---
id: b6tO97SCxrsX
cluster_id: JNBt_PrsWcYx
title: MAKMUR BARENG MASAKAN BOCAH? Guru dan Ortu Murid Justru Curhat Pilu di MK!
slug: makmur-bareng-masakan-bocah-guru-dan-ortu-murid-justru-curhat-pilu-di-mk
excerpt: Program makan bergizi gratis (MBG) yang digembar-gemborkan bakal menyejahterakan
  justru bikin guru dan orang tua murid merana! Curhatan pedas membanjiri sidang Mahkamah
  Konstitusi (MK) di Jakarta, Senin (15/6/2026), mengungkap kesengsaraan di balik
  gemerlap janji manis program ini. detikNews melaporkan.
category: MBG
tags:
- MBG
- MK
- Guru Honorer
- P2G
- Pendidikan
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8533142/guru-dan-ortu-murid-penerima-mbg-curhat-di-sidang-mk
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2024/03/25/gedung-mahkamah-konstitusi-mk-anggi-muliawatidetikcom-9_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Guru & Ortu Murid Curhat Pilu: Program MBG Bikin Sengsara'
meta_description: Sidang MK ungkap kesengsaraan guru dan ortu murid gara-gara program
  Makan Bergizi Gratis (MBG). Beban kerja guru meningkat, kesejahteraan menurun drastis.
canonical_url: https://berita.media/makmur-bareng-masakan-bocah-guru-dan-ortu-murid-justru-curhat-pilu-di-mk
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-16T05:02:13Z'
published_at: '2026-06-16T05:02:13Z'
---

Gila, bro! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digembar-gemborkan jadi solusi ajaib buat anak bangsa, eh malah bikin pilu para pendidik dan orang tua murid! Sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (15/6/2026) jadi saksi bisu curhatan pedas yang bikin kuping panas. Guru sejarah Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah Pondok Pesantren Yayasan Said Aqil Siroj, Iman Zanatul Haeri, yang juga Kepala Bidang Advokasi Guru dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), blak-blakan buka boroknya. "Singkatnya adalah bahwa ini semua jenis guru itu terdampak dari MBG," ujarnya, dengan nada prihatin. Parahnya, banyak guru honorer dan P3K yang nasibnya justru terancam gara-gara program ini, padahal mereka tadinya dianggap sudah 'sejahtera' karena ada MBG. Lah gimana tidak geram coba?

Iman melanjutkan, hasil survei yang dia lakukan ke 239 guru sungguh bikin geleng-geleng kepala. Sebanyak 92 guru mengeluh beban kerja membengkak gila-gilaan, sementara waktu belajar murid malah terpotong. Keluhan lain pun tak kalah mencekam: penghasilan tidak mencukupi, gaji terlambat, fasilitas pendidikan dikurangi, tunjangan ngadat, dan peluang diangkat jadi P3K pun sirna. "Jadi dari survei tersebut, kemudian ada beberapa tema utama yang dinyatakan oleh teman-teman guru, ketidakpastian karier guru, kesejahteraan menurun, pemotongan tunjangan, anggaran pendidikan berkurang, beban kerja meningkat, ketimpangan kebijakan, dampak psikologis. Apa yang dikatakan oleh guru? 'Saya ragu melanjutkan karier sebagai guru'," imbuhnya miris, sembari merangkum ratusan keluhan jadi sebelas poin utama. Ujung-ujungnya, para guru dibikin was-was soal masa depan karir mereka yang suram. detikNews

Dan bukan main, celakanya lagi, temuan Iman makin meruncing. Jam tambahan mengajar guru P3K paruh waktu tak kunjung dibayar, tugas mulia sebagai wali kelas tak beroleh honor sepeser pun, bahkan peran sebagai pembina kegiatan pun tak dapat kompensasi. Ada pula guru P3K yang sampai membandingkan honor mereka dengan pendapatan petugas SPPG, nun jauh di bawah. "Saya sebagai guru yang sekarang baru diangkat P3K paruh waktu sungguh sangat resah akan keberlanjutan status saya. Apalagi jumlah gaji yang diterima saya sebagai P3K paruh waktu sangatlah rendah. Akhirnya mau tidak mau saya membandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh petugas SPPG," tuturnya pilu. Ini kesaksian, bukan kata-kata karangan! Alhasil, para pendidik yang tadinya berdedikasi kini dilanda resah mendalam. detikNews

Parahnya lagi, mayoritas responden survei Iman menyoroti dampak pelaksanaan MBG yang justru mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bukan cuma itu, kualitas menu MBG yang disajikan pun jadi sorotan tajam, menyebabkan banyak makanan akhirnya tak tersentuh sama sekali oleh para siswa. "Dampak yang paling banyak disebut adalah berkurangnya jam efektif karena proses distribusi, pengambilan, pengembalian wadah, yang ini bertentangan sekali dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, sering kali berlangsung pada saat jam pelajaran," ungkapnya. Jadi, janji manis program MBG malah berujung pada inefisiensi jam pelajaran dan makanan yang terbuang sia-sia. Benar-benar ironi, di mana uang rakyat seolah amblas begitu saja tanpa hasil maksimal. detikNews

Gilanya, di tengah semua keluhan dan kesengsaraan ini, hanya para pemohon yang bicara. Nasib ribuan guru dan anak didik penerima MBG kini bergantung pada keputusan MK. Entah bagaimana cerita ini akan berakhir, tapi yang jelas, janji 'makmur' dari MBG sepertinya masih jauh panggang dari api, bahkan justru memantik 'murka' para guru. Habis sudah, selesai!

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8533142/guru-dan-ortu-murid-penerima-mbg-curhat-di-sidang-mk)
