---
id: 2SMVzycmjsHx
cluster_id: w3u3hzmbDqk_
title: MANAJER MUDA MESTI MEMBEKAR TIM, SEMALAM PUN CEMAS KENA SANTA
slug: manajer-muda-mesti-membekar-tim-semalam-pun-cemas-kena-santa
excerpt: Dihajar restrukturisasi berulang kali, manajer muda terpaksa jadi algojo
  bagi bawahannya sendiri. Parahnya, mereka juga hidup dalam bayang-bayang PHK, menanti
  giliran dibekukan layaknya anggota tim. Kompas.id
category: phk
tags:
- phk
- manajemen
- startup
- teknologi
- karier
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/cerita-manajer-muda-menghadapi-efisiensi-dan-restrukturisasi-menenangkan-tim-lalu-ikut-terkena-phk
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/saHPTElj-KUhFSu5jCgouCs2pYk=/1024x682/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/04/7a67b9db3bd15e9b87b35fcf8a7981ef-20260504YGA03.jpg
meta_title: 'PHK: Beban Ganda Manajer Muda, Terpaksa Pecat Tim & Khawatir Kena Santa'
meta_description: Manajer muda terpaksa jadi 'algojo' timnya sendiri akibat restrukturisasi.
  Lebih parah, mereka dihantui kecemasan giliran PHK akan tiba. Baca kisahnya!
canonical_url: https://berita.media/manajer-muda-mesti-membekar-tim-semalam-pun-cemas-kena-santa
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-15T05:03:36Z'
published_at: '2026-07-15T05:03:36Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Zaman sekarang ini bukan cuma karyawan level bawah yang pusing tujuh keliling, manajer muda yang harusnya pegang kendali malah kena beban ganda! Di satu sisi, mereka harus tega jadi malaikat pencabut nyawa karier anak buahnya, di sisi lain, rasa was-was apakah giliran mereka yang bakal kena "sikat bersih" pun menghantui setiap malam. Parahnya, efisiensi dan restrukturisasi ini happening mulu, nggak cuma bikin jumlah karyawan amblas, tapi juga bikin semangat inovasi pada amblas, cara pandang jadi buyar, dan produktivitas kerja pun ngos-ngosan. Semua ini bikin pusing tujuh keliling, tapi yang paling parah ya buat para manajer muda dan level menengah ini. Kompas.id

Nah ini dia, ceritanya makin nyeremin. Di pertengahan 2023 lalu, ada namanya Joe, usianya 37 tahun, posisi udah manajer kehumasan di sebuah startup tekfin di Jakarta. Dia mesti ngelakuin salah satu percakapan paling berat seumur hidupnya, bro! Di ruang meeting yang sunyi senyap, satu per satu anggota tim yang kerja keras bareng dia dipanggil masuk. Sebagai bos, dialah yang mesti nyampaiin kabar kalau perusahaan mau restrukturisasi gila-gilaan, dan divisinya nggak luput dari sasaran. Lebih parahnya lagi, sebagai atasan, dia juga jadi orang terakhir yang dengerin semua keluh kesah, ketakutan, dan kecemasan anak buahnya yang rata-rata generasi Z dan milenial. Mereka pada mikirin cicilan rumah, anak, sampai masa depan karier yang udah di ujung tanduk. Kompas.id

"Perusahaan tempat saya bekerja itu melakukan restrukturisasi dan efisiensi sejak tahun 2020. Kalau dihitung sampai 2023, restrukturisasi dan efisiensi karyawan terjadi sampai lebih dari tiga kali. Tahun 2023 itu paling masif dan menjadi momen terberat dalam hidup saya," curhat Joe yang sekarang udah pindah ke perusahaan lain yang lebih mapan, tapi masih di industri teknologi, ke Kompas. Memang dilematis banget, bro! Sebagai manajer level menengah, dia tahu duluan soal keputusan perusahaan yang mau "gunting pita" banyak karyawan. Lebih ngenesnya lagi, dia malah disuruh ikutan nentuin siapa aja yang bakal kena "tumbang" di timnya. Di satu sisi, dia dituntut profesional buat mikirin kepentingan perusahaan biar tetap ngebut, di sisi lain, dia harus lihat dari sisi kemanusiaan, masa depan dan kesiapan orang yang dia "kurbankan" buat di-PHK, plus nasib dirinya sendiri yang juga nggak jelas. Kompas.id

"Untuk anggota tim yang tersisa, tentunya saya meminta maaf karena semua kondisi harus terjadi, tetapi perusahaan harus tetap bergerak. Saya juga tetap menyediakan diri menjadi bumper untuk berkomunikasi dengan manajemen," kata Joe, penuh penyesalan. Cerita pilu nggak cuma sampai di situ, bro! Ada lagi namanya Rio, milenial usia 37 tahun, dia punya pengalaman yang nggak kalah nyesek. Selama lima tahun terakhir, dia udah loncat-loncat di dua perusahaan rintisan teknologi yang berbeda, tapi sama-sama kena "gebuk" efisiensi dan restrukturisasi yang masif abis. Ujung-ujungnya, dia harus merasakan kehilangan anak buah dan akhirnya dia sendiri pun kena "tendang" keluar. Kompas.id

"Dalam lima tahun terakhir itu, di dua perusahaan berbeda posisi saya sudah manajer level menengah. Sama-sama harus menghadapi momen berat: diberi tahu lebih awal, kehilangan anggota tim, dan aku sendiri akhirnya terkena (PHK) juga," keluhnya. Gilanya, perusahaan rintisan teknologi tempat dia bekerja itu... tapi tunggu dulu, berita harus selesai di sini. Yang jelas, nasib manajer muda ini sungguh memilukan, terperangkap di tengah badai restrukturisasi, jadi algojo sekaligus korban yang siap-siap "angkat koper". Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/cerita-manajer-muda-menghadapi-efisiensi-dan-restrukturisasi-menenangkan-tim-lalu-ikut-terkena-phk)
