---
id: BuXpueg-p1y5
cluster_id: xZFkrGLI8JUZ
title: Ngegas ke Jurang PHK Massal Akibat AI! Perusahaan Malah Makin Konyol
slug: ngegas-ke-jurang-phk-massal-akibat-ai-perusahaan-malah-makin-konyol
excerpt: Bayangkan perlombaan menuju jurang, semua tahu bahayanya, tapi malah makin
  kencang menekan gas! Ribuan pekerja teknologi sudah jadi korban AI, perusahaan sibuk
  ngabisin duit buat robot tapi lupa rakyat mau beli apa. Ini jebakan konyol, bro!
category: phk
tags:
- phk
- AI
- kecerdasan buatan
- otomasi
- teknologi
- ekonomi
source_urls:
- https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/07/140000665/jebakan-phk-di-era-kecerdasan-buatan?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/STzmdYNZIuahtRX7tTMfvbQG5rU=/0x0:1200x800/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c818d0ca91.png,0,-0,1)/data/photo/2025/04/28/680f536b71715.jpg
meta_title: 'Jebakan PHK Massal Era AI: Raksasa Teknologi Malah Ngegas ke Jurang'
meta_description: Ribuan pekerja teknologi terancam PHK akibat AI dan otomasi. Perusahaan
  sibuk investasi triliunan buat robot, tapi lupa rakyat bakal beli apa. Ini jebakan
  konyol menuju jurang!
canonical_url: https://berita.media/ngegas-ke-jurang-phk-massal-akibat-ai-perusahaan-malah-makin-konyol
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-08T02:03:03Z'
published_at: '2026-06-08T02:03:03Z'
---

Bayangkan – perlombaan mobil menuju jurang maut, semua mata awas melihat tebing di depan, semua tahu yang menunggu di bawah sana adalah malapetaka. Tapi anehnya, tak satu pun yang berani menginjak rem. Kenapa? Karena yang melambat sedikit saja, pasti langsung tersalip dan jadi pecundang. Maka, demi gengsi, semua justru menekan gas lebih dalam! Ini dia gambaran ngeri yang terkuak dari riset ekonomi gila-gilaan soal gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat ulah Kecerdasan Buatan alias AI, Kompas.com.

Datanya bikin merinding, bro! Cuma dari Januari sampai awal April 2026 saja, sekitar 80.000 pekerja di sektor teknologi global itu amblas begitu saja dari daftar gaji. Laporan dari Nikkei Asia bilang, separuhnya itu gara-gara kebutuhan tenaga manusia berkurang drastis karena si AI dan otomasi yang makin canggih itu. Angka terus meroket, sampai pertengahan Mei 2026, data Layoffs.fyi mencatat lebih dari 113.000 pekerja teknologi dari 179 perusahaan sudah digilas. Gilanya, gelombang PHK ini justru terjadi pas perusahaan lagi royal-royalnya keluarin duit buat AI. Meta misalnya, dia tekan biaya karyawan abis-abisan sambil siap-siap ngebor duit lebih dari 100 miliar dolar AS buat pusat data dan perangkat keras AI di tahun 2026. Waduh!

Banyak ekonom pada panik, bilang krisis tenaga kerja ini sudah di depan mata, bukan nanti-nanti. Apalagi lihat secepat kilat AI ini merambah ke dunia korporasi. Indonesia pun nggak kebal, Menaker aja udah catat PHK sampai 26.455 kasus per Mei 2025, Jawa Tengah paling parah. Di sektor kreatif pun sama, ada agensi yang sampai buang 60 persen stafnya, diganti pake sistem otomatis. Parahnya, mereka nggak peduli nasib orang yang di-PHK itu bagaimana, Kompas.com.

Terus kenapa perusahaan yang sudah lihat jurang di depan mata tetap ngegas konyol? Riset Falk dan Tsoukalas ngasih jawaban yang nggak enak didengar. Logikanya gini, bro: pekerja itu bukan cuma pekerja, tapi juga pembeli! Gaji yang mereka terima ya dibelanjakan lagi, dan belanjaan itu kan yang jadi duit buat perusahaan. Kalau banyak pekerja di-PHK, duit belanjaannya jelas mandek. Pendapatan yang hilang itu bukan cuma masalah si pekerja. Itu juga kerugian buat perusahaan lain yang nawarin barang. Nah, bayangin kalau ini terjadi barengan di banyak perusahaan, di satu sektor pula! Setiap PHK baru itu menggerus lagi duit belanja yang jadi sumber hidup semua perusahaan. Kalau diterusin sampai ujung, ya jadi absurd. Perusahaan makin rajin otomatisasi biar produktif tak terhingga, sampai akhirnya nggak ada lagi orang yang punya duit buat beli produk mereka. Mesin bisa bikin segalanya, tapi nggak ada yang sanggup beli apa pun. Tragis!

Pertanyaannya wajar banget: kalau jurang itu sudah terlihat jelas sama semua orang, kenapa perusahaan yang katanya rasional malah lari ke sana? Jawaban riset ini inti masalahnya: tahu bahaya doang nggak cukup. Penyebabnya sederhana tapi krusial: ketimpangan brutal antara siapa yang dapat untung gede dan siapa yang menderita. Kompas.com.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://www.kompas.com/tren/read/2026/06/07/140000665/jebakan-phk-di-era-kecerdasan-buatan?page=all)
