---
id: pdRFd0IvJhiM
cluster_id: rSHf4zX-JCNg
title: Mangkir Dua Kali, Eks Pejabat Kemensos Korupsi Kapal Langsung Dicokok!
slug: mangkir-dua-kali-eks-pejabat-kemensos-korupsi-kapal-langsung-dicokok
excerpt: Gilanya! Mantan Dirjen Kemensos yang dua kali mangkir dari panggilan polisi,
  Raden Rasman, akhirnya diringkus di Bandung. Tersangka kasus korupsi bantuan kapal
  nelayan Rp 6,4 miliar ini kini digelandang ke Ende.
category: korupsi
tags:
- korupsi
- Kemensos
- Raden Rasman
- kapal nelayan
- Polres Ende
- NTT
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/06/02/222307578/2-kali-mangkir-pemeriksaan-korupsi-bantuan-kapal-eks-pejabat-kemensos
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/pYAKEY7JZrVik7FQYigLo3rbsd4=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/02/6a1ee093002a8.jpg
meta_title: Eks Pejabat Kemensos Korupsi Kapal Nelayan Ditangkap
meta_description: Raden Rasman, eks Dirjen Kemensos, diringkus setelah dua kali mangkir
  kasus korupsi bantuan kapal senilai Rp 6,4 miliar. Baca kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/mangkir-dua-kali-eks-pejabat-kemensos-korupsi-kapal-langsung-dicokok
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T11:02:36Z'
published_at: '2026-06-03T11:02:36Z'
---

Ceritanya begini. Raden Rasman, eks Direktur Potensi Sumber Daya Sosial (PSDS) Kementerian Sosial, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi bantuan kapal di Kabupaten Ende, NTT. Alih-alih kooperatif, dia malah mangkir dua kali dari panggilan penyidik Polres Ende. Nah ini dia, polisi tidak main-main. Belum juga seminggu setelah mangkir kedua kalinya, Raden langsung dicokok di Bandung, Jawa Barat, Senin (1/6/2026). Kompas.com

Bayangkan, bantuan kapal yang digelontorkan dari anggaran Kemensos tahun 2022-2023 senilai miliaran rupiah itu, kok ya nasibnya malah mengenaskan. Sebanyak 25 unit kapal dengan bobot 5 gross tonnage (GT) yang seharusnya jadi penolong para nelayan, malah rusak parah. Tidak bisa digunakan sama sekali! Celakanya, kerugian negara akibat ulah pejabat ini mencapai Rp 6,4 miliar menurut hitungan BPK. Uang rakyat sebesar itu amblas begitu saja. Sungguh parah!

Kasus ini sudah mulai diselidiki sejak Mei 2025. Polisi sudah memeriksa 85 saksi, memanggil ahli, menyita dokumen, bahkan uang tunai Rp 1,5 miliar. Namun, tersangka utamanya, Raden Rasman, malah memilih kabur dan mangkir. Ini menunjukkan betapa beraninya dia bermain api dengan hukum. Yang tadinya hanya tersangka, sekarang statusnya sudah resmi diringkus. Semoga hukuman setimpal menantinya.

Yang bikin geram, kapal-kapal fiberglass ini harusnya jadi berkah bagi kelompok nelayan. Tapi apa daya, bantuan pemerintah itu kini hanya jadi besi tua tak berguna. Alhasil, para nelayan kembali gigit jari. Mereka yang seharusnya terbantu, malah jadi korban. Ujung-ujungnya, uang triliunan rupiah untuk pembangunan terus digelontorkan, tapi di lapangan, integritas oknum pejabat masih dipertanyakan. Entah sampai kapan cerita seperti ini akan berakhir.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/06/02/222307578/2-kali-mangkir-pemeriksaan-korupsi-bantuan-kapal-eks-pejabat-kemensos)
