---
id: p-oAj47ClIwd
cluster_id: VpjdrdaHK_Nj
title: Panggil 'Kuntet' Itu Bullying! Mendikdasmen Ungkap Candaan Bodoh Siswa
slug: panggil-kuntet-itu-bullying-mendikdasmen-ungkap-candaan-bodoh-siswa
excerpt: Abdul Mu'ti geram lihat sekolah salah kaprah soal 'fun learning'. Candaan
  yang dianggap biasa malah jadi perundungan, sebut saja panggil 'kuntet' — itu sudah
  masuk kategori bullying, bung! Kemendikdasmen ganti strategi, hilangkan tawa bodoh
  ganti 'joyful learning' yang bikin anak senang tapi tetap manusiawi.
category: bullying
tags:
- bullying
- pendidikan
- Abdul Mu'ti
- sekolah
- Kemendikdasmen
source_urls:
- https://kumparan.com/kumparannews/abdul-muti-bicara-soal-candaan-bisa-menjadi-bullying-di-sekolah-27WAxNwuHy3
source_names:
- Kumparan.com
image_url: https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,f_jpg,q_auto,w_600,h_315,c_fill/g_south,l_og_kumparan_zscykb/co_rgb:ffffff,g_south_west,l_text:Heebo_20_bold:Konten%20Redaksi%20kumparan%0DkumparanNEWS,x_140,y_26/01kt3261tgtgyj3xv10j0wb0j6.jpg
meta_title: 'Abdul Mu''ti: Panggil ''Kuntet'' Itu Bullying, Bukan Candaan Biasa'
meta_description: 'Mendikdasmen Abdul Mu''ti tegas: Candaan di sekolah bisa jadi bullying.
  ''Fun learning'' harus diganti ''joyful learning'' demi anak didik.'
canonical_url: https://berita.media/panggil-kuntet-itu-bullying-mendikdasmen-ungkap-candaan-bodoh-siswa
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T08:03:08Z'
published_at: '2026-06-02T08:03:08Z'
---

Ceritanya begini. Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, pasang badan ngasih tahu sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Katanya, banyak sekolah salah kaprah soal 'fun learning'. Tahu nggak sih? Yang dikira lucu-lucuan itu, malah sering jadi sumber harassment buat anak-anak didik. Parahnya, ini justru perundungan atau bullying yang bikin mental siswa jadi babak belur! Kumparan.

Belum lama ini, pas acara Sosialisasi Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Jakarta, Mu'ti langsung blak-blakan. Pendekatan sekolah aman dan nyaman itu harusnya humanis, inklusif, dan partisipatif, bukan cuma sekadar bikin ketawa. Sekolah itu harusnya jadi tempat di mana semua murid dihargai, bukan malah direndahkan cuma gara-gara fisik atau nilai akademiknya. Lah gimana tidak, kalau guru atau teman-temannya sendiri yang ngebash duluan? Kumparan.

Nah ini dia yang bikin gemes. Mu'ti kasih contoh konkret. Coba deh pikirin, kalau ada anak dipanggil 'Si Kuntet' cuma buat becandaan. Dianggapnya lucu, tapi sebenarnya itu sudah masuk harassment, itu bullying sebenarnya! Gila kan? Yang niatnya mau bikin ketawa, eh malah bikin luka di hati siswa. Ujung-ujungnya, bukan fun learning yang didapat, tapi trauma baru. Mu'ti menegaskan, apa yang dianggap 'lucu' oleh sebagian orang, bisa jadi momok mengerikan buat yang lain. Kumparan.

Alhasil, Kemendikdasmen memutuskan ganti strategi. Istilah 'fun learning' yang sering disalahartikan itu bakal diganti jadi 'joyful learning'. Konsep 'joyful learning' ini bagian dari pengembangan 'deep learning' yang sedang digodok pemerintah. Intinya, sekolah harus jadi tempat yang bikin semua murid merasa diterima sepenuhnya, merasa 'mindful' – nggak dianggap rendah karena tampilan fisik atau capaian akademiknya. Bukan jadi ajang buat ngetawain kekurangan orang. Kumparan.

Yang bikin Mu'ti gregetan, aturan ganti-ganti tapi kulturnya nggak berubah. Mindset pejabat atau guru yang masih nganggep remeh candaan bisa jadi bullying itu yang harus diberesin. Perubahan itu bukan cuma soal tulisan di kertas atau administrasi belaka, tapi harus merasuk sampai ke lubuk hati terdalam. Budaya sekolah yang aman dan nyaman itu datang dari perubahan kultur, bukan cuma seremonial. Kalo masih ada yang mikir 'cuma bercanda', ya sama aja bohong. Kumparan.

---
**Sumber:** [Kumparan.com](https://kumparan.com/kumparannews/abdul-muti-bicara-soal-candaan-bisa-menjadi-bullying-di-sekolah-27WAxNwuHy3)
