---
id: NysI4ibKMC-W
cluster_id: Nh0VGwCdarMm
title: Optimistis Kelewatan! Anggaran 2027 Rupiah Malah Diperkirakan Terjebol Habis
slug: optimistis-kelewatan-anggaran-2027-rupiah-malah-diperkirakan-terjebol-habis
excerpt: Pemerintah sesumbar proyeksi nilai tukar rupiah di Anggaran 2027 bakal terapresiasi
  manis, tapi ekonom bilang itu cuma mimpi. Yusuf Rendy Manilet dari CORE Indonesia
  justru memprediksi rupiah bakal babak belur, tembus Rp 18.000, jauh dari harapan
  manis pemerintah. Gilanya, asumsi pemerintah itu sudah jebol duluan!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- ekonomi
- anggaran negara
- CORE Indonesia
source_urls:
- https://jakartaglobe.id/business/2027-rupiah-assumption-too-optimistic-economist-says
source_names:
- Jakarta Globe
image_url: https://img2.beritasatu.com/cache/jakartaglobe/960x620-w/2025/03/1741845368-5000x3333.webp
meta_title: 'Rupiah 2027 Diragukan Kuat, Ekonom: Asumsi Pemerintah Terlalu Optimis'
meta_description: Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai proyeksi rupiah
  dalam APBN 2027 terlalu optimistis dan berpotensi jebol. Anggaran bisa dibangun
  di atas harapan palsu jika tak realistis.
canonical_url: https://berita.media/optimistis-kelewatan-anggaran-2027-rupiah-malah-diperkirakan-terjebol-habis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-13T17:02:06Z'
published_at: '2026-08-13T17:02:06Z'
---

Gila, bro! Pemerintah kita ini kayaknya lagi kesurupan optimistis soal nilai tukar rupiah buat anggaran tahun 2027. Bayangin aja, mereka pasang target ngawur banget di angka Rp 16.800 sampai Rp 17.500 per dolar AS. Padahal, nyatanya di pasar sekarang rupiah udah tembus Rp 17.900, bahkan ngintip di Rp 18.000! Nah ini dia, si Yusuf Rendy Manilet dari CORE Indonesia geleng-geleng kepala denger rencana pemerintah ini. Menurutnya, asumsi pemerintah itu terlalu optimis dan ngawur, ibarat membangun rumah di atas awan. Jakarta Globe

“Yang bikin geram, batas atas asumsi itu sudah dilewati sebelum tahun anggaran dimulai,” seru Yusuf kepada Jakarta Globe, Rabu kemarin. Dia menjelaskan, butuh keajaiban besar dan perubahan drastis di pasar global agar rupiah bisa kembali ke level yang dipatok pemerintah. Itu pun kalau Amerika Serikat mau melonggarkan kebijakan moneternya, ketegangan geopolitik mereda, dan neraca perdagangan kita membaik. Alhasil, harapan pemerintah itu kayak cerita dongeng sebelum tidur, indah tapi nggak realistis!

Yusuf memang mengakui langkah pemerintah soal pengelolaan Dana Hasil Ekspor (DHE) itu bagus buat pasar valuta asing domestik. Tapi jangan harap lebih, bro! Efeknya paling cuma bikin pasar makin dalam aja, nggak bakal mengubah arah fundamental rupiah yang lagi terpuruk. Parahnya, pemerintah kayak nggak sadar diri gitu, asyik dengan angka-angka yang dibuat-buat. Ujung-ujungnya, anggaran negara bakal dibangun di atas harapan palsu.

Makanya, Yusuf nyaranin pemerintah itu pakai angka yang lebih realistis dong! Kira-kira di rentang Rp 17.500 sampai Rp 17.800 per dolar AS lah sebagai titik tengah asumsinya. Tujuannya jelas, biar komponen belanja negara seperti subsidi dan bunga utang nggak jebol gara-gara ngandelin rupiah yang katanya bakal kuat banget. Ini penting banget biar APBN kita nggak remuk redam di kemudian hari karena perhitungan yang ngaco. Selesai sudah kalau begini terus.

Nanti tanggal 14 Agustus, Presiden Prabowo dijadwalkan bakal pidato soal Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Di situ bakal diumbar asumsi makroekonomi dan arah kebijakan fiskal. Tapi dengan proyeksi rupiah yang ngawur kayak gini, jangan-jangan pidatonya isinya cuma janji manis belaka. Padahal, pergerakan rupiah itu krusial banget buat subsidi dan biaya utang negara. Kalau rupiah makin melemah, siap-siap aja negara makin terbebani. Celakanya, pemerintah malah ngambil asumsi yang ngawur abis.

“Secara keseluruhan, saya lihat asumsi makroekonomi di RUU APBN 2027 itu cenderung optimis, terutama pada dua variabel yang saling berkaitan: pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar,” ungkap Yusuf. Dia juga menyoroti potensi inkonsistensi antara target pertumbuhan ekonomi dan asumsi nilai tukar yang dipasang pemerintah. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi kan butuh investasi dan impor barang modal yang lebih banyak, yang bisa jadi malah bikin rupiah makin tertekan. Gilanya, mereka seolah lupa kalau ini semua saling terkait, malah pasang target ngaco!

Jadi, pemerintah itu mendingan pasang asumsi makroekonomi yang realistis aja, biar APBN 2027 nggak jadi mimpi di siang bolong. Jakarta Globe

---
**Sumber:** [Jakarta Globe](https://jakartaglobe.id/business/2027-rupiah-assumption-too-optimistic-economist-says)
