---
id: QypFFZ5wnuOc
cluster_id: 0Hpgie27O48D
title: Panggil Kuntet, Dituding Bullying! Mendikdasmen Tegas Peringatkan Guru
slug: panggil-kuntet-dituding-bullying-mendikdasmen-tegas-peringatkan-guru
excerpt: Abdul Mu'ti murka! Julukan fisik yang dianggap 'candaan' guru kini resmi
  jadi bullying. Sekolah harus aman, bukan ajang ejek-ejekan tak berfaedah. Gila,
  cuma karena panggil 'kuntet' bisa berujung masalah!
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- Abdul Mu'ti
- sekolah aman
- guru
source_urls:
- https://www.liputan6.com/news/read/7586843/mendikdasmen-ingatkan-julukan-fisik-bisa-jadi-bullying
source_names:
- Liputan6.com
image_url: https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jP93G7MSmqE6Vk8INrSs3Tq2uks=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499788/original/044286700_1770794535-55087563512_0cf2a5328d_c.jpg
meta_title: 'Mendikdasmen Abdul Mu''ti: Julukan Fisik Guru = Bullying'
meta_description: Abdul Mu'ti tegaskan julukan fisik oleh guru bisa jadi bullying.
  Sekolah harus aman, bukan tempat ejek-ejekan. Pelanggaran serius terhadap siswa!
canonical_url: https://berita.media/panggil-kuntet-dituding-bullying-mendikdasmen-tegas-peringatkan-guru
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T20:01:55Z'
published_at: '2026-06-02T20:01:55Z'
---

Ceritanya begini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, geram bukan main. Beliau mengingatkan para pendidik — jangan sampai panggilan fisik yang dianggap 'lucu-lucuan' malah berubah jadi jerat bullying. Gila, kan? Panggil teman 'kuntet' gara-gara badannya pendek, dikira cuma candaan ringan. Eh, malah jadi perundungan!

Mu'ti menilai, banyak guyonan yang selama ini dianggap lumrah di lingkungan sekolah justru berpotensi melukai perasaan peserta didik. Parahnya lagi, guru-gurunya seringkali jadi pelaku utama. Penggunaan julukan yang menyinggung kondisi fisik, dengan dalih bercanda, bisa menusuk lebih dalam dari pedang. "Ya, kadang-kadang sebagian dari melucu itu justru melakukan harassment. Misalnya, 'Eh si kuntet!' Itu kan maunya melucu, tetapi itu harassment, itu bullying sebenarnya,” kata Mu'ti dengan nada tegas dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Bayangkan, guru yang seharusnya jadi teladan malah bikin muridnya trauma. Liputan6.com

Nah ini dia. Beliau menegaskan, sekolah itu seharusnya jadi benteng keamanan, bukan arena saling ejek. Ruang belajar haruslah aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta keberagaman. Setiap murid, kata Mu'ti, punya bakat, kemampuan, dan potensi yang berbeda-beda. Seharusnya dihargai setara, bukan malah dijadikan bahan lelucon yang merendahkan. Malah, potensi siswa bisa hancur lebur gara-gara mentalnya dikuras habis oleh ejekan yang tidak mendidik. Liputan6.com

Yang bikin geram, seringkali para guru tidak sadar kalau tindakannya itu sudah melanggar batas. Mereka merasa hanya bercanda, padahal di mata siswa, itu adalah siksaan batin yang bertubi-tubi. Ujung-ujungnya, lingkungan belajar jadi tidak kondusif. Siswa jadi minder, takut datang ke sekolah, dan prestasi belajarnya anjlok. Celakanya, kasus-kasus seperti ini seringkali luput dari perhatian, karena dianggap remeh temeh oleh sebagian pihak. Padahal, dampaknya bisa menghancurkan masa depan seorang anak. 

Alhasil, Mendikdasmen berpesan agar seluruh sekolah segera membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Deklarasi komitmen bukan cuma seremonial belaka, tapi harus benar-benar diwujudkan. Guru harus jadi agen perubahan, bukan penyebar kebencian lewat candaan yang menyakitkan. Jangan sampai satu panggilan fisik memporak-porandakan mental anak bangsa. Selesai.

---
**Sumber:** [Liputan6.com](https://www.liputan6.com/news/read/7586843/mendikdasmen-ingatkan-julukan-fisik-bisa-jadi-bullying)
