---
id: c-ZEOonPE9oV
cluster_id: rqvfc5mbbox9
title: Minyak Brent Ambruk, Rupiah Ikutan Terkapar Loyo
slug: minyak-brent-ambruk-rupiah-ikutan-terkapar-loyo
excerpt: Gara-gara harga minyak mentah Brent dibanting ke bawah 73 dolar AS per barel,
  nilai tukar rupiah ikut-ikutan melemah! Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede,
  bilang ini bikin kekhawatiran twin deficit mereda, tapi rupanya rupiah masih saja
  kedodoran. Alhasil, rupiah jeblok ke posisi Rp17.988 per dolar AS.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- minyak brent
- ekonomi
- bursa efek
- kurs
source_urls:
- https://ambon.antaranews.com/berita/334019/sentimen-terhadap-rupiah-dipicu-harga-minyak-mentah-brent-yang-turun
source_names:
- ANTARA News
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/06/15/1000936051.jpg
meta_title: Minyak Brent Anjlok Bikin Rupiah Loyo, Kepala Ekonom Permata Bank Buka
  Suara
meta_description: Harga minyak Brent jatuh di bawah 73 dolar AS, sentimen negatif
  seret rupiah ke Rp17.988 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank jelaskan pemicunya.
  Simak analisis lengkapnya di sini!
canonical_url: https://berita.media/minyak-brent-ambruk-rupiah-ikutan-terkapar-loyo
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-27T05:03:14Z'
published_at: '2026-06-27T05:03:14Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih, yang namanya rupiah kok ya nasibnya gini-gini amat. Baru aja mau nepis angin, eh, malah dihajar kabar soal harga minyak mentah Brent yang anjlok parah. Iya, kamu nggak salah denger, Brent yang harganya tembus di bawah 73 dolar AS per barel itu jadi biang keroknya. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, blak-blakan bilang ini sentimen negatifnya langsung nendang ke rupiah, bikin doi terkapar loyo! Nah ini dia, makin parah lagi, Jumat pagi kemarin rupiah udah nyungsep lagi di angka Rp17.988 per dolar AS, turun 45 poin alias 0,25 persen dari penutupan sebelumnya yang masih napas di Rp17.943 per dolar AS. Padahal katanya sih, penurunan harga minyak ini justru bikin kekhawatiran soal risiko *twin deficit* Indonesia jadi reda. Eh, tapi kok malah makin nyungsep gini jadinya? Antara News.

Yang bikin heran, kok bisa-bisanya harga minyak Brent anjlok begitu? Ternyata oh ternyata, kata para pengamat di Antara News, ini gara-gara ekspektasi pasokan minyak yang bakal melimpah dari kawasan Timur Tengah. Lah gimana tidak, kalau suplai banyak, otomatis harga jualnya pun bakal ditekan habis-habisan. Dan bukan main, imbasnya ke Surat Berharga Negara (SBN) juga kelihatan jelas. Imbal hasil SBN pada turun semua, tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, sampai 20 tahun, semuanya melorot. Ini seolah jadi sinyal positif buat ngurangin tekanan fiskal negara. Volume perdagangan SBN pun ikut meroket gila-gilaan, sampai Rp24,91 triliun, jauh banget dibanding sesi sebelumnya yang cuma Rp17,33 triliun. Pasar obligasi jadi rame banget, kayak pasar kaget! Antara News.

Malah, kalau dilihat dari sisi kepemilikan asing atas SBN, malah ada tambahan Rp160 miliar, bikin totalnya jadi Rp875 triliun per 24 Juni 2026. Persentasenya? Sampai 12,66 persen dari total *outstanding* lho! Ini menandakan ada kepercayaan investor asing yang mulai pulih di pasar obligasi Indonesia. Sementara di kancah global, indeks harga *Personal Consumption Expenditures* (PCE) umum di AS itu terpantau stabil di angka 0,4 persen *month-on-month* (mom) pada Mei 2026, bahkan lebih rendah dari prediksi pasar yang 0,5 persen mom. Tapi jangan senang dulu, secara tahunan inflasi PCE umum malah naik jadi 4,1 persen *year-on-year* (yoy), dari sebelumnya 3,8 persen yoy. Angka ini sejalan kok sama perkiraan pasar. Antara News.

Gilanya, inflasi PCE inti pun ikut naik tipis jadi 3,4 persen yoy, naik dari 3,3 persen yoy. Realisasi inflasi bulanan yang lebih rendah dari perkiraan ini memang ngasih harapan kalau tekanan inflasi jangka pendek mulai mereda, sedikit ngurangin ketakutan soal inflasi yang bandel di Amerika Serikat. Ditambah lagi, estimasi final pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2026 direvisi naik jadi 2,1 persen *quartal-on-quartal* (qoq) dari sebelumnya cuma 1,6 persen qoq. Ini jelas nunjukin kalau ekonomi AS masih kokoh kayak baja. Nah, dari semua faktor itu, rupiah diprediksi bakal bergerak di rentang Rp17.900 sampai Rp18.025 per dolar AS hari ini. Hancur lebur, bro, bikin pusing tujuh keliling! Antara News.

---
**Sumber:** [ANTARA News](https://ambon.antaranews.com/berita/334019/sentimen-terhadap-rupiah-dipicu-harga-minyak-mentah-brent-yang-turun)
