---
id: 3AK-1thDmcVl
cluster_id: PioRd3hS9D6r
title: Megawati Gebuk Pragmatisme Politik, Uang dan Kekuasaan Bukan Tujuan
slug: megawati-gebuk-pragmatisme-politik-uang-dan-kekuasaan-bukan-tujuan
excerpt: Megawati Soekarnoputri menggebuk pragmatisme politik dalam konsolidasi PDIP
  Jatim. Kader diminta berhenti menjadikan uang dan kekuasaan sebagai tujuan. Suara.com
  melansir pidato pedas itu.
category: politik
tags:
- politik
- PDIP
- Megawati
- pragmatisme
source_urls:
- https://www.suara.com/news/2026/08/23/223000/megawati-sentil-pragmatisme-politik-jangan-jadikan-uang-dan-kekuasaan-sebagai-tujuan
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/08/23/92777-megawati-soekarnoputri.jpg
meta_title: Megawati Gebuk Pragmatisme Politik di Surabaya
meta_description: 'Megawati Soekarnoputri memberi peringatan keras ke kader PDIP Jatim:
  jangan jadikan uang dan kekuasaan tujuan. Surabaya dapur nasionalisme.'
canonical_url: https://berita.media/megawati-gebuk-pragmatisme-politik-uang-dan-kekuasaan-bukan-tujuan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T05:18:26Z'
published_at: '2026-08-24T05:18:26Z'
---

Gila bro, dengerin dulu nih! Konsolidasi PDIP Jawa Timur di Surabaya, Minggu 23 Agustus 2026, bukan sekadar tempat kumpul-kumpul santai. Megawati Soekarnoputri datang dengan senjata lengkap, bukan pistol, tapi pidato yang menggebuk pragmatisme politik sampai remuk redam. Suara.com melansir, Megawati memperingatkan kader agar tidak menjadikan uang dan kekuasaan sebagai tujuan utama dalam berpolitik.

Alhasil, pesan itu dibungkus dengan cerita sejarah yang menghentak. Megawati mengingatkan bahwa Jawa Timur, khususnya Surabaya, punya peran penting sebagai pusat pergerakan ideologi bangsa. Bung Karno lahir dan menggembleng diri di daerah ini, mulai dari Surabaya, Mojokerto, hingga Blitar. Dia bahkan menyebut Surabaya sebagai 'Dapurnya Nasionalisme'. Itulah mengapa kota ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat penggemblengan patriot-patriot bangsa. Parahnya, masih ada saja kader yang lupa sejarah, lebih sibuk menghitung uang daripada menghayati perjuangan. Suara.com mengutip pidato Megawati dalam konsolidasi itu.

Megawati lalu membeberkan bagaimana Bung Karno muda menamatkan pendidikan di HBS dan berguru kepada HOS Tjokroaminoto di ruangan sempit dengan fasilitas terbatas. Dari usia belasan tahun, Bung Karno sudah berani bermimpi Indonesia Merdeka di tengah gempuran kapitalisme global Surabaya. Megawati juga menceritakan bahwa Bung Karno berjuang dari sosok pemuda miskin, namun punya cita-cita besar dan berjuang bagi cita-citanya. Hebatnya, menurut Megawati yang dilansir Suara.com, Bung Karno membuktikan bahwa kekuatan kolonialisme terbesar di dunia bisa dikalahkan melalui kemerdekaan Indonesia. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau generasi sekarang malah pragmatis, hanya memikirkan transaksional politik dan kursi empuk. Justru dengan semangat itulah Megawati mengajak kader PDIP Jatim untuk bangkit.

Gilanya, di tengah fenomena pragmatisme politik yang kian menggurita, Megawati memperingatkan agar kader tidak menjadikan uang dan kekuasaan sebagai tujuan. Kemudian dia menginstruksikan seluruh kader untuk memperkuat akar rumput dan menghindari pragmatisme demi mengembalikan kejayaan di Jawa Timur, sebagaimana dilaporkan Suara.com. Ini jelas sebuah tamparan bertabur petir bagi mereka yang selama ini sibuk bermain uang di kontestasi politik. Kader diminta memperkuat akar rumput, bukan mempertebal isi dompet.

Habis sudah. Megawati menutup dengan perintah agar seluruh kader menjadikan spirit Surabaya sebagai tempat lahirnya pejuang-pejuang tangguh. Kalau masih ada yang nekat mempraktikkan politik uang, siap-siap dihajar lagi oleh sang ketua umum. Suara.com, sumber kami, sudah membuktikan betapa pedasnya nasihat itu.

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/news/2026/08/23/223000/megawati-sentil-pragmatisme-politik-jangan-jadikan-uang-dan-kekuasaan-sebagai-tujuan)
