---
id: sUb6XkjsxtXx
cluster_id: p9NdK97m97Gm
title: Pakar UGM Ganyang Program Makan Bergizi, Tuding Pemerintah Pusat Cuma Omong
  Kosong
slug: pakar-ugm-ganyang-program-makan-bergizi-tuding-pemerintah-pusat-cuma-omong-kosong
excerpt: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digembar-gemborkan ternyata menuai
  kritik pedas. Pakar UGM, Agustinus Subarsono, blak-blakan bilang pembenahan MBG
  butuh kemauan politik pusat, bukan cuma evaluasi teknis receh. Alhasil, masalah
  keracunan murid dan menu di bawah standar pun menganga lebar.
category: politik
tags:
- MBG
- Pemerintah Pusat
- UGM
- Kebijakan Publik
- Korupsi
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/14/18012641/pakar-ugm-pembenahan-mbg-tergantung-kemauan-politik-pemerintah-pusat
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/YYPqKf2fQoAnnt2C1DV4FC8r8rA=/499x0:5000x3000/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/03/05/69a8bee48512c.jpg
meta_title: Pakar UGM Kritik Keras Program Makan Bergizi Gratis
meta_description: Pakar UGM Agustinus Subarsono menilai pembenahan Program Makan Bergizi
  Gratis (MBG) butuh kemauan politik pusat. Ia soroti masalah keracunan murid dan
  menu di bawah standar.
canonical_url: https://berita.media/pakar-ugm-ganyang-program-makan-bergizi-tuding-pemerintah-pusat-cuma-omong-kosong
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-14T17:02:14Z'
published_at: '2026-06-14T17:02:14Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang katanya bakal bikin anak bangsa cerdas dan sehat itu ternyata punya sisi gelap yang bikin geleng-geleng kepala. Pakar kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, tak segan membeberkan boroknya. Menurutnya, masalah MBG ini nggak bisa cuma diselesaikan lewat evaluasi teknis yang adem ayem. Semuanya itu bakalan tergantung sama yang namanya kemauan politik dari pemerintah pusat, coy! Nggak ada kemauan dari atas, program sebagus apapun bakal jalan di tempat, parahnya lagi bisa ambruk! Kompas.com

Ujung-ujungnya, Agustinus Subarsono ini menilai segala persoalan pelik yang muncul selama setahun setengah program ini berjalan sudah jadi bukti kuat buat ubah total paradigma pengelolaannya. Praktek MBG yang bikin murid keracunan, menu makannya seringkali di bawah standar kualitas gizi, belum lagi dugaan korupsi yang bikin geram, semua itu jadi alasan sahih buat ninggalin model sentralistis yang kaku. Kita kudu beralih ke desentralistis, dari model simetris yang seragam jadi model a-simetris yang lebih luwes. Jangan sampai program rakyat jadi ajang bancakan oknum! Kompas.com

Nah ini dia yang bikin gregetan! Model pengelolaan yang dipaksakan seragam di seluruh daerah itu memang harus segera ditinjau ulang, kata si pakar UGM. Pemerintah daerah dan sekolah itu seharusnya dikasih ruang lebih lebar buat ikutan mikir dan bergerak, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasannya. Jangan cuma jadi boneka yang nurut aja! Justru sistem yang kayak sekarang ini malah bikin pemerintah daerah nggak punya rasa tanggung jawab. Program MBG ini malah dianggap tamu tak diundang oleh para kepala daerah, coba bayangin betapa malangnya nasibnya! Kompas.com

Celakanya lagi, Agustinus sampai menekankan betapa pentingnya keterlibatan pemerintah daerah supaya muncul rasa memiliki sama program ini. Kalau kepala daerah udah merasa punya dan ikut bertanggung jawab, baru deh program MBG ini bisa jalan bener. Dan bukan main, si pakar juga ngusulin agar Badan Gizi Nasional (BGN) nggak cuma ngandelin satu model doang, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama persis di semua daerah. Perlu ada ruang buat daerah ngembangin model sendiri yang cocok sama kondisi dan kemampuan mereka. Kompas.com

Terakhir, si pakar melempar usul yang cukup brilian. UMKM di daerah atau kantin sekolah yang punya kemampuan dan kesiapan, kenapa nggak dilibatkan aja buat ngelola MBG? Kenapa MBG harus dikelola pakai model SPPG yang ditunjuk langsung oleh BGN tanpa pilihan lain? Alhasil, kalau sampai kemauan politik pusat nggak ada, program MBG ini bakal terus jadi lahan basah buat yang nggak bertanggung jawab dan anak-anak kita tetap jadi korban. Habis sudah, kapan program rakyat ini bisa beneran jalan kalau pimpinannya cuma ngasih angin doang?

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/14/18012641/pakar-ugm-pembenahan-mbg-tergantung-kemauan-politik-pemerintah-pusat)
