wajib.