---
id: wSa7eWZQ2qwg
cluster_id: vD0FBa96H3xI
title: PABRIK FASHION DI CIMAHI MALAH RAMPASTURIBURAN PEKERJA PEREMPUAN!
slug: pabrik-fashion-di-cimahi-malah-rampasturiburan-pekerja-perempuan
excerpt: Gilanya! Ratusan buruh perempuan pabrik PT Namnam Fashion Industries di Cimahi
  digasak habis kontraknya. Sang menteri cuma bisa geleng-geleng dengar omongan bos
  soal penyusutan omzet. Nasib rakyat kecil makin remuk!
category: phk
tags:
- PHK
- Cimahi
- Buruh
- Perusahaan Fashion
- Menperin
source_urls:
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8607251/pabrik-di-cimahi-phk-ratusan-karyawan-menperin-buka-suara
source_names:
- detikFinance
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/05/05/menperin-agus-gumiwang-1777956661182_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Ratusan Buruh Wanita di Cimahi Kena PHK Pabrik Fashion
meta_description: Pabrik PT Namnam Fashion Industries di Cimahi PHK ratusan karyawan
  perempuan. Menperin buka suara soal penurunan omzet perusahaan yang jadi alasan.
canonical_url: https://berita.media/pabrik-fashion-di-cimahi-malah-rampasturiburan-pekerja-perempuan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-07T17:02:14Z'
published_at: '2026-08-07T17:02:14Z'
---

Habis sudah harapan ratusan buruh perempuan di Cimahi, Jawa Barat! Pabrik PT Namnam Fashion Industries dengan keji melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap mereka, tak peduli badai di depan mata. Kementerian Perindustrian, yang katanya pelindung rakyat, cuma bisa buka suara lewat Pak Agus Gumiwan Kartasasmita, itupun dengan alasan yang bikin geram: penghasilan perusahaan yang katanya terus menipis. Alhasil, dua fasilitas produksi pun dinonaktifkan, seolah menghapus mata pencaharian begitu saja. Nah ini dia, sang menteri bilang kalau di neraca keuangan perusahaan itu kelihatan terus merosot pendapatannya, makanya harus ada penyesuaian produksi. "Dia menonaktifkan proses produksinya, tapi belum ditutup. Mereka punya tiga fasilitas produksi, yang dua dinonaktifkan," kata Agus dengan nada datar kepada wartawan di Jakarta Selatan. detikFinance.

Parahnya, Agus menduga ada kaitan dengan pasar ekspor yang kurang menyerap produk mereka. Eh, tapi bukan berarti pabriknya berhenti total ya, masih ada satu fasilitas yang katanya jalan terus. Yang bikin geram, di tengah situasi sulit ini, malah buruh perempuan yang jadi korban pemecatan pertama. Menurut catatan detikcom, PT Namnam Fashion Industries ini terus merugi dan pesanan makin seret, sehingga langkah PHK tak terhindarkan. Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Cimahi, Muhammad Faisal, mengamini kabar ini. Ia menyebutkan bahwa ada sekitar 101 buruh berstatus PKWT, termasuk satpam, yang kontraknya akan segera habis dan siap diberhentikan. "Lebih kurang 101 buruh PKWT, termasuk security, pekerja harian lepas. Mereka bekerja bukan memproduksi barang, tapi menjaga aset pabrik. Dan mereka itu juga akan diberhentikan informasi dari perusahaan," kata Faisal seperti dikutip detikjabar. detikFinance, detikjabar.

Yang lebih sadis lagi, PHK ini ternyata dilakukan dalam dua tahap, seolah menggulung para pekerja tanpa ampun. Tahap pertama pada 17 Juni lalu, sebanyak 92 buruh diberhentikan. Belum juga kering air mata para pekerja yang pertama kali dipecat, tahap kedua menyusul pada 31 Juli dengan 86 buruh lainnya yang ikut senasib. Uang pesangon atau pemenuhan hak tahap pertama, katanya sudah diberikan pada 18 Juli. Tapi apakah itu cukup untuk menanggung hidup mereka di tengah ketidakpastian ekonomi? Tentu saja tidak! Nasib ratusan orang ini terkatung-katung, sementara pihak perusahaan hanya beralasan penyusutan omzet. Sungguh cerita yang bikin hati pilu, rakyat kecil lagi-lagi jadi tumbal kerakusan segelintir orang yang tak punya empati. Habis sudah cerita ini, tinggal penyesalan bagi mereka yang terpaksa kehilangan pekerjaan demi menyehatkan kantong para bos. Alhasil, rakyat kecil harus berjuang lebih keras di tengah badai PHK yang makin mengganas. Manufaktur yang katanya menyumbang 0,09% ke pertumbuhan ketenagakerjaan nasional pun tak mampu menolong ratusan perempuan pekerja ini. DetikFinance.

---
**Sumber:** [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8607251/pabrik-di-cimahi-phk-ratusan-karyawan-menperin-buka-suara)
