---
id: MpfKV50AswwV
cluster_id: -VlZK55gfcpS
title: Mahasiswa Unhas Ng kritik Program MBG, Diteror Ancaman Drop Out
slug: mahasiswa-unhas-ng-kritik-program-mbg-diteror-ancaman-drop-out
excerpt: Gara-gara kritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang mahasiswa Fakultas
  Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar nyaris dicokok ancaman dikeluarkan
  dari kampus. Intervensi ini sontak membuat mahasiswa bersuara keras agar kebebasan
  akademik ditegakkan. Kompas.id
category: MBG
tags:
- Unhas
- MBG
- Kritik Mahasiswa
- Ancaman Drop Out
- Kebebasan Akademik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/kritik-mbg-mahasiswa-unhas-dapat-pesan-ancaman-do?utm_source=external_kompascom&utm_medium=headline&utm_campaign=tpd_-_popular_traffic
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/CVKkOBUxxZ85-j_ZI1ZeOyUHdj4=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/06/4e55c559a1d2bc3094c3c303ed758409-7a9e7d7a_0d0f_4080_adb6_4d3ba11ec7f9.jpeg
meta_title: Mahasiswa Unhas Diteror DO Gara-gara Kritik Program MBG
meta_description: Mahasiswa Unhas dapat ancaman DO setelah mengkritik program MBG.
  Senat Mahasiswa mendesak agar intervensi terhadap suara kritis mahasiswa dihentikan.
canonical_url: https://berita.media/mahasiswa-unhas-ng-kritik-program-mbg-diteror-ancaman-drop-out
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-13T11:00:58Z'
published_at: '2026-06-13T11:00:58Z'
---

Gila bener, bro! Dengerin nih, ada cerita horor baru dari Makassar. Mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berani buka suara ng kritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) malah diteror ancaman "Drop Out"! Nah ini dia, bukan cuma kritik biasa, tapi ancaman dikeluarkan dari kampus itu datang entah dari mana, bikin kuping panas! Kompas.id

Siapa sih yang berani kayak gini? Ternyata, Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas, Andi M Arsyil, yang nyebarin kabar ini. Dia bilang, ada salah satu mahasiswanya yang kena batunya gara-gara nulis kritikan pedas di media sosial soal program MBG yang dinilai banyak masalah. Belum juga selang lama tuh tulisan nongol, eh, ada oknum yang ngaku bawa pesan dari Dekan Fakultas Teknik ngancem bakal di-DO! Yang bikin geram, si mahasiswa ini nggak pernah dipanggil, nggak pernah diajak ngobrol, apalagi disidang buat klarifikasi kesalahan. Cuma gara-gara ngasih masukan, langsung diteror kayak penjahat! Kompas.id

Alhasil, Senat Mahasiswa langsung geruduk kantor dekanat buat ngomongin masalah ini. Di sana, mereka ditanyain soal ancaman dan diminta buat "ngerem" postingan kritis soal MBG. Alasan? Kampus katanya "mendukung" program itu. Eh, tapi pas ketemu langsung sama Dekan Fakultas Teknik, M Isran Ramli, dia malah ngeles! Bilangnya sih nggak pernah ngancem DO. Tapi kok ya ngakunya kampus dukung MBG? Aneh bin ajaib, bro! Jadi sebenarnya siapa yang mainin peran siapa di sini? Kompas.id

Parahnya lagi, ini bukan cuma soal program MBG aja. Arsyil ngegas, ini udah jadi upaya intervensi terang-terangan terhadap mahasiswa yang punya suara kritis. Makanya, Senat Mahasiswa minta biar intervensi model beginian distop! Mereka juga ngajak mahasiswa lain buat "jangan takut bersuara, jangan takut kritik", mau itu soal MBG, harga BBM naik, atau kebijakan nyeleneh lainnya. Harusnya kampus itu jadi sarangnya kebebasan berpendapat, bukan malah jadi pabrik ancaman! Kompas.id

Untungnya, Kepala Bidang Humas Unhas, Ishaq Rahman, ngasih pernyataan yang beda. Katanya sih, nggak ada keputusan skorsing atau DO yang diambil pihak fakultas maupun rektorat. Unhas katanya tetep junjung tinggi kebebasan akademik dan dialog sehat. Dia juga nyebut kalau Pak Dekan bilang nggak pernah ada ancaman DO, soalnya keputusan DO itu wewenang rektorat yang mekanismenya panjang. Tapi ya gitu, "mengkritik program MBG" kok jadi sensitif banget kayak ngomongin dosa? Makanya, masyarakat kudu melek dan terus ngawal kebebasan bersuara mahasiswa. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/kritik-mbg-mahasiswa-unhas-dapat-pesan-ancaman-do?utm_source=external_kompascom&utm_medium=headline&utm_campaign=tpd_-_popular_traffic)
