---
id: Dp4fd0kqYQ8y
cluster_id: wih-pM5vY5-U
title: Pancasila Diabaikan! Elite Sibuk Citra, Rakyat Terjebak Kebisingan Politik
slug: pancasila-diabaikan-elite-sibuk-citra-rakyat-terjebak-kebisingan-politik
excerpt: Pancasila yang lahir untuk persatuan kini tergerus kebisingan politik. Elite
  sibuk membangun citra, sementara rakyat bingung bedakan fakta dan opini. Nasib bangsa
  terancam tenggelam oleh sensasi, bukan solusi.
category: politik
tags:
- Pancasila
- Politik
- Indonesia
- Elite Politik
- Demokrasi
source_urls:
- https://news.detik.com/kolom/d-8512921/pancasila-di-tengah-kebisingan-politik-menemukan-kembali-arah-bangsa
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2026/06/01/wakil-ketua-badan-penganggaran-dan-sekretaris-fraksi-pks-mpr-ri-johan-rosihan-1780285959872_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Pancasila Tenggelam oleh Politik Sensasi Elite
meta_description: Kondisi politik Indonesia semakin bising, mengaburkan Pancasila
  sebagai dasar negara. Elite sibuk citra, rakyat bingung bedakan fakta. Mampukah
  kita temukan kembali arah bangsa?
canonical_url: https://berita.media/pancasila-diabaikan-elite-sibuk-citra-rakyat-terjebak-kebisingan-politik
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-01T05:02:48Z'
published_at: '2026-06-01T05:02:48Z'
---

Ceritanya begini. Tanggal 1 Juni kemarin mestinya jadi pengingat soal fondasi negara kita: Pancasila. Para pendiri bangsa sudah susah payah merumuskannya sebagai titik temu semua keragaman di Indonesia. Tapi apa yang terjadi sekarang? Tujuh puluh sembilan tahun berlalu, bukannya makin kuat, Pancasila malah tenggelam oleh hiruk-pikuk politik yang makin menggila. 

Nah ini dia. Ruang publik kita sekarang penuh kebisingan! Bukannya sibuk mikirin nasib rakyat soal pangan, iklim, atau pendidikan, para elite malah asyik main narasi di media sosial. Yang lebih parah, sebagian dari mereka lebih mementingkan citra diri daripada nyelesaiin masalah. Budaya politiknya pun berubah total, lebih suka sensasi daripada diskusi serius. Setiap hari masyarakat dibombardir kontroversi, tapi kapan kita bisa ngobrolin solusi? detikNews 

Yang bikin geram, di tengah derasnya arus informasi ini, publik makin bingung membedakan mana fakta, mana opini. Mana kritik yang membangun, mana serangan yang cuma bikin gaduh. Mana yang benar-benar buat kepentingan bangsa, mana yang cuma buat kepentingan kelompok. Akibatnya? Energi kita habis buat debat kusir yang melelahkan, tanpa ada kemajuan berarti. Padahal, urusan strategis kayak ketahanan pangan, perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan kualitas pendidikan itu butuh perhatian serius, bukan cuma janji manis. Sayangnya, semua itu sering tenggelam oleh drama politik sehari-hari. detikNews 

Gilanya, di tengah semua kekacauan ini, peringatan Hari Lahir Pancasila justru jadi momen paling penting. Kita harus kembali menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dan politik. Di saat kebisingan makin kencang, Indonesia butuh arah yang jelas. Dan arah itu sudah diwariskan para pendiri bangsa, lima sila yang sampai sekarang masih relevan buat hadapi zaman yang makin edan ini. 

Parahnya, demokrasi yang katanya jadi sistem kita, kini kehilangan kompas moralnya. Politik cuma jadi ajang adu strategi komunikasi dan perebutan kekuasaan, tanpa lagi mikirin etika dan tanggung jawab buat kepentingan umum. Ujung-ujungnya, yang kuat yang berkuasa, yang lemah makin terinjak. Ini bukan lagi soal memilih pemimpin, tapi soal moral bangsa yang lagi dipertaruhkan. detikNews

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/kolom/d-8512921/pancasila-di-tengah-kebisingan-politik-menemukan-kembali-arah-bangsa)
