---
id: 78CI1F_AYlSw
cluster_id: aa3neBLVsw7g
title: Ngirit Anggaran! Makan Bergizi Gratis Dipangkas, Anak Sekolah Gigit Jari!
slug: ngirit-anggaran-makan-bergizi-gratis-dipangkas-anak-sekolah-gigit-jari
excerpt: Siang bolong, Badan Gizi Nasional (BGN) bikin gebrakan! Skema Makan Bergizi
  Gratis (MBG) dirombak habis-habisan demi efisiensi. Paket bundling libur sekolah
  amblas, jatah lima hari seminggu. Anak-anak terancam kelaparan! detikHealth
category: MBG
tags:
- Makan Bergizi Gratis
- BGN
- Efisiensi Anggaran
- Anak Sekolah
- Gizi Buruk
source_urls:
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8509106/kena-efisiensi-bgn-hapus-mbg-paket-bundling-saat-libur-sekolah
source_names:
- detikHealth
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/09/30/ilustrasi-makan-siang-gratis-1759218011364_169.jpeg?w=1200
meta_title: 'MBG Dipangkas Efisiensi: Anak Sekolah Terancam Kelaparan!'
meta_description: Badan Gizi Nasional (BGN) rombak total skema Makan Bergizi Gratis
  (MBG) demi efisiensi. Paket bundling libur sekolah dihapus, jatah jadi 5 hari. Rakyat
  merana!
canonical_url: https://berita.media/ngirit-anggaran-makan-bergizi-gratis-dipangkas-anak-sekolah-gigit-jari
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-29T14:04:03Z'
published_at: '2026-05-29T14:04:03Z'
---

Ceritanya begini. Demi katanya 'efisiensi anggaran', Badan Gizi Nasional (BGN) ini nekat memangkas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gilanya, mereka menghapus skema pembagian makanan dalam bentuk paket bundling untuk hari libur sekolah. Jadi, kalau sekolah libur di tengah pekan, ya sudah, anak-anak tidak dapat jatah makanan tambahan bawaan pulang. Hilang sudah harapan perut kenyang saat libur. detikHealth

Menurut Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, kebijakan ini adalah bentuk dukungan mereka terhadap efisiensi anggaran pemerintah. "Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi," keluhnya dengan gaya pasrah yang mencurigakan. Entah pasrah karena memang terpaksa, atau pasrah karena memang niatnya dari awal begitu. Parahnya, dia bilang ini demi efisiensi. Efisiensi untuk siapa? Tentu saja bukan untuk anak-anak yang perutnya bakal makin keroncongan! detikHealth

Bukan cuma itu saja, penderitaan anak sekolah diperparah dengan perubahan pola distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari per minggu. Alasannya? Mengikuti hari aktif belajar siswa. Konsepnya pun diubah total. Ke depannya, MBG hanya akan diberikan saat peserta didik berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar. "Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG," tegas Sony. Nah ini dia! Jadi kalau anak sekolah lagi liburan, mau kumpul sama keluarga, ya sudah, urus sendiri perutnya. Yang penting BGN sudah 'efisien'. detikHealth

Yang bikin geram, Sony sesumbar kalau kebijakan efisiensi ini tidak akan berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa. Penyesuaian hanya dilakukan pada sisi tata kelola dan pola distribusi agar penggunaan anggaran lebih optimal. "Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien," katanya membela diri. Entah kenapa, ucapan ini terdengar seperti janji politikus yang tidak pernah ditepati. Kalau efisien, kenapa harus dikurangi? Kenapa harus memberatkan anak-anak yang notabene adalah penerus bangsa? Bukankah seharusnya anggaran gizi anak itu ditingkatkan, bukan malah dipangkas? Entahlah, mungkin definisi 'efisien' menurut BGN berbeda dengan rakyat jelata. detikHealth

Ujung-ujungnya, anak-anak sekolah yang akan paling merasakan dampaknya. Di saat banyak yang masih berjuang melawan stunting dan kekurangan gizi, kebijakan ini justru seperti menampar mereka. Niat awal MBG ini kan mulia: memastikan anak-anak Indonesia mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang optimal. Tapi dengan pemangkasan ini, niat mulia itu seolah dibuang ke laut. Sungguh sebuah ironi yang menyakitkan. detikHealth

---
**Sumber:** [detikHealth](https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8509106/kena-efisiensi-bgn-hapus-mbg-paket-bundling-saat-libur-sekolah)
