Madden-Julian Oscillation: Arsitek Hujan Tak Biasa di Musim Kering

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) masih aktif dan menyebabkan hujan intens selama musim kemarau. MJO bergerak dari Samudra Hindia ke Pasifik setiap 30-40 hari. Saat ini, MJO berada di fase 3 (Samudra Hindia), yang dapat meningkatkan kemungkinan hujan deras di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, sementara wilayah Jawa berpotensi hujan yang tidak terlalu lebat. Aktivitas MJO dibagi menjadi 8 fase, dengan fase basah yang ditandai dengan peningkatan hujan dan fase kering tanpa hujan. Setiap siklus berlangsung sekitar 30-60 hari. MJO berdampak pada curah hujan yang tidak merata di seluruh dunia. Di Indonesia, curah hujan tinggi terjadi saat MJO berada pada fase 6-8 pada Juni-Juli-Agustus, dan fase 3-4 pada Desember-Januari-Februari.