---
id: fe4WA-o20dHr
cluster_id: -yY9JJvTmnN9
title: 'Mega Gebrak Bullying Sekolah: Mana Perikemanusiaan Kalian?'
slug: mega-gebrak-bullying-sekolah-mana-perikemanusiaan-kalian
excerpt: Megawati Soekarnoputri murka melihat perundungan merajalela di sekolah, mencak-mencak
  menyoroti hilangnya rasa kemanusiaan. "Di mana rasa perikemanusiaan kalian?" serunya
  lantang di hadapan ribuan kader PDIP. Ancaman kerusuhan sosial akibat pangan pun
  ia lontarkan.
category: bullying
tags:
- Megawati Soekarnoputri
- PDIP
- Bullying Sekolah
- Ketahanan Pangan
- Pancasila
source_urls:
- https://www.antaranews.com/berita/5609149/megawati-soroti-bullying-sekolah-di-mana-rasa-perikemanusiaan-kalian
source_names:
- ANTARA News
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/06/15/1000534426.jpg
meta_title: 'Megawati Marah: Bullying & Pangan Kian Memprihatinkan'
meta_description: Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, murka melihat bullying
  merajalela di sekolah dan serukan pentingnya ketahanan pangan. "Di mana rasa perikemanusiaan
  kalian?" tanyanya tajam.
canonical_url: https://berita.media/mega-gebrak-bullying-sekolah-mana-perikemanusiaan-kalian
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-15T17:01:41Z'
published_at: '2026-06-15T17:01:41Z'
---

Gila, bro! Megawati Soekarnoputri kali ini benar-benar menggelegar. Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP ini ngamuk di Biltar, Jawa Timur, saat meresmikan Istana Gebang. Bukan cuma urusan partai, tapi soal kemanusiaan generasi muda yang makin ambyar, juga soal perut rakyat yang jadi prioritas utama! "Saat ini, saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya: di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas, atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?" serunya lantang tanpa teks. Suaranya berapi-api, bikin ribuan kader PDIP terdiam mendengar wejangannya. Beliau sedih betul lihat anak SD jadi korban hinaan cuma gara-gara status ekonomi mereka yang berbeda, parahnya lagi, bahkan ibu-ibu zaman sekarang mulai kebawa arus! ANTARA News.

Alhasil..., Megawati menekankan bahwa Salam Pancasila bukan sekadar ritual tanpa makna, tapi pengingat abadi nilai-nilai luhur. Eh, tapi belum selesai. Setelah menguliti masalah moral, Bu Mega langsung todong kader partainya soal ketahanan pangan yang dinilai jalan di tempat. Sejak 2021, beliau sudah instruksikan tanam 10 jenis pangan pendamping beras, tapi responsnya lamban. "Siapa yang sudah mengerjakan? Angkat tangan," tantangnya tegas. Beliau geram melihat instruksi penting ini diabaikan begitu saja, padahal ancaman kerusuhan sosial akibat krisis pangan itu nyata, sebuah pelajaran yang ia dapat langsung dari Bung Karno kecil. ANTARA News.

Parahnya lagi, Megawati mengaitkan filosofi Marhaenisme dengan realitas pangan saat ini. Beliau bercerita soal petani Marhaen yang hidup pas-pasan tapi mampu produksi sendiri, sementara rakyat sekarang kesulitan sekadar membeli makanan. Bung Karno pernah berbisik padanya saat kecil, "kalau rakyat tidak bisa makan, itu bisa terjadi kekurangan lalu kerusuhan." Ini jadi pengingat keras buat para kader partai untuk segera bertindak nyata, bukan sekadar omong kosong. Demi Tuhan, rakyat lapar itu sumber petaka! ANTARA News.

Peresmian Istana Gebang yang penuh sejarah ini dihadiri keluarga besar Bung Karno dan jajaran petinggi PDIP, seolah menjadi saksi bisu seruan Megawati. Tapi intinya, Bu Mega geram. Bullying di sekolah itu mencabik-cabik rasa kemanusiaan, sementara ketahanan pangan yang terbengkalai itu mengancam kestabilan negara. Dan ancaman terbesar, menurut beliau, adalah rakyat yang tidak bisa makan. Cuma rakyat yang bisa makan, urusan bangsa jadi aman sentosa. Ingat itu! ANTARA News.

---
**Sumber:** [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5609149/megawati-soroti-bullying-sekolah-di-mana-rasa-perikemanusiaan-kalian)
