---
id: h_rAddUTiAfO
cluster_id: E1gxs_moHp1n
title: Otonomi Daerah Terlalu Longgar? Kepala Daerah Malah Asyik Genggam Anak Ayam!
slug: otonomi-daerah-terlalu-longgar-kepala-daerah-malah-asyik-genggam-anak-ayam
excerpt: Negara ini punya masalah kronis soal desentralisasi. Pemerintah pusat genggam
  terlalu erat, daerah sesak napas. Longgar sedikit, kepala daerah malah asyik main
  genggam anak ayam virtual, korupsi merajalela. Kompas
category: politik
tags:
- desentralisasi
- otonomi daerah
- pemerintahan pusat
- kepala daerah
- korupsi
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/05/31/07150011/teori-genggam-anak-ayam-dalam-politik-desentralisasi
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/M_YR8durKAHMquW3bXFSFolBihU=/361x25:1872x1032/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/02/20/67b697632ce06.jpg
meta_title: 'Teori Genggam Anak Ayam: Kiat Pusat & Daerah di Era Desentralisasi'
meta_description: Analogi 'genggam anak ayam' bongkar masalah desentralisasi di Indonesia.
  Pusat terlalu erat, daerah tercekik? Longgar sedikit, kepala daerah malah korupsi!
canonical_url: https://berita.media/otonomi-daerah-terlalu-longgar-kepala-daerah-malah-asyik-genggam-anak-ayam
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T02:03:07Z'
published_at: '2026-05-31T02:03:07Z'
---

Ceritanya begini. Kita ini sering banget ribut soal hubungan pusat sama daerah. Udah berapa lama? Dari duluuuu! Nah, di Kompas, ada yang ngasih analogi simpel tapi ngena banget: teori genggam anak ayam. Gilanya, ini bukan cuma teori kosong dari orang pinter ngomong doang. Ini datang dari alam, Bro! Alam terkembang jadi guru, kata pepatah lama yang emang beneran ada isinya.  Kompas

Jadi gini, kalau anak ayam digenggam terlalu kenceng, ya mati lah dia. Lemes, nggak bisa napas. Kebalikannya, kalau digenggamnya terlalu santai, dia bisa loncat, ngacir, hilang entah ke mana. Dalam dua skenario itu, niat awal kita buat pelihara anak ayam malah gagal total. Yang dibutuhin itu genggaman yang pas, nggak nyekik tapi juga nggak bikin dia kabur terbirit-terbirit. Nah, ini persis kayak hubungan pusat dan daerah di negara kita yang menganut desentralisasi. Kompas

Otonomi daerah itu bukan berarti dikasih kebebasan tanpa batas, kayak anak muda yang baru dapet KTP trus sok jagoan. Bukan! Begitu juga sentralisasi, bukan berarti Jakarta doang yang berkuasa, ngatur semuanya tanpa peduli daerah mau ngembangin diri apa nggak. Keduanya harus seimbang, kayak timbangan. Ada mekanisme kontrolnya, ada batasan yang jelas biar negara ini stabil, nggak sempoyongan kalau jalan, apalagi kalau kena krisis. Kompas

Selama hampir tiga dekade otonomi daerah diterapkan, Indonesia tuh kayak bandul jam gede, goyang terus dari desentralisasi ke sentralisasi, balik lagi. Awal reformasi sih, kita kasih banyak banget kewenangan ke daerah buat ngimbangin Orde Baru yang sentralistiknya parah. Tapi, namanya juga manusia, ada aja yang nyalahin. Muncul macam-macam penyimpangan di daerah, bikin kaum sentralis geram pengen narik lagi kekuasaan ke pusat. Yang bikin gregetan, responsnya seringkali berlebihan, apalagi kalau ganti presiden atau menteri. Kompas

Parahnya, kalau pusat terlalu dominan, ngatur ini-itu pakai Inpres segala, daerah jadi kayak robot. Kehilangan ruang buat berinovasi. Kepala daerah cuma jadi pelaksana, disuruh A ya ngerjain A. Birokrasi jadi mati kutu, program pembangunan jadi seragam padahal tiap daerah punya karakter beda-beda. Otonomi cuma jadi tulisan doang, nggak ada isinya. Tapi, kalau pusat terlalu longgar, wah ini lebih parah lagi. Sejumlah kepala daerah merasa berkuasa tanpa batas. Jadilah fenomena politik dinasti, korupsi kepala daerah, pemborosan anggaran gede-gedean, proyek-proyek nggak jelas tapi mahal, renovasi rumah jabatan super mewah, jual beli jabatan, sampai pungutan liar berkedok izin. Celakanya, genggaman anak ayam di sini cuma jadi kiasan, sementara anak ayam beneran (rakyat kecil) terabaikan. Kompas

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/05/31/07150011/teori-genggam-anak-ayam-dalam-politik-desentralisasi)
