---
id: JfJPF2qvJShM
cluster_id: FVNQg1WRazCL
title: Ormas GIBAS Gebrak Bale Kota! Desak Garasi Bus Ilegal Segera Diberangus!
slug: ormas-gibas-gebrak-bale-kota-desak-garasi-bus-ilegal-segera-diberangus
excerpt: Kantor Bale Kota Tasikmalaya tegang! Ormas GIBAS tak tahan lagi melihat garasi
  bus ilegal beroperasi seenaknya. Mereka tuntut Pemkot bergerak cepat, jangan cuma
  janji di atas kertas!
category: ormas
tags:
- ormas
- GIBAS
- Tasikmalaya
- garasi bus ilegal
- Bale Kota
source_urls:
- https://www.harapanrakyat.com/2026/06/ormas-geruduk-bale-kota-tasikmalaya-desak-penutupan-garasi-bus-ilegal-di-jl-sl-tobing/
source_names:
- Harapan Rakyat
image_url: https://www.harapanrakyat.com/wp-content/uploads/2026/06/Ormas-Geruduk-Bale-Kota-Tasikmalaya-Desak-Penutupan-Garasi-Bus-Ilegal-di-Jl-SL-Tobing.jpg
meta_title: Ormas GIBAS Gebrak Bale Kota Tasikmalaya, Tuntut Penutupan Garasi Bus
  Ilegal
meta_description: Puluhan anggota Ormas GIBAS geruduk Bale Kota Tasikmalaya desak
  penutupan garasi bus ilegal. Tuntutan mereka didasari lambannya respons Pemkot.
canonical_url: https://berita.media/ormas-gibas-gebrak-bale-kota-desak-garasi-bus-ilegal-segera-diberangus
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T20:01:28Z'
published_at: '2026-06-02T20:01:28Z'
---

Ceritanya begini. Selasa kelabu, 2 Juni 2026, Bale Kota Tasikmalaya mendadak ramai bukan karena tamu kehormatan, tapi puluhan anggota Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Tasikmalaya. Mereka datang dengan wajah garang, menuntut ketegasan Pemkot yang dianggap lamban membersihkan kota dari praktik ilegal. Harapan Rakyat

Fokus utama mereka? Garasi bus tanpa izin di Jalan SL Tobing yang sudah lama bikin resah. Ini bukan cuma pelanggaran sepele, bro! Ini sudah mengangkangi Peraturan Daerah (Perda), mengabaikan regulasi lingkungan, dan merusak tatanan kota. Ketua Umum GIBAS, Agus Ridwan, geram. "Harapan kami, ketika masyarakat atau organisasi menyampaikan laporan, ya langsung ditindaklanjuti," tegasnya. Tapi apa lacur? Laporan sudah masuk, tapi respons Pemkot macam siput bunting, jalan di tempat. Harapan Rakyat

Audiensinya alot, bak tarik tambang. Pemkot ngasih alasan, wakilnya Plh Sekda dan Kepala Dinas Perhubungan. Tapi eksekusi? Nol besar! Mereka cuma menyodorkan surat pernyataan komitmen. Komitmen mengawasi dan menutup perusahaan transportasi yang bandel. Lah, ini yang bikin GIBAS makin panas! Dikasih janji manis lagi. Ini namanya pemerintah ragu-ragu, bimbang, tidak punya nyali. Malah, janji ini hanya jadi hiasan di atas kertas. Harapan Rakyat

Agus Ridwan pasang ancang-ancang. "Kalau tidak ada tindakan nyata dari Pemkot, kami akan menggiring pembahasan ke DPRD Kota Tasikmalaya." Peringatan keras ini bukan main-main. GIBAS tidak akan tinggal diam melihat kota mereka diobrak-abrik oleh bisnis ilegal. Mereka bahkan siap memanggil seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Perhubungan dan pihak perusahaan yang nakal itu. Celakanya, kalau pemerintah pusat saja punya wakil rakyat yang kerjanya 'ngantuk', bagaimana dengan pemerintah daerah? Harapan Rakyat

Yang bikin geram, seharusnya pemerintah itu jadi pelindung warga. Tapi ini malah terkesan melindungi pengusaha ilegal yang jelas-jelas merugikan. Keberadaan garasi bus ilegal itu bukan cuma soal izin, tapi juga soal ketertiban, kebersihan, dan potensi kebisingan yang merusak kenyamanan warga sekitar. Kalau Pemkot Tasikmalaya tidak segera bergerak, bukan tidak mungkin gerakan GIBAS akan meluas, membawa masalah ini ke tingkat lebih tinggi. Gilanya, urusan sepele yang seharusnya bisa diselesaikan cepat, malah jadi drama berkepanjangan. Harapan Rakyat

---
**Sumber:** [Harapan Rakyat](https://www.harapanrakyat.com/2026/06/ormas-geruduk-bale-kota-tasikmalaya-desak-penutupan-garasi-bus-ilegal-di-jl-sl-tobing/)
