---
id: r1EtnYiBXMSR
cluster_id: JNgOh7xWrG-d
title: Nggak Gitu Konsepnya! 'Gratis' Makan Bergizi Nasional Ternyata Minta-Minta
  Duit CSR?
slug: nggak-gitu-konsepnya-gratis-makan-bergizi-nasional-ternyata-minta-minta-duit-csr
excerpt: 'Jubir Negara ngaku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap didanai CSR,
  BUMN, sampe hibah luar negeri. Gara-gara ini, publik gempar nanyain: negara kok
  nyerah jadi donatur program gizi sendiri? Kebangetan!'
category: MBG
tags:
- Makan Bergizi Gratis
- MBG
- CSR
- BUMN
- Anggaran Negara
- Kebijakan Publik
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/09/13240341/dari-mbg-ke-mbn-menguji-konsistensi-negara-kesejahteraan
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/CWxkw0FRno3uZZCbyYouI8qwdEs=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/09/6a27813df0de8.jpg
meta_title: Program Makan Bergizi Gratis Disokong CSR? Negara Nyerah?
meta_description: Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi didanai
  CSR, BUMN, dan hibah luar negeri menuai kritik. Benarkah negara tak sanggup lagi?
  Baca selengkapnya!
canonical_url: https://berita.media/nggak-gitu-konsepnya-gratis-makan-bergizi-nasional-ternyata-minta-minta-duit-csr
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T08:02:30Z'
published_at: '2026-06-09T08:02:30Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba ada pernyataan yang bikin kuping panas dari Kepala Badan Gizi Nasional. Beliau santai saja buka peluang buat 'minta-minta' dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pakai duit CSR, BUMN, perusahaan swasta, bahkan hibah luar negeri. Gilanya, ini bukan sekadar urusan ngitung duit di meja kantor. Ini soal harga diri negara dalam program yang digadang-gadang jadi investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045, lho! Kompas.com

Bayangkan, program ini dari awal digaungkan dengan nama Makan Bergizi *Gratis* (MBG). Kata 'gratis' itu kan ngasih gambaran kalau negara hadir full pakai uang pajak rakyat untuk jamin gizi anak-anak sekolah. Tapi begitu dengar rencana ngumpulin duit dari mana-mana kayak lagi ngamen, nama itu jadi relevan banget buat dipertanyakan. Mana ada program negara beneran gratis, sih? Semua akhirnya ujung-ujungnya ya dari pajak. Makanya, kalau mau ngajak 'panti jompo' swasta kayak CSR, nama yang lebih pas mungkin Makan Bergizi Nasional (MBN), bukan MBG lagi. Ini bukan soal ngejar nama doang, tapi soal siapa yang bertanggung jawab beneran dan gimana program ini bisa lanjut terus. Deborah Stone dalam bukunya Policy Paradox sudah bilang, penamaan program publik itu penting buat ngebentuk persepsi. Kalau namanya 'gratis', ya rakyat ngiranya negara yang urus. Tapi kalau ujungnya 'minta-minta', rakyat jadi bingung siapa yang sebenarnya mau dimintai pertanggungjawaban kalau programnya ambruk. Kompas.com

Nah ini dia yang bikin geram. Publik berhak tahu dong, seberapa besar porsi APBN yang masih jadi tulang punggung pendanaan program makan bergizi ini? Jangan sampai kontribusi CSR cuma jadi pelengkap 'ngamen' negara. Jangan sampai kebanggaan program yang katanya buat 'Indonesia Emas' ini malah jadi alasan buat ngeles soal tanggung jawab negara. Kalau negara sudah nggak sanggup, bilang saja. Jangan pakai kedok 'gratis' terus belakangan malah berdalih cari dana dari pihak lain. Parahnya, gizi anak bangsa jadi taruhan kebijakan yang nggak konsisten. Kompas.com

Jangan sampai visi Indonesia Emas 2045 cuma jadi slogan kosong. Kalau dari program dasar seperti makan bergizi saja negara sudah mulai limbung, bagaimana nasib mimpi-mimpi besar lainnya? Rakyat berhak dapat jawaban, bukan alasan cari donatur. Kalaupun mau pakai CSR, harusnya dijelaskan sedetail-detailnya agar masyarakat tahu posisi sebenarnya negara dalam program ini. Kalau tidak, ini sama saja menipu publik dengan narasi yang manis tapi isinya kosong.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/09/13240341/dari-mbg-ke-mbn-menguji-konsistensi-negara-kesejahteraan)
