Menyelami Dunia Ransomware: Memahami dan Menangkal Ancaman Digital (Bagian I)

Menyelami Dunia Ransomware: Memahami dan Menangkal Ancaman Digital (Bagian I)

**Ransomware Menyerang Pusat Data Pemerintah Indonesia** Ransomware, jenis perangkat lunak tebusan, telah menyerang beberapa aset penting di Indonesia, termasuk Pusat Data Nasional (PDN) dan server penting milik militer. Kelompok peretas Brain Cipher bertanggung jawab atas serangan tersebut menggunakan virus Lockbit 3.0.2. Peretas menargetkan server pada 20 Juni 2024, menonaktifkan fitur keamanan dan mengenkripsi data dari 210 instansi pemerintah. Mereka menuntut tebusan sebesar 8 juta dolar AS (Rp 131 miliar). Pemerintah tidak akan memenuhi permintaan tebusan dan sedang melacak keberadaan peretas. Peretas menggunakan berbagai metode untuk menyerang, termasuk phishing, intrusi eksternal, dan Initial Access Brokers (IAB). Para ahli mempertanyakan mengapa pusat data penting hanya mengandalkan perangkat lunak keamanan bawaan Windows, yang dianggap memiliki kinerja terbatas. Ada kekhawatiran bahwa sistem operasi Linux lebih aman dari serangan malware dibandingkan Windows. Ransomware dikenal canggih dan sulit dideteksi antivirus karena mereka sering mengubah kompilasi atau kode mereka.