---
id: lKkkc6Bghezj
cluster_id: utjyf3Ba-G0c
title: MILITER DAN ORMAS DILIBATKAN DALAM DEMO, AMNESTY KRITIK HABIS POLISI!
slug: militer-dan-ormas-dilibatkan-dalam-demo-amnesty-kritik-habis-polisi
excerpt: Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia memprotes keras pelibatan
  TNI dan ormas dalam pengamanan demo. Menurutnya, polisi sudah cakap tanpa bantuan
  aparat perang! Gilanya, Komcad pun ikut digandeng!
category: ormas
tags:
- amnesty international
- tni
- ormas
- demonstrasi
- polisi
source_urls:
- https://www.tempo.co/hukum/amnesty-kritik-pelibatan-militer-hingga-ormas-saat-demo-2269661
source_names:
- Tempo.co
image_url: https://statik.tempo.co/data/2026/06/12/id_1477501/1477501_720.jpg
meta_title: Amnesty Kritik Keras Pelibatan Militer & Ormas Saat Demo
meta_description: Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia geram dengan pelibatan
  TNI dan ormas saat pengamanan demo. Menurutnya, polisi tak butuh bantuan 'pasukan
  perang' karena bisa memicu konflik.
canonical_url: https://berita.media/militer-dan-ormas-dilibatkan-dalam-demo-amnesty-kritik-habis-polisi
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-17T05:01:41Z'
published_at: '2026-06-17T05:01:41Z'
---

GILA, bro! Dengerin nih cerita miris dari Amnesty International Indonesia! Direktur Eksekutifnya, si Usman Hamid, *ngamuk-ngamuk* ngeliat polisi ngajak tentara sama ormas buat jaga demo seminggu terakhir ini. Lah, emangnya polisi udah nggak becus apa gimana? Kok sampai minjem 'pasukan perang' segala? Aneh bin ajaib, nggak ada angin nggak ada badai, tahu-tahu tentara disuruh ngawal rakyat demo. Padahal, itu kan tugas polisi, bro!,

Menurut Usman, militer itu digembleng buat perang, bukan buat urusan damai di jalanan. "Karena militer itu dilatih, dididik, dipersenjatai untuk perang. Bukan menangani masalah di dalam masyarakat," ujar Usman yang jelas-jelas geram itu, kayak dikutip dari Tempo.co. Dia juga nyinyir abis soal pelibatan Komponen Cadangan (Komcad). Parahnya lagi, Usman khawatir kalau Komcad yang statusnya masih sipil ini dilibatkan, malah bisa bikin konflik horizontal antarwarga. Waduh, bener juga sih. Kok nekat amat sih ngajak-ngajak yang begini?

Yang bikin gregetan lagi, Usman menolak keras kalau ormas atau abang ojek online diajak jaga demo. "Jangan sampai pemerintah ikut mengorganisir mereka," tegas Usman. Dia nggak lupa ngasih contoh nyatanya, peristiwa Cawang Berdarah. Dulu, mahasiswa diserang preman yang konon ngakunya Pam Swakarsa, sampai ada yang tewas! Makanya, Usman yakin banget polisi itu sudah mumpuni buat ngamain demo. "Jangan libatkan militer, jangan libatkan Komcad, jangan libatkan kelompok masyarakat," kata Usman, mantap sekali kan?,

Eh, tapi cerita makin panas nih. Ada dokumen bocor dari Kementerian Pertahanan, bro! Isinya perintah buat 500 prajurit Komcad yang ASN buat apel siaga. Tanggalnya? 11 Juni 2026. Wah, udah dikonsep rupanya! Ditambah lagi, mata-mata Tempo.co di lapangan ngeliat langsung banyak tentara pakai seragam loreng hijau ikut jaga demo di lapis kedua. Anehnya, kok ya aparat negara malah main alat pelindung diri kayak gitu?,

Alhasil, pengerahan tentara dan ormas buat mengamankan demo ini jadi tanda tanya besar. Amnesty udah buka suara, nunjukin kalau ada yang salah kaprah dalam sistem pengamanan ini. Mending polisi fokus ke tugasnya aja, jangan malah ngajak-ngajak 'pasukan tempur' yang bikin rakyat makin was-was. Gimana nggak heran coba, mestinya damai, eh malah kayak mau perang saudara! Tempo.co

---
**Sumber:** [Tempo.co](https://www.tempo.co/hukum/amnesty-kritik-pelibatan-militer-hingga-ormas-saat-demo-2269661)
