---
id: c4N8SfUut64Y
cluster_id: kCjJdZnYx8zx
title: Ormas Ngamuk Rebut Ruko Warga Surabaya, Pemilik Babak Belur Duluan!
slug: ormas-ngamuk-rebut-ruko-warga-surabaya-pemilik-babak-belur-duluan
excerpt: Gila! Puluhan anggota ormas nekat menyerbu ruko di Surabaya, lakukan intimidasi,
  sampai rusak pagar pemilik sah. Padahal, sang pemilik sudah tunjukkan bukti pembelian
  sah lewat lelang resmi. Yang bikin geram, Wali Kota minta jalur hukum, tapi ormasnya
  ngeyel!
category: ormas
tags:
- ormas
- surabaya
- kerusuhan
- premanisme
- viral
source_urls:
- https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-8593275/7-fakta-viral-massa-ormas-hendak-rebut-ruko-milik-warga-di-surabaya
source_names:
- detikcom
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/07/27/ormas-di-surabaya-hendak-rebut-ruko-1785160562158_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 'Ormas Rebut Ruko Warga Surabaya: Intimidasi & Perusakan Viral!'
meta_description: Geger! Massa ormas diduga serbu dan rebut ruko warga di Surabaya.
  Aksi intimidasi, perusakan pagar, adu dorong viral. Pemilik laporkan ke polisi!
canonical_url: https://berita.media/ormas-ngamuk-rebut-ruko-warga-surabaya-pemilik-babak-belur-duluan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-29T05:01:15Z'
published_at: '2026-07-29T05:01:15Z'
---

Parahnya, apa yang terjadi di Surabaya ini? Gara-gara ulah puluhan orang yang mengaku anggota ormas, sebuah ruko di Jalan Krukah Utara Nomor 34, Kecamatan Wonokromo, jadi ajang persekusi. Aksi brutal ini terjadi Rabu (22/7/2026) siang, dan yang bikin ngeri, semuanya terekam CCTV sampai beredar luas di media sosial, bikin warga gempar se-Surabaya! Diduga, mereka bukan cuma datang baik-baik, tapi juga ngobrak-abrik pagar sampai adu dorong sama pemiliknya yang jelas-jelas sah, namanya Bagus Indra. Dan ini yang bikin muak, Bagus sudah pegang surat kepemilikan resmi, tapi tetap saja mereka ngeyel, bilang 'ruko ini mau saya tempati'. Kurang ajar apa coba? detikcom

Bagus Indra ini jelas bukan orang sembarangan, bro! Dia beli ruko itu lewat lelang resmi yang diadakan KPKNL, bukan nyerobot atau ngambil kesempatan dalam kesempitan. Semua administrasi udah beres, balik nama, BPKB, sampai pajak-pajak lunas semua dibayar. Tapi ya gimana tidak, orang niatnya mau niat baik ngurus aset, malah digeruduk preman berkedok ormas. Alhasil, bukannya damai, malah harus berurusan sama polisi. Sekitar 30 orang berseragam ormas itu malah berani bikin ulah di depan pemiliknya yang sah. Mereka memaksa masuk, intimidasi Bagus, bahkan merusak pagar yang melindungi properti itu. Sialnya, Bagus tidak tinggal diam, dia langsung bikin laporan resmi ke Polrestabes Surabaya agar kasus ini diusut tuntas. detikcom

Yang bikin mangkel lagi, usai kejadian brutal itu, Bagus Indra langsung melaporkan semua tindak kekerasan dan intimidasi yang dialaminya. Dia udah visum di RS PHC, siap membuktikan kalau dia jadi korban kebiadaban massa ormas itu. Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, pun sudah angkat bicara, meminta agar masalah ini diselesaikan lewat jalur hukum, bukan lewat kekerasan jalanan. Tapi, eh tapi, ada juga pihak yang coba bela diri. Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) malah ngeles, bilang kalau kedatangan anggotanya bukan premanisme, tapi sekadar 'pendampingan hukum'. Lah gimana tidak dibantah kalau sudah jelas-jelas viral videonya orang main hajar dan rebut lahan orang? Ini namanya cari muka tapi kelakuan norak! detikcom

Jadi begini ceritanya, bro. Sekelompok massa ormas yang entah punya niat apa, nekat banget mendatangi ruko yang jelas-jelas sudah dimiliki Bagus Indra secara sah lewat lelang. Mereka memaksa masuk, merusak properti, dan mengintimidasi pemiliknya. Parahnya, mereka ngakunya 'pendampingan hukum' tapi kelakuannya persis preman kampung. Ini bikin geram banyak pihak, karena jelas-jelas merusak tatanan hukum dan ketertiban. Semoga polisi bisa segera bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Surabaya, kota Pahlawan ini! detikcom

---
**Sumber:** [detikcom](https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-8593275/7-fakta-viral-massa-ormas-hendak-rebut-ruko-milik-warga-di-surabaya)
